
ghea tersenyum licik.
" kalo begitu berikan ponsel mu atau mau merasakan pukulan dari peraih sabuk hitam pencak silat.! ucap ghea dengan kepalan tangan yang siap memukul.
doni mengerutkan keningnya menatap ghea dari atas sampai bawah.
" anda nyonya pemegang sabuk hitam.! ucapnya tidak percaya doni ragu dengan ucapan istri bosnya.
" apa kamu tidak mempercayai perkataan ku.! ucapnya penuh keyakinan mengambil ponsel miliknya lalu menujuk kan foto dirinya dengan sabuk hitam dan piala kemenangan.
" apa sekarang kamu percaya.!
doni hanya mengangguk menyahuti ucapan ghea ia masih takjub dengan gelar sabuk hitam yang di pegang istri tuan nya.
ghea tersenyum akhirnya ia bisa menipu doni dengan gelar bohongnya.
" sekarang cepat berikan ponsel mu.! pinta ghea dengan memaksa.
" tapi nyonya bagaimana jika tuan bryan marah karna anda menggunakan ponsel ku untuk menelepon padahal tuan sudah melarang ku.! lirih doni rasa takut dan gugup di rasakan nya dengan posisi tak menguntungkan di satu sisi takut terkena pecat di sisi lain takut jika akan dijadikan bahan pukulan karna tidak menuruti perintah ghea.
__ADS_1
ghea mengambil paksa telepon doni dari tangan kiri nya.
" katakan saja jika aku merebut paksa ponselmu! aku yakin dia tidak akan berani marah padaku.! ujarnya sambil terus berusaha menghubungi no bryan yang tersimpan di ponsel doni.
" aku rasa ucapan nona ghea benar juga! aku tinggal mengatakan pada tuan jika ponsel ku di ambil paksa dengan begitu aku tidak akan di pecat plus tidak menjadi bahan pukulan nona ghea.! batin doni sembari bergidik ngeri melihat kegarangan di wajah nona ghea raut wajah yang sepertinya sudah tidak sabar ingin menerkam musuh dengan tangan nya.
.
.
maya melirik ponsel bryan yang sejak tadi terus berbunyi.
" bryan kenapa tidak mengangkat telepon nya.! beritahu maya saat melihat tertera nama doni di layar ponselnya.
" biarkan saja itu pasti ghea yang menelpon.?
" kenapa begitu yakin jika ghea lh yang menelepon.! telisik maya.
" doni tidak akan berani menelepon karna aku sudah memerintahkan nya untuk tidak menelepon sebelum aku yang menelepon nya.!
__ADS_1
maya mengangguk paham ia kembali melihat melalui kaca spion terlihat jelas jika para penjahat itu masih mengejar mereka sejak tadi.
" sepertinya mereka tidak akan menyerah dengan mudah.! ucapnya sambil melirik ke arah bryan yang terlihat cemas.
" seberapa lama kita akan terus menghindar dari mereka.!
" sampai mereka menyerah.! tegas bryan semakin menambah kecepatan mobilnya saat melihat para penjahat semakin mendekati mobilnya.
" mereka tidak akan semudah itu menyerah! apa sebaiknya kita kembali ke mansion.! ujar maya yang terlihat lelah terus duduk di dalam mobil sejak tadi.
" tidak! bagaimana jika mereka melakukan hal yang sama pada ghea.! lirih bryan rasa khawatir dan cemas terus mendatanginya saat mengetahui musuh lama nya telah kembali untuk mengincar dirinya dan keluarga.
" lalu apa yang akan kita lakukan membiarkan ghea terus di mansion sendiri tanpa ada kamu disana.! ujar maya.
" aku malah lebih takut jika kita kembali ke mansion maka mereka akan menyusup masuk.! imbuhnya.
" tapi kita tidak mungkin terus menghindari mereka seperti ini.!
" aku tidak menghindar hanya mengulur waktu untuk menjalankan rencana ku.! ucap bryan penuh penekanan sambil menarik penyadap yang tersimpan di dekat kendali setir mobilnya.
__ADS_1
" apa itu penyadap.?
" aku sudah menduga ini! mereka meletak kan banyak penyadap di dalam mobilku.! ucap bryan dengan nada kesal melempar beberapa penyadap yang sudah ia rusak