Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 63


__ADS_3

bryan yang tidak ingin peduli, ia menatap kembali ghea dengan tatapan tajam seperti intimidasi.


ghea menghela napas beberapa kali agar tidak tertawa lagi, ia pun mengalihkan matanya menatap wajah bryan dan mengacuhkan sesuatu yang membuatnya tertawa.


" apa kau tidak merasakan sesuatu yang dingin disini.?


" apa kau juga merasakan kedinginan.! bryan menatap ac dapur yang terletak di pojok atas. " aku rasa volume ac disini sangat tinggi.! tebaknya.


ghea tertawa kecil melihat suaminya yang belum menyadari apapun.


ia memegang pipi kanan suaminya. " sayang apa kau tidak tahu kenapa suasana di sini sangat dingin.! ucapnya dengan lembut berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.


bryan tersenyum bahagia mendapat sentuhan wanitanya, lalu ia mengelengkan kepala dengan pertanyaan yang di lontarkan istrinya.


ghea menempelkan bibirnya tepat di telinga bryan.


" bagaimana tidak merasa dingin jika kamu berkeliaran hanya dengan handuk di pinggang.! bisiknya.


" what.! pekik bryan. matanya melirik ke bawah memastik'kan benar tidaknya ucapan ghea.


" ya ampun! mempermalukan diri sendiri aja.! decaknya.


bryan segera berlari kecil pergi meninggalkan dapur, menutupi tubuhnya dengan tangan ya meskipun itu akan sia-sia tapi setidaknya mengurangi rasa malunya, melenggang pergi seraya menatap sekeliling memastikan'kan tidak ada yang melihatnya untuk kedua kali.


setelah memakai pakaian, bryan kembali menuju dapur untuk menemani sang istrinya membuat kue.

__ADS_1


" perlu bantuan.?


" tidak perlu, sebentar lagi juga selesai.! sahut ghea tanpa menatap suaminya, ia sibuk memberikan berbagai topping pada kue yang sedang di buatnya.


bryan berjalan mendekati ghea yang sibuk menghias.


" strangers apa maksudnya.? tanya bryan. ia bingung dengan tulisan the strangers yang sengaja di tulis ghea di kue buatan nya.


" hmmm..bukan apa-apa? ini cuman tulisan asal aja, kepikiran kata strangers jadi aku tulis aja buat hiasan kue.! bohong ghea.


" ohhhh.!


" eitss..mau apa.? ghea menepis tangan bryan yang hendak memotong kue nya.


ghea memindahkan kue ke meja lain.


" tidak boleh.!


bryan mengaruk lehernya yang tidak gatal, menatap bingung ghea yang melarangnya memakan kue yang sudah susah payah ia buat.


'' jika tidak boleh memakan'nya lalu untuk apa membuatnya.!


" kue ini untuk daniel dan aku akan mengirimkan segera kue ini padanya.! sahut ghea dengan tangan masih fokus menghias kue nya.


bryan mengerucutkan keningnya.

__ADS_1


" daniel! tapi untuk apa kau repot-repot membuatkan kue dia kan bisa tinggal pesan saja.! Ketusnya.


" tidak masalah! ini memang sudah kebiasaan ku membuatkan kue di setiap ulang tahun nya.! sahutnya seraya memasuk'kan kue ke dalam lemari pendingin.


bryan mendengus kesal, menatap tajam ghea yang tersenyum bahagia saat membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan sepupu nya itu.


" ckk..daniel, daniel dan selalu daniel yang dia bicarakan.! decak bryan.


" dimana ponsel ku.! ghea menatap sekeliling dapur, mencari ponsel yang tadi ia letak'kan tak jauh darinya.


ghea nampak berpikir, mengingat-ingat kembali dimana ia meletak'kan ponselnya.


" jika tidak ada di dapur lalu dimana ponsel ku.! ghea bertanya-tanya pada dirinya sendiri. merutuki kebodohan nya yang mudah sekali melupakan sesuatu.


ghea memukul-mukul keningnya, terus berusaha mengingat dimana ia menyimpan ponsel.


bryan tertawa kecil lalu ia menjentrik pelan kening ghea.


" aww.! Pekik ghea. ia mengusap-usap keningnya yang terasa sakit karna jentrikan tangan suaminya.


" ponsel mu ada di ruang tengah tadi aku melihatnya.! imbuhnya.


ghea langsung melenggang pergi menuju ruang tengah, ia sudah sabar ingin memberitahu daniel mengenai kue buatan nya.


bryan menatap punggung ghea yang mulai menjauh, memancarkan senyuman licik menatapi kepergian ghea.

__ADS_1


__ADS_2