
ghea terus menonton beberapa video baby twins dari mulai usia 2 minggu sampai 3 bulan, tangisnya tak berhenti menetes, senyum bahagianya terus terpancar akan aksi gemas baby twins.
bryan tersenyum lalu menyeka air mata ghea, menatap bahagia tangis dan senyum istrinya disaat bersamaan, ia mencium pipi ghea lalu membelai halus rambutnya.
ia mendekatkan bibirnya ditelinga ghea, membisikkan sesuatu padanya.
" bagaimana apa kamu menyukai namanya.! tanya bryan yang mendapati reaksi ghea setelah membisikkan kedua nama putra kembarnya pada ghea.
ghea mengangguk kecil.
" bagus namanya sangat cocok untuk mereka.! sahutnya. " tapi apakah tidak masalah memberikan nama yang hampir sama, hanya satu huruf belakang yang membedakan nama mereka berdua.! sambungnya sambil berpikir. ia sedikit cemas dengan kesamaan nama mereka hanya satu huruf yang menjadi pembeda tapi tetap saja kan satu huruf saja berhasil membuatnya cemas.
bryan menarik napas panjang akan kecemasan ghea yang berlebihan.
" kamu jangan berlebihan seperti itu! aku yakin tidak akan ada masalah kedepannya berhentilah cemas berlebihan.! titah bryan.
ghea, bryan dan rizal tengah membantu ghea bersiap-siap untuk pulang kembali ke mansion, ghea ingin secepatnya pulang ia tidak sabar untuk bertemu dengan kedua putranya semenjak mereka lahir ghea sama sekali belum melihat mereka, seperti apa wajah lucu mereka tentu saja membuat ghea begitu penasaran jika hanya melihat melalui video dirasanya tidak puas.
" sayang kamu yakin mau pulang sekarang.! tanya bryan sambil menepuk bahu ghea menyadarkan istrinya dari lamunan yang sejak tadi membayangkan betapa lucunya wajah baby twins.
__ADS_1
ghea mengangguk kecil.
" aku udah ngga sabar pengen ketemu baby twins.! ucapnya sambil tersenyum tipis.
" apa sebaiknya kamu pulangnya besok aja! kamu baru bangun dari koma masih butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk-.! ucapnya yang terhenti karna ghea memegang tangannya.
" daddy please.. aku pengen secepatnya melihat baby twins.! jawabnya sambil memasang wajah melas dengan tangan yang saling tertaut meminta izin untuk diperbolehkan pulang.
" tapi..!
" daddy tidak perlu khawatir aku sudah baik-baik saja! daddy lihat sendiri aku sudah terbangun dari koma itu artinya kesehatan ku sudah membaik.! jelasnya mengingatkan kembali perkataan dokter pada mereka.
" dasar keras kepala.! desisnya sambil mencubit gemas pipi ghea. ia sangat merindukan aksi jailnya itu, mencubit gemas pipi kedua putrinya sudah menjadi kebiasaan bagi rizal.
" daddy dan gaby lebih keras kepala dariku.! sindirnya sambil cengar-cengir.
" gaby.! lirih rizal.
" apa daddy merindukan gaby.!
__ADS_1
" sangat..sangat merindukannya.! sahutnya dengan lesu.
" sayang aku membawakan kursi roda untukmu.! nimbrung bryan sambil mendorong kursi roda kearah ranjang ghea.
sontak ghea dan rizal menoleh kearah sumber suara.
" untuk apa.?
" untuk kamu pakai.!
" tidak perlu aku masih sanggup berjalan.! sahutnya sambil beranjak dari ranjang.
bryan menahan tubuh ghea sambil mengeleng-gelengkan kepala.
" eitss..tidak ada penolakan! dari kamar rawatmu menuju pintu depan rumah sakit sangat jauh, aku tidak mau kamu kelelahan karna berjalan jadi gunakan kursi rodanya.! cecarnya membuat ghea menarik napas panjang tidak bisa menolak permintaan paksa suaminya.
" tapi ini berlebihan, benar kan dad.!
" tidak ada yang berlebihan! pakai saja kursi rodanya jangan terus memberontak kami.! titahnya dengan ketus sambil menatap tajam ghea.
__ADS_1