
didalam ruangan rizal dan bryan tengah duduk sambil menatap wanita yang terbaring diranjang sudah hampir setengah jam ghea mengalami pingsan, kejadian naas tadi masih saja terbayang-bayang dibenak mereka.
bagaimana jadinya jika kecelakaan itu benar terjadi entah seberapa besar rasa sesal yang akan mereka tanggung selamanya.
bryan menarik napas panjang dengan ingatan tadi yang terus saja terlintas dipikirannya sedangkan rizal menatap kosong putrinya pikirannya benar-benar kalut saat ini.
wanita yang sudah menghabiskan waktu setengah jam karna pingsan itu mulai sadarkan diri sambil terus mengigau meminta agar kedua bayinya tidak diambil sambil meneteskan buliran air mata yang keluar mewakili perasaan sedihnya.
" tidak..jangan..jangan ambil mereka.! ujar ghea dengan lirih. mengeleng-gelengkan kepala dengan tangan yang terus memegang perutnya seolah melindungi apa yang sedang diperjuangkannya.
" jangan.! ucap ghea dengan histeris yang tiba-tiba terbangun dari alam bawah sadarnya.
ghea menghela napasnya berkali-kali berusaha menetralkan kembali aturan napasnya, badannya penuh dengan keringat dingin.
sesaat ghea menyadari jika dirinya tidaklah sendiri didalam ruangan, dengan sigap ia melipat kakinya menyimpannya didada seolah memberikan benteng agar kedua pria didekatnya tidak menyentuh sesuatu yang sangat berarti baginya. demi memeperkuat pertahanan tubuhnya dengan kuat melingkarkan tangannya memeluk gulungan tubuhnya.
ghea menatap sendu keduanya sambil terus mengeleng-gelengkan kepala hanya itu yang bisa dilakukannya sekarang.
__ADS_1
" sayang.! rizal mencoba untuk memeluk tapi ghea justru menghindari rentangan tangan rizal.
mendapati reaksi itu tentu saja membuat rizal sangat merasa bersalah dengan keadaan putrinya sekarang. ia sama sekali tidak menyangka jika putrinya akan bereaksi seperti ini.
" ghea.! bryan mencoba meraih tangan istrinya namun karna rasa takutnya dan psikisnya yang sedang terganggu membuat ghea menepis keras tangan bryan karna perasaan takutnya akan mereka yang masih ingin memaksanya untuk melakukan operasi
bryan selaku suaminya pun mencoba untuk menenangkan ghea namun usaha keduanya tidak membuahkan hasil karna psikis ghea yang sedikit terganggu membuatnya rasa takut berlebihan.
" pergi.! teriak ghea dengan histeris sambil menghentak-hentakkan kakinya. meminta kedua pria itu untuk pergi dari hadapannya.
mendengar teriakan seorang dokter langsung masuk untuk memeriksa kembali keadaan ghea yang berbeda pengecekannya tadi.
diluar ruangan rizal dan bryan tengah menunggu cemas menanti kabar baik yang diberikan dokter.
" bagaimana keadaan ghea.! tanya daniel yang baru saja sampai.
daniel menghampiri rizal mengambil posisi duduk disampingnya.
__ADS_1
setelah duduk disamping rizal, daniel merasakan tarikan napas pamannya dengan ekspresi wajah yang begitu putus asa dengan keadaannya sekarang.
rizal menceritakan apa yang hampir terjadi pada putrinya karna keegoisannya yang tetap memaksakan kehendaknya meskipun ghea sudah menolak dengan tegas.
daniel menarik napas panjang.
" aku akan bicara dengan kak ghea.! ucapnya penuh keyakinan. kali ini ia akan bicara dengan kaka sepupunya itu bukan untuk membujuknya setuju untuk operasi melainkan untuk mengutarakan permintaan maaf daddy dan suaminya atas paksaan mereka, daniel akan menjamin jika kedua pria itu tidak akan lagi memaksa ghea, mau tidak mau mereka harus mau menerima semua keputusan yang diambil ghea.
rizal setuju ia justru akan sangat berterima kasih jika daniel mau membujuk putrinya, daniel adalah satu-satunya orang kepercayaan yang bisa ia andalkan untuk menghandel kedua putrinya saat dirinya sudah tidak bisa menghandel keduanya.
daniel masuk ke kamar ghea, ia menatap sendu kaka sepupunya yang sedang duduk merangkul kedua kakinya membenamkan wajahnya menutupi kesedihan yang sedang dirasakannya.
daniel perlahan mendekatinya.
" kak ghea.! sapa daniel saat sudah berdiri tepat disamping ranjangnya.
mendengar suara yang sangat dikenalinya membuat ghea mendongkak menatap pria disampingnya, bukan ekspresi marah ataupun kecewa justru tatapan sendulah yang dipancarkan ghea pada adik sepupu yang begitu dekat dengannya.
__ADS_1
" daniel.! panggil ghea dengan lirih. seketika ghea langsung memeluk tubuh daniel mencurahkan semua rasa sedih dan kecewanya.
sebagai adik yang begitu menyayangi kakanya, daniel menerima pelukan ia tidak ingin membicarakan dulu tujuannya yang ingin dilakukannya sekarang adalah memberikan tempat nyaman berkeluh kesah bagi ghea setelah perasaan kembali normal maka ia akan bicara.