
Flashback off..
ditengah pemikiran masing-masing mereka, seorang perawat datang memberitahu jika observasi operasi sudah bisa dilakukan.
mendengar kesiapan dokter nadia, dengan segera brayn dan rizal menuntun ghea menuju sebuah ruangan ghea yang masih tidak mengerti hanya menuruti saja bertanya pun percuma karna mereka hanya menjawab yang bukan menjadi jawaban dari pertanyaannya.
ghea menatap sekeliling ruangan yang dipenuhi alat-at operasi entah apa tujuannya dibawa ke sebuah ruangan seperti ini.
" sebelum kami memulainya! saya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.! jelas dokter nadia memberitahu kegiatan pembuka sebelum operasi.
setelah melakukan pemeriksaan dokter nadia menyuruh ghea untuk menidurkan tubuhnya diranjang rumah sakit meski bingung ghea tetap menuruti perintahnya ia sama sekali tidak menaruh curiga apapun. ia baru curiga setelah mendapati dokter nadia ingin menyuntik dirinya dengan obat yang sangat dikenalinya, obat bius tentu saja ghea tahu bagaimana bentukan botol obat bius.
__ADS_1
" ada apa ini? kenapa dokter ingin memberikanku obat bius.! cegat ghea tangannya sudah memegang erat pergelangan tangan dokter nadia menghentikan aksinya yang baru saja ingin menyuntiknya.
dokter nadia mengigit bibirnya dengan perasaan bimbang dirasanya ghea sangat mengenali obatnya.
demi mengatasi rasa cemasnya dokter nadia menarik napas panjang menghilangkan ekspresi cemas wajahnya.
" jangan khawatir saya hanya ingin memberikan vitamin demi menjaga perkembangan janin bu ghea.! ucapnya dengan berbohong. karna memang dirinya sudah diberikan intruksi untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
saat dokter nadia hendak menyuntikkan kembali entah kenapa tiba-tiba saja ghea menepisnya dengan kasar tangannya seolah reflek memberikan reaksi itu.
" maaf.! ucapnya tidak enak hati karna sudah membuat dokter nadia meringis kesakitan karna tepisan keras tangannya.
__ADS_1
dokter nadia hanya tersenyum tipis, ia meminta kedua perawat untuk memegangi tangan ghea agar aksinya kali ini tidak kembali gagal.
" aku tidak mau disuntik? kenapa kalian memaksa.! ucapnya dengan sedikit berteriak sambil berusaha melepaskan pegangan tangan kedua perawat itu. rasanya ia tidak menginginkan suntikan itu hatinya terus berusaha menolaknya.
dokter nadia dan dua perawat terus memaksa menyuntikan obat biusnya dengan sekuat tenaga meski terus mendapat penolakan ghea. pemaksaan itu membuat kecurigaan ghea bertambah rasa curiganya mengenai apa yang akan dilakukan dokter nadia padanya membuat ghea murka hingga mendorong dokter nadia hingga mundur kebelakang dan terjatuh.
kedua perawat itu melepaskan genggaman tangannya, menghampiri dokter nadia yang tengah mengaduh kesakitan karna dorongan keras mendapati kesempatan dengan cepat ghea beranjak dari ranjang meninggalkan ruangan yang begitu menyesakkan baginya namun usahanya untuk kabur tidaklah mudah karna ruangan yang sengaja dikunci membuat ghea stres sendiri dengan posisinya sekarang mengingat keadaannya yang tidak aman ia berusaha membuka pintu sembari berteriak memanggil suami dan daddy yang diyakininya sedang menunggu diluar, sorot mata ghea menangkap pandangan suaminya yang tengah terdiam mematung menatap dirinya melalui cermin ruang operasi, dengan langkah cepat ghea mendekat kecermin meminta suaminya untuk masuk menolongnya namun bukannya menolong bryan hanya diam saja memalingkan wajahnya mendapati reaksi acuh bryan yang enggan membantunya keluar dari ruangan membuat ghea bermonolog apakah semuanya adalah rencana suaminya tapi untuk apa? dan apa tujuan dari semuanya?
ghea terdiam dengan segala praduga dipikirannya membuat kedua perawat berhasil memegang tangannya kembali, ghea berusaha melepaskan tangannya kakinya menolak untuk mengikuti langkah paksa mereka.
kali ini ghea berusaha menurut karna ia memiliki rencana untuk kabur dari paksaan mereka semua. mendapati kesempatan ghea merogoh kantong salah satu perawat lalu mengambil kunci yang dipastikan kunci dari kamarnya dengan langkah cepat ghea membuka kamarnya setelah berhasil keluar ia mengunci kembali ruanggan yang didalamnya masih terdapat tiga orang.
__ADS_1