
ghea yang sudah selesai berganti pakaian, ia segera kembali ke tempat duduknya, menatap suami yang sudah tertidur pulas dengan bersender.
ghea menghela napas lega, karna jika bryan tertidur itu artinya kejadian tadi tidak akan terulang lagi.
ghea berjalan mengendap-endap agar tidak membangunkan'nya.
ghea menatap wajah tampan suaminya.
" sebenarnya kita akan pergi kemana sih.! lirih ghea. perlahan ia menutup matanya mencoba untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya.
baru saja ghea menutup matanya, ia merasakan ada sesuatu yang memeluk erat dirinya.
ghea membuka matanya, melihat tangan bryan yang melingkar di tubuhnya.
" kejadian tadi akan ku ulangi! tapi bukan disini tempatnya.! bisik bryan. dengan mata yang masih tertutup.
" ckk..saat tidur saja dia masih memikirkan hal seperti itu.! decak ghea.
Raut kesal ghea berubah jadi bingung saat mengingat tentang kaka nya maya.
__ADS_1
ghea memutar bola matanya seraya berpikir kemana dan dengan siapa maya pergi jika bryan ada bersamanya.
" bagaimana dengan kak ay.?
" tenang saja! dia aman bersama doni.! sahut bryan dengan mata terpejam.
.
.
Mansion Richard.
semua barang-barang di mansion tergeletak berantakan karna maya melempar semua barang-barang yang ada di mansion.
maya melempar bantal tepat ke arah doni.
" katakan dimana bryan dan ghea? kemana mereka pergi berlibur.? maya berteriak seraya melempar kembali bantal-bantal yang ada di sampingnya.
tangan doni terus berusaha menghalau barang-barang yang terlempar ke arahnya.
__ADS_1
" saya tidak tahu nyonya! tuan bryan tidak mengatakan apapun padaku.! ucap doni dengan jujur. karna memang sebenarnya ia tidak tahu kemana tuan'nya pergi, ia tidak di beritahu apapun, hanya di perintahkan untuk menyiapkan segala kebutuhan keberangkatan mereka.
" jangan bohong! aku yakin kau tahu.! maya kembali berteriak. matanya mencari-cari barang yang ingin di lemparnya kembali.
" nyonya aku mohon! jangan bersikap seperti ini.! pinta doni dengan tangan yang tertaut. segala cara ia coba lakukan tapi wanita yang ada di hadapan'nya itu sulit untuk di tenangkan dan tidak terkendali.
maya menatap sinis asisten pribadi suaminya.
" kau dan bryan sama saja! kalian sama-sama pria brengsek yang sudah membohongi ku.! cecar maya.
maya terus melemparkan semua barang-barang sebagai pelampiasan kemarahan'nya pada bryan dan doni.
tidak ada yang mau membantu doni menenangkan maya karna mereka takut saat melihat amarah istri tuan'nya itu.
bahkan saat para pengawal ingin menghentikan amarahnya, justru maya malah mengancam akan menyakiti dirinya sendiri hingga membuat para pengawal tidak berani menghentikan amukan itu, mereka memilih mengamati agar istri tuan'nya tidak melakukan hal nekat.
tentu saja hal seperti ini membuat doni kesal karna ia yang menjadi korban amarah nyonya maya, para pengawal dan pelayan hanya terus menatap seraya tersenyum cekikikan melihat raut wajah doni yang pasrah terkena amarah dan benturan barang-barang yang di lemparnya.
doni terus memberikan kode pada para pelayan di mansion, tapi tidak ada satupun dari mereka yang bersedia membantu.
__ADS_1
maya memang melemparkan banyak barang-barang tapi ia hanya melempar barang yang tidak berbahaya, seperti bantal, majalah, buku, surat dan barang-barang ringan lain'nya.