
" ckk.. kenapa kau bergeser! Aku hanya ingin mengambil handuk.! Ucap bryan seraya membuka lemari dan mengambil handuknya tanpa melihat ke dalam lemari.
Ghea yang menyadari yang di ambil bryan bukanlah handuk, ia hanya tersenyum tipis
Bryan yang melihat ghea tersenyum hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang bingung dengan sikap ghea yang malah tersenyum.
bryan yang enggan peduli mulai melangkahkan kakinya menuju bathroom tapi ia berhenti tepat di samping ghea dengan membisikan sesuatu.
" ternyata kau lumayan juga.! Bisik bryan dengan senyuman liciknya, lalu bryan melanjutkan langkahnya.
Deg..
Setelah satu jam bryan berada di kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus menyalurkan hasratnya, saat hendak mengambil handuk yang di bawanya ia begitu terkejut melihat yang di bawanya bukanlah handuk melainkan kemeja.
bryan yanh bingung harus melakukan apa, terus mondar-mandir di kamar mandi, pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya ia keluar tanpa harus mempermalukan dirinya di depan ghea.
" bagaimana ini! Apa aku harus meminta bantuan ghea untuk mengambilkan handuk.! Lirih bryan seraya memijat kepalanya.
Bryan berdecak kesal dengan keadaannya sekarang.
__ADS_1
Bryan yang pasrah, mau tidak mau bryan menjadikan kemeja sebagai handuknya karna tidak mungkin baginya keluar tanpa mengenakan apapun. gimana pandangan ghea padanya nanti saat melihatnya tidak mengenakan apapun.
Bryan membuka pintu perlahan, menatap sekeliling, sorot matanya tertuju pada seseorang yang sudah tertidur pulas di atas ranjang.
bryan jalan perlahan keluar dari bathroom namun langkahnya terhenti saat melihat handuk yang sengaja di sangkutkan di pegangan pintu bathroom.
dengan segera bryan mengambil handuknya, lalu kembali masuk ke bathroom untuk mengenakannya.
Ceklekk..
Setelah keluar dari kamar mandi, bryan menatap ghea yang tertidur pulas.
" terima kasih.! Lirih bryan yang masih menatap ghea.
bryan mencuri-curi pandang pada ghea, dalam lubuk hatinya ingin sekali rasanya ia memeluk dan mencium anaknya yang kini berada di perut ghea.
" apa aku harus melakukannya! Tapi bagaimana jika ghea terbangun.! Lirih bryan seraya mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" entah kenapa aku sangat ingin memeluk ghea.! Lirih kembali bryan seraya berjalan ke tempat tidurnya.
__ADS_1
bryan yang tidak ingin sampai dirinya terus terjaga, memilih untuk menyingkirkan gengsinya.
Kini bryan sudah berbaring di sebelah ghea, perlahan tangannya mulai melingkarkan tanganya di perut ghea meskpun dengan sedikit keraguan.
" tubuhnya harum sekali.! Guman bryan yang mulai memejamkan kembali matanya
.
.
.
Keesokan harinya..
bryan yang sudah terbangun dari tidurnya, lalu menyandarkan tubuhnya di headboard menatap ghea yang sedang menyisir rambutnya di cermin meja rias.
bryan yang terus menatap ghea, ia sedikit terkejut dengan tanda merah di leher ghea yang bahkan sepertinya ghea sendiri belum menyadarinya.
Bryan mengucek matanya beberapa kali untuk memastikkan kembali yang di lihatnya. setelah berhasil melihat dengan jelas bryan segera turun dari ranjangnya dan bergegas masuk ke bathroom.
__ADS_1
" apa aku melakukannya tadi malam! tapi bagaimana bisa, bagaimana jika maya melihatnya.! Celoteh bryan yang sudah berada di bathroom.
" s**l kenapa aku tidak bisa mengendalikannya.! Gerutu bryan seraya memukul-mukul keningnya karna merutuki kebodohannya yang sudah ingkar janji.