Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 29


__ADS_3

bryan yang sudah sangat kesal menginjak rem secara mendadak, membuat terkejut ghea yang fokus melihat beberapa merk susu ibu hamil yang lain.


" bryan apa yang kau lakukan! kenapa mengerem mendadak, bagaimana jika kita celaka.! seketika ghea memegang dadanya merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang karna terkejut


bryan hanya diam tidak menanggapi ghea, ia mengatur napas untuk meredam kemarahan yang sangat ingin di luapkan.


" hei kenapa kau melemparnya seperti itu! apa kau tahu dengan susah payah aku berusaha untuk mendapatkan susu ibu hamil itu.! bentak bryan. Menatap kesal ghea yang tidak menghargai barang yang sudah susah payah ia dapatkan.


" tidak! dan aku pun tidak ingin mengetahui apapun.! Ketus ghea memalingkan wajahnya ke jendela mobil.


bryan menatap tajam ghea kemudian kembali menyetir mobil untuk segera mengantar ghea pulang, karna sejujurnya ia sudah sangat terlambat untuk ke kantor.


" terserah.!


" maaf! aku tau kau mulai tertarik padaku tapi aku tidak akan membiarkan rasa itu terus ada.! Ghea berguman dalam hati. Menyesali perkataannya pada bryan, tapi sikap seperti itu memang harus ia lakukan untuk membentengi perasaan mereka masing-masing.


.

__ADS_1


.


" sudah berapa kali aku katakan, jangan sering memanggilku seperti ini.! Ucap maya dengan ketus pada seorang pria di depannya yang hanya santai menyesap secangkir kopi capuccino.


pria tersebut mengerucutkan keningnya, menatap wanita cantik di hadapannya yang terlihat kesal padanya.


" aku tidak mengajakmu datang kemari! tapi kau sendiri yang meminta pertemuan kita! Kenapa? apa kau merindukan ku.! pria tersebut berkata penuh percaya diri seraya meletakkan kembali cangkir kopinya.


" jaga bicara mu! aku sedang di awasi bodyguard bryan.! Ucap maya dengan pelan seraya terus melirik dua pria berjas hitam yang tengah menggawasinya dari meja yang tak jauh darinya.


" aku tidak peduli! berikan saja uangnya sekarang.! Pria tersebut menyenderkan lehernya di sofa tempat duduknya.


" dasar dokter matre.! Cibir maya dengan suara pelan.


gavin menatap kotak kecil tersebut, mengerucutkan keningnya menatap bingung barang yang bukan sesuai permintaannya.


" apa ini! Kenapa kau malah memberikan kado memangnya aku sedang berulang tahun.! ejek gavin. menaikan satu kakinya ke kaki satunya.

__ADS_1


" kau ini! di dalam kotak ini berisi uang, aku sengaja menggunakan cara ini agar pengawal bryan tidak curiga.! Ketus maya. tersenyum kecil menatapi kebodohan pria di depannya.


Maya memang sengaja mengajak bertemu saja dokter yang sudah membantunya jika sedang memeras uang padanya, karna ia tidak mau mengambil resiko jika bryan sampai mengetahui jika ia sering mentransfer uang pada rekening dokter tersebut, toh ia bisa mengelabui para pengawalnya dengan membuat gavin menyamar saat bertemu dengannya.


.


.


setelah sampai di gerbang mansion, para pelayan langsung datang menghampiri untuk membantu membawakan beberapa barang.


" biar saya yang bawakan nyonya.! pinta salah satu pelayan.


" yang ini biar aku saja! tolong kau bawakan paper bag yang di dalam mobil saja.! Setelah menolaknya. ghea berjalan terburu-buru memasuki gerbang mansion.


" kalian awasi ghea jangan biarkan dia keluar dari mansion tanpa izin saya.! Titah bryan pada kedua bodyguard yang berjaga.


para bodyguard mengangguk sebagai jawaban atas tugas yang di perintahkan.

__ADS_1


" pak eko! apakah ada surat baru untukku.! Tanya ghea seraya mengecek beberapa surat yang tersimpan di kotak penyimpanan surat.


" sudah saya letakkan disana nyonya.! pak eko menunjuk pada kotak yang terletak di meja tv


__ADS_2