
" huft.! ghea menarik napas panjang dengan keadaannya sekarang yang ada diluar karna diusir akibat pertikaian suami dan daddy.
ghea menatap kesal kedua pria didepannya yang masih melemparkan tatapan tajam, ia menghentakan kaki lalu pergi dengan perasaan kesalnya.
ghea melirik kebelakang sambil mendengus kesal
" kalian berdua menyebalkan.! ucapnya dengan sedikit berteriak.
" ghea.! panggil kedua pria itu dengan sedikit berteriak. ghea yang masih kesal tidak menyahuti panggilan mereka ia terus berjalan dengan perasaan kesalnya. ia lebih memilih pergi daripada harus terus dibuat kesal oleh tingkah kedua pria itu.
bryan dan rizal berlari kecil mengejar ghea yang sudah tidak terlihat oleh mereka.
rizal dan bryan mengambil posisi duduk dengan napas yang terengah-engah sambil menatap tajam wanita didepannya yang sedang santai menikmati es krim sedangkan mereka sejak tadi sudah pusing tujuh keliling mencari-carinya dengan perasaan khawatir akan terjadi sesuatu padanya diusia kehamilan yang sudah besar.
melihat kedua pria yang begitu menyebalkan didepannya, ghea membuang muka enggan menatap mereka, ia benar benar sudah dibuat kesal dengan tingkah kekanak-kanakan mereka yang membuat mereka diusir dari bioskop.
ghea yang hendak pergi tangannya dicekal rizal membuatnya dengan terpaksa kembali duduk sambil cemberut sebagai pemberontakan rasa kesalnya.
__ADS_1
" duduk.! titah rizal dengan tegas memasang wajah datarnya.
ghea mendengus kesal, dengan terpaksa ia kembali duduk.
" ada apa lagi.? ketusnya sambil mengetuk-ngetuk meja.
" daddy minta maaf.!
" hmmmm.!
" hmmm doang ngga ada jawaban lain.!
" namanya juga khilaf.! sahut rizal sambil mencubit gemas bibir ghea. entah kenapa melihat tingkah putrinya selalu membuatnya gemas sendiri, akhir-akhir ini sikap ghea seperti anak kecil yang membuatnya teringat dengan sikap kekanak-kanakan gaby putri keduanya.
" daddy.! pekik ghea sambil memegang bibirnya.
" benar kan bryan.! ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu bryan. mendapati hal itu membuat bryan kembali mendengus kesal. dengan terpaksa ia iyakan saja semua perkataan mertuanya daripada terjadi pertikaian lagi lebih baik baginya menurut saja.
__ADS_1
setelah pembicaraan itu mereka bertiga memutuskan untuk pergi berbelanja melengkapi kebutuhan baby twins yang masih kurang.
kedua pria itu terdengar beberapa kali menarik napas panjang dengan langkah gontai terus mengikuti seorang wanita yang masih sibuk berkeliling, karna sudah hampir satu jam mereka mengelilingi mall menemani ghea yang masih antusias membeli beberapa barang pelengkap. sepertinya memang tidak ada kata melelahkan bagi wanita jika menyangkut belanja
" sayang.! ucap bryan dengan lirih sedikit membungkuk memasang wajah melasnya. ghea menoleh sekilas menatap kedua pria yang terlihat sudah kelelahan karna diajak berkeliling belum lagi tangan mereka yang terasa pegal karna menjinjing-jinjing tas belanjaan dengan keadaan daddy dan bryan yang meminta ghea untuk berhenti tapi wanita itu mengacuhkan keluhan mereka ia kembali berjalan mendekati pemandangan yang menakjubkan matanya.
" rasain tuh emang enak kalian aku kerjain.! desis ghea sambil menyeringai licik karna aksinya untuk mengerjai suami dan daddynya berjalan lancar. anggap saja ini sebagai sedikit pengajaran untuk kedua pria itu agar tidak melakukan hal kekanak-kanakan yang berujung begitu memalukan baginya.
rizal dan bryan menatap kesal ghea merutuki kebodohan mereka yang mengajak ghea berbelanja sebagai ungkapan permintaan maaf mereka pada ghea.
" mau kemana.! ghea menatap bingung suaminya yang terus mengikutinya sampai depan toilet wanita.
" kamu mau kemana.!
" toilet.! ghea menujuk ke arah toilet wanita.
" ohhh.! sahut bryan sambil mengangguk pelan.
__ADS_1
ghea mengeryitkan kening sambil mengaruk-garuk kepala dengan tingkah membingungkan suaminya.
ghea mengangkat kedua bahunya, membalik tubuhnya lalu kembali berjalan kearah toilet namun lagi-lagi langkahnya terhenti karna bryan masih mengikutinya.