
bunga-bunga yang indah dan cantik tertata rapi di sekitaran restoran yang di padukan dengan berbagai lampu dan hiasan yang tak kalah indah, kesesuain tata letak dan kecocokan paduan warna membuat semuanya terlihat luar biasa, unsur dekor romantis dengan alunan musik yang terus bergema menambah suasana semakin romantis.
ghea yang melihat restoran yang sangat mewah dengan berbagai dekorasi yang cantik dan sangat sempurna membuatnya merasa kagum dengan persiapan malam ini.
bryan memegang tangan wanitanya untuk berjalan bersama ke meja yang sudah di hias dengan sebegitu indahnya.
" bagaimana? sangat indah dan cantik bukan, aku juga ikut serta dalam mendekornya.! ucap bryan. menatap bahagia sekeliling restoran yang terlihat indah.
ghea tersenyum bahagia seraya terus menatap bryan yang tengah menuntun'nya berjalan melangkah ke meja yang tak jauh.
tidak ada kata ataupun kalimat yang keluar dari mulut mereka, hanya saling tersenyum dan menatap untuk mengatakan perasaan mereka masing-masing.
setelah mereka menempati salah satu meja, para pelayan dengan segera menyiapkan semua makanan yang sudah di pesan'nya.
semua makanan favorit mereka berdua tengah di susun rapi di meja dengan di iringi alunan musik yang di mainkan band.
__ADS_1
ghea melirik sekeliling, menatap betapa indah semua dekorasi yang sudah di persiapkan sejak lama.
" apa ini semua sudah di rencanakan.! tanya ghea seraya menatap bahagia bryan.
" tentu saja! aku sudah menyiapkan semuanya secara sempurna, aku jamin tidak ada kekurangan di acara makan malam kita.! ucapnya penuh keyakinan seraya mengenggam tangan ghea.
" terima kasih.! lirih ghea yang tersenyum bahagia, matanya sampai berkaca-kaca melihat kejutan yang di berikan bryan untuknya.
" setelah selesai makan aku ingin mengatakan sesuatu padamu.! ucapnya
ghea tersenyum lalu mengangguk.
setelah selesai makan, bryan mengeluarkan kotak kecil dari kantong jas, lalu ia meletakan'nya di hadapan ghea.
bryan membuka kotak kecil yang memperlihatkan satu buah cincin berlian yang terdapat inisial huruf g kecil.
__ADS_1
" aku-.! ucap bryan yang terhenti karna suara ponsel nya.
bryan berdecak kesal seraya melihat ponselnya, ia tidak menjawabnya karna telepon dari orang yang tak di kenal.
" kenapa tidak di angkat.!
" tidak penting.!
saat bryan hendak bicara ponselnya kembali berdering, bryan yang sudah sangat kesal mau tidak mau mengangkat telepon tersebut agar tidak menganggu nya nanti.
bryan yang sudah mengangkat telepon, raut wajahnya berubah jadi cemas setelah mengangkat telepon dari polisi yang mengabari jika maya masuk penjara karna berbuat onar di klub malam.
" kita harus pergi ke kantor polisi! maya ada disana.! ucapnya dengan raut wajah yang khawatir dan panik seraya memegang tangan ghea
ghea tidak berkata apapun, berjalan mengikuti bryan dari belakang dengan perasaan cemas dengan keadaan maya yang sedang berada di kantor polisi, hatinya bertanya-tanya apa yang menyebabkan maya bisa berada di kantor polisi.
__ADS_1
selama di perjalanan menuju kantor polisi, bryan terlihat sangat khawatir dan panik dengan keadaan maya, bryan terus mencoba menghubungi doni berkali-kali tapi asisten'nya itu tidak menjawab telepon'nya sama sekali, membuat keadaan bryan menjadi tambah kesal, bahkan ia sampai memukul kendali setir beberapa kali karna kesal.
" sial! kenapa doni tidak menjawab telepon'nya.! ucap bryan dengan kesal.