Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
selalu terlintas


__ADS_3

Daddy menghela napas panjangnya.


" kau tahu ghea! Tidak saling menyentuh dalam ikatan pernikahan itu tidak mungkin bisa di hindari, daddy tidak yakin kalian tidak akan saling menyentuh satu sama lain. Semakin dekat kalian maka hubungan kalian akan semakin


erat dan sebagai manusia tidak mungkin kita bisa menghindari rasa tertarik pada lawan jenis apalagi jika mereka terus berada di ruangan yang sama maka itu akan membangkitkan gairah satu dan yang lain.! Ucap daddy panjang lebar sambil menatap ghea dan bryan secara bergilir.


Mendengar penjelasan dari daddy nya membuat ghea menjadi cemas dan bingung, ia tidak mengerti kenapa daddy bisa berkata seperti itu. Perkataan yang menumbuhkan sedikit keraguan tidak akan menyentuh dalam pernikahan kontrak yang akan di jalaninya.


" tidak daddy! Aku tidak akan membiarkan dia mendekati dan menyentuh ku.! Guman ghea dalam hati sambil mengalihkan pandangannya, menatap sinis pada bryan yang juga terlihat sedikit cemas setelah mendengar wanti-wanti dari calon mertuanya.


Mendapat tatapan tajam dari ghea membuat bryan menatap balas yang tak kalah sinisnya dengan ghea, mereka berdua saling menatap dengan sinis dengan di bayang-bayangin perkataan daddy rizal yang terus memutar di pikiran mereka


" aku pastikan tidak akan menyentuhmu! Jangankan menyentuh, mendekat pun aku tidak ingin.! Guman bryan dalam hati.


€€€


Perusahaan Richard

__ADS_1


Di ruang kerja dengan gaya yang minimalis tapi elegan, dua pria sedang sibuk dengan tugas dan pemikiran masing-masing. Jika sang asisten sibuk merapikan semua berkas sedangkan sang bos hanya sibuk duduk sambil menempelkan wajahnya di kedua telapak tangan dengan perasaan gundah gulanah.


ucapan daddy rizal terus berputar dipikirannya, membuatnya tidak fokus bekerja.


bryan mendengus kesal sambil mengacak-acak rambutnya.


" kenapa aku harus takut! itu tidak mungkin terjadi antara kami?? aku tidak akan menyentuhnya! ini semua hanya omong kosong yang dilontarkan pak kumis itu.! Guman bryan hanya dalam hati dengan ekspresi wajah yang terus berubah sehingga membuat doni yang melihatnya bergidik ngeri.


" sepertinya pak bryan jadi stres karna akan menikah kembali.! Batin doni seraya menatap bingung ekspresi dan sikap atasannya itu.


" tidak.! teriak bryan seraya menggebrak meja sampai membuat doni yang tengah menatapnya berjalan mundur ke belakang karna saking terkejutnya.


" ya ampun! Untung saja saya tidak memiliki penyakit jantung, jika tidak sudah mati berdiri mendengar teriakan dan gebrakan pak bryan.! Guman doni hanya dalam hati seraya mengusap-usap dadanya yang berdetak kencang.


" a-ada apa tuan.! Doni memberanikan diri bertanya meskipun dengan suara yang gugup.


" pak kumis itu sudah membuat otakku jadi tidak bisa fokus bekerja.! Keluh bryan yang mendengus kesal.

__ADS_1


" pak kumis? Siapa yang di maksud anda pak.?


" calon mertuaku.! Sahut bryan dengan ekspresi datar.


" anda memanggil pak rizal adhitama dengan sebutan pak kumis.! Doni langsung tertawa terbahak-bahak mendengar panggilan atasannya untuk sang calon mertua.


" kau ingin aku lempar gelas.! Ketus bryan tanpa mengalihkan pandangannya.


" maaf pak.! Lirih doni seraya menundukkan kepalanya.


Lima belas menit sudah keheningan terjadi di ruang kerja setelah suara tawa dan teriakan yang pernah singgah membuat mereka kembali diam dengan sesekali saling menatap.


" apa kau sudah mempersiapkan semua persiapannya.! Tanya bryan dengan jari-jari yang sibuk menekan angka dan huruf di layar laptop.


" sudah pak.! Sahut doni.


" kamu sudah melakukan semuanya sesuai perintah kan! Aku tidak ingin ada kesalahan yang terjadi dan jangan sampai melanggar syarat yang sudah aku katakan.! Tegas bryan seraya membuka kacamata di wajahnya, yang kini menatap tajam sang asisten.

__ADS_1


Sedangkan di sebrang sana, seorang pria dengan usia yang sudah menginjak lima puluh tahun tengah menatap foto seseorang sambil terus tertawa hingga air mata tawanya keluar.


__ADS_2