
kini mereka berempat tengah menatap kedalam sebuah ruangan, menatap bahagia bayi kembar cowo yang tertidur pulas disebuah kotak kaca yang memberikan mereka kekuatan untuk bertahan.
ke empat pria itu menatap dengan berkaca-kaca, sedih tentu saja bagaimana tidak bersedih dengan kondisinya sekarang, ghea masih terbaring koma dan kedua bayinya harus menetap sementara waktu diruang ingkubator sampai kondisi mereka benar-benar stabil.
ingin rasanya bryan sebagai ayah memeluk dan mencium kedua putranya, penantiannya akhirnya berakhir tapi ini semua tidaklah sesuai dengan rencananya, penantian itu masih harus menunggu sampai semuanya benar-benar bisa ia lakukan.
" dokter berapa lama mereka harus menetap diruangan ini.! tanya bryan yang begitu sudah tidak sabaran.
" maaf pak kami belum bisa memastikkannya tapi jika keadaan mereka sudah membaik maka mereka akan segera diperbolehkan untuk pulang.! jelasnya.
__ADS_1
" bagaimana dengan ghea apakah ada kemungkinan ia bisa secepatnya bangun dari koma.! tanya rizal tanpa menatap sang dokter matanya masih fokus melihat kedua cucunya.
" kemungkinan itu bisa terjadi jika kondisi bu ghea semakin membaik setiap harinya! kami akan terus berusaha yang terbaik untuknya, tapi semua itu tidak akan lengkap tanpa doa dan dukungan dari kalian sebagai keluarga yang penuh cinta.! jelasnya lagi.
bryan dan rizal kini sedang berada diruangan yang sama yaitu dikamar ghea, setiap harinya mereka berdua selalu datang untuk melihat kedaan ghea bahkan kadang keduanya akan menginap jika masih merindukan wanita yang masih terbaring koma.
tiga bulan berlalu..
pernah sekali rizal marah besar pada semua dokter dan rumah sakit karna tak kunjung ada perubahan pada kondisi putrinya bahkan rizal pernah hampir akan menuntut rumah sakit beserta pihaknya karna saking frustasinya rizal, bagaiman ia tidak frustasi jika sudah dua bulan lamanya ghea belum sadarkan diri juga dari komanya. tapi semua itu tidak terjadi karna daniel berhasil meredam amarah pamannya.
__ADS_1
Mansion richard
bryan tengah asik bermain dengan kedua putranya, ya kedua putra kembarnya yang sudah menginjak usia tiga bulan meskipun mereka tumbuh tanpa kehadiran ghea disamping mereka, meski tumbuh tanpa kehadiran ghea tidak menganggu tumbuh kembang putra kembarnya.
kini kedua putranya bahkan sudah bisa tengkurap dan merangkak membuat bryan kelelahan karna harus mengawasi kedua putranya selama dua puluh empat jam tanpa melepaskan perhatiannya sedikit pun, meski bryan dibantu kedua baby sister untuk menjaga mereka tetap saja masih terasa kurang karna sosok ghea sebagai ibu yang tidak ada untuk melihat tumbuh kembang kedua putranya, bahkan bryan sering menangis saat melihat kedua putranya entah kenapa melihat mereka membuatnya teringat pada ghea yang masih terbaring koma sampai sekarang.
bryan menyeka air matanya, ia segera berlari kencang saat melihat salah satu putranya hendak memakan sesuatu yang berada dilantai, dengan sigap ia mengambil remahan itu membuangnya ke tempat sampah hal itu membuat putranya menangis kejer, dengan sigap bryan mengendongnya berusah menenangkannya agar berhenti menangis.
melihat kejadian itu babysister yang bertugas menjaganya, langsung menghampiri bryan dengan rasa bersalah karna sudah teledor menjaganya.
__ADS_1
" biar saya saja tuan.! ucap babysister dengan terbata, ia sangat takut jika bryan akan memarahinya.
bryan tidak menyahutinya, ia memberikan tatapan tajam pada babysister itu yang membuatnya langsung tertunduk malu.