
" kalo kamu lagi kangen, kamu tinggal main aja ke apartement atau kantor bryan karna kaka akan bekerja disana.! ucapnya seraya tersenyum.
ghea menatap bryan dan bryan hanya mengangguk kecil.
" kenapa tidak tinggal di mansion daddy.?
maya mengelengkan kepala.
" aku pengen belajar hidup mandiri.!
rizal yang sejak tadi diam saja kini ia ingin menyuarakan pendapatnya.
" ghea! kita harus bisa menerima keputusan maya karna dia sudah dewasa untuk mengambil keputusan dalam hidupnya.! ucap rizal.
sebelum pergi maya memeluk erat ghea seolah enggan untuk melepaskan pelukan nya.
ghea dan bryan menatap punggung mereka yang mulai menghilang dari balik pintu.
" apa posisi kak maya dalam kantor mu.! tanya ghea tiba-tiba.
" sekretaris.! jawab singkat bryan.
" sekretaris? tapi kenapa kak maya lebih memilih bekerja di kantor bryan daripada kantor daddy.! batin ghea.
__ADS_1
" sudahlah sebaiknya kita pergi ke kamar.! ucapnya seraya mengedipkan mata genitnya
ghea mengerucutkan keningnya.
" ke kamar untuk apa.?
" tentu saja untuk menengok anak-anak ku.! sahut bryan yang langsung di iringi senyuman liciknya.
ghea mendorong tubuh kekar bryan lalu mengelengkan kepala nya.
" tidak! semalam kan kita sudah melakukan nya kenapa harus lagi.! sahut ghea seraya berjalan ke ruang tengah.
" come on ghea ayolah.! bujuknya sambari menyusul langkah ghea.
" tidak hari ini, aku sedang lelah.! ghea duduk di sofa mengambil remot lalu menyalakan tv.
bryan yang tidak bisa menerima penolakan dari ghea dengan cepat mengendong dan membawanya pergi menuju kamar.
" bryan turunkan aku.! pinta ghea mencoba melepaskan diri dari gendongan bryan.
" tidak akan.! tegasnya.
" turunkan! aku malu di liat mereka.! ghea menunjuk pada beberapa pelayan yang melihat tingkah mereka.
__ADS_1
" tidak perlu malu mereka pasti mengerti maksudku.! belanya.
.
.
di dalam mobil.
rizal memegang tangan maya melemparkan senyuman bahagia pada putrinya.
" daddy sangat bangga dengan keputusan mu.! pujinya sambil mencium punggung tangan maya.
maya membalas senyuman rizal lalu ia memeluk erat tubuh daddy nya.
" aku harus memutuskan ini demi kebahagiaan kita semua.!
setelah melakukan perjalanan hampir empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai di apartement maya yang letaknya tak jauh dari mansion adhitama, maya sengaja memilih apartement yang dekat dengan mansion daddy nya agar jika ia sedang meridukan rizal, maya tinggal langsung datang menemuinya tanpa harus menempuh perjalanan jauh. memutuskan ini demi kebahagiaan kita semua.!
setelah melakukan perjalanan hampir empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai di apartement maya yang letaknya tak jauh dari mansion adhitama, maya sengaja memilih apartement yang dekat dengan mansion daddy nya agar jika ia sedang meridukan rizal, maya tinggal langsung datang menemuinya tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
setelah sampai di depan apartement, mereka bertiga keluar dari mobil menuju kamar maya.
doni yang di berikan tugas untuk mengantarkan maya dan papa mertuanya ke tempat apartement yang akan di tempati maya selain mengantarkan doni juga di berikan tugas untuk membantu maya mengurus untuk keperluan sehari-harinya.
__ADS_1
saat mereka sudah berada di dalam lift dan menekan tombol, tiba-tiba seorang pria menekan tombol lift yang hendak tertutup agar terbuka kembali, melihat pintu lift terbuka pria itu langsung masuk dan tentu saja ia tersontak kaget melihat pria parubaya yang sedang di dalam lift.
ryan menatap rizal dari atas sampai bawah sedangkan yang di tatap membuang muka karna malas melihat wajah pria yang pernah berani mengancam putri nya.