Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 122


__ADS_3

" ghea.! pekik rizal dan bryan saat menyadari jika ghea berhasil keluar dari ruangan operasi.


dengan sigap rizal mendekati putrinya memberikan sebuah pelukan untuk menenangkannya.


" daddy bawa aku pergi! mereka ingin melakukan sesuatu padaku.! ucapnya dengan lirih membenamkan wajahnya didada pria yang sangat dicintainya.


" tenang sayang.! ucapnya sembari membelai-belai rambut ghea.


" maaf pak rizal operasinya harus tertunda seperti ini karna bu ghea sejak tadi terus memberontak.! Jelas dokter nadia dengan napas terengah-engah.


perkataan dokter nadia sontak membuat ghea terdiam, ia melepaskan pelukan eratnya menatap sendu pria yang baru saja dipeluknya.


" operasi? apa maksud dari dokter nadia dad.? tanyanya dengan suara lirih. dirinya semakin dibuat kecewa dengan kenyataan bahwa daddynya juga terlibat dalam operasi yang tidak dimengertinya.


rizal menarik napas panjang.

__ADS_1


" ghea.! rizal berusaha memegang tangan putrinya namun dengan cepat ghea memundurkan langkahnya menjauhkan diri kenyataan yang akan diterimanya.


" jawab aku dad! apa maksud dari semua ini.! ucapnya dengan nada sedikit keras, ia sudah sangat frustasi dengan keadaan dirinya sekarang.


rizal mengacak-acak rambutnya dengan beberapa tarikan napas kasarnya.


rizal mulai menceritakan semuanya tentang keadaan ghea, tidak ada yang ia tutupi semua ia ceritakan dengan jelas termasuk resiko yang akan diterimanya jika masih tetap kukuh ingin melahirkan mereka yang akan berimbas pada nyawanya sendiri.


mendengar penjelasan daddynya sontak membuat ghea terdiam dengan kepala tertunduk matanya sudah berkaca-kaca menahan buliran air mata dengan nasib dirinya.


akhirnya ghea menumpahkan semua air matanya dipelukan sang daddy, dirinya tidak bisa lagi menahan semua air matanya, biarkan saja air matanya mengalir sebagai luapan perasaan sedihnya pada takdir yang begitu kejam padanya.


" jadi kamu mau kan melakukan operasi ini demi menyelamatkan nyawa kamu sayang! putriku.. aku tidak ingin kehilangan mu.! ucapnya dengan lirih sembari mengusap-usap punggung ghea mencoba memberikan tepukan hangat.


ghea melepaskan pelukannya membuat rizal menatap bingung akan jawaban yang akan diberikan ghea, ia sangat berharap jika putrinya itu akan mau melakukan operasi setelah ia memberitahu resiko yang akan diterimanya.

__ADS_1


mendapati tatapan penuh keharapan ghea menundukkan kepalanya ia tidak bisa melihat wajah kekecewaan pria yang sudah merawatnya sejak kecil saat mendapatkan jawaban yang jauh berbeda dari praduganya.


" maaf dad! tapi aku akan tetap melahirkan kedua bayi ini dengan persetujuan ataupun tidak dari kalian.! ujarnya dengan lirih. jari-jari tangannya meremas ujung bajunya menahan sesak didadanya yang begitu menusuk.


deg..


jawaban ghea benar-benar membuat kedua pria itu terkejut meski mereka sudah menduganya tapi tetap saja jawaban langsung dari ghea membuat dada mereka sesak akan keputusannya untuk tetap melahirkan.


" tidak..tidak kamu sedang tidak bercandakan! jangan memutuskan semuanya dengan keadaan seperti ini perlu kamu inget bahwa nyawa kamu yang jadi taruhannya.! ujar rizal sembari mengoyang-goyangkan bahu putrinya tidak terima dengan keputusan asalnya.


" aku serius dengan keputusan ku dad.! ucapnya sembari menyeka air mata yang sejak tadi terus mengalir.


" jika kedua putraku tidak ada bagaimana aku bisa menjalani kehidupan tanpa mereka! ibu macam apa diriku jika harus menukar nyawa mereka dengan nyawa ku.! ucapnya dengan lirih mencoba menjelaskan kepada daddy jika yang terpenting baginya saat ini adalah kedua bayi yang ada diperutnya ia sama sekali tidak peduli dengan segala resikonya.


" arghhh.! teriak rizal yang frustasi dengan keadaannya sekarang. ia berpikir bagaimana caranya bisa merubah keputusan putrinya untuk tetap melanjutkan operasi.

__ADS_1


__ADS_2