
" kenapa terus mengikutiku! aku hanya ingin pergi ke toilet.! ucap ghea dengan sedikit ketus. hal ini benar-benar membuatnya kesal dimana dirinya harus terus diikuti padahal hanya pergi ke toilet sebentar.
" memangnya kenapa? aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu padamu! bagaimana jika didalam toilet nanti ada kecoa.! Sahut asal bryan membuat ghea kembali bingung akan jawaban suaminya.
" terserah.! desis ghea sambil mengibaskan tangannya. ia tidak mau ambil pusing. terserahlah jika suaminya itu ingin mengikutinya daripada ia harus berdebat panjang lebar yang akan membuat moodnya semakin ancur.
bryan menunggu istrinya didepan pintu toilet wanita membuatnya menjadi bahan perbincangan setiap wanita yang masuk dan keluar toilet memiliki sikap cuek sungguh menguntungkan bagi bryan untuk tidak memperdulikan tanggapan para wanita itu padanya.
bryan menunggu sembari memainkan ponselnya sedangkan rizal baru saja pamit pulang terlebih dahulu karna ada masalah penting yang menunggunya.
bryan yang fokus bermain ponsel dikejutkan dengan suara teriakan seorang wanita yang entah darimana asal suaranya, bryan menyimpan ponselnya menatap kesekeliling mencari sumber suara namun ia tidak menemukan sesuatu yang aneh. saat bryan hendak kembali mengambil ponsel suara teriakan itu kembali terdengar suara kali ini begitu jelas ditelinganya membuatnya tersadar akan suara siapa yang didengarnya tadi.
" ghea.! pekik bryan yang sontak menjatuhkan semua paperbag ditangannya tanpa ragu-ragu ia masuk kedalam toilet untuk memastikkan keadaan ghea. dan benar saja saat ia masuk melihat keadaan istrinya yang sudah terkapar dilantai dengan cairan bening yang mengelilinginya membuat bryan bingung akan apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1
" kenapa? apa yang sakit.! tanya bryan dengan gusar sambil meneliti tubuh istrinya mengecek apakah ada sesuatu yang terjadi padanya hingga seperti ini.
" cepat!! air ketubanku pecah.! ucap ghea sambil menunjuk ke cairan yang menggenang didekatnya.
dengan sigap bryan mengendong ghea dengan gusar membawanya segera pergi dari pusat perbelanjaan menuju rumah sakit.
" aaaaaa sakit.! jerit ghea sambil mencengkram keras punggung bryan membuatnya harus meringis menahan sakit akibat cakaran jari istrinya.
bryan mempercepat langkahnya menuju mobil ambulans yang baru saja sampai, saat didalam mobil ia berusaha menelepon daddy mertuanya untuk memberikan kabar ghea yang sepertinya akan segera melahirkan dalam waktu beberapa jam lagi.
" sakittt.! teriak ghea sambil memegang erat tangan suaminya. rasanya ia ingin melahirkan saja kedua bayinya sekarang.
" sabar ya sayang.! ucap bryan berusaha menenangkan, ia membelai rambut istrinya lalu mencium tangan dan pipi ghea memberinya kecupan semangat.
__ADS_1
" tunggu.! teriak seorang wanita saat melihat ambulans yang sudah pergi menjauh dari hadapannya.
remaja itu menatap nanar tas paperbag ditangannya, menarik napas panjang saat usahanya untuk mengembalikan barang-barang harus gagal karna pemiliknya sudah pergi ia bahkan tidak mengenal siapa orang itu.
" bagaimana aku mengembalikan barang-barang ini.! guman remaja itu namun masih bisa didengar olehnya.
remaja itu tampak diam mematung sambil berpikir akan ia apakan barang-barang yang tanpa sengaja ia temukan.
" de.! panggil seseorang dari dalam mobil yang tepat berhenti disampingnya. remaja itu menoleh kekanan mencari sumber suara.
" ade.! panggil pria itu sekali lagi. pria itu tersenyum saat remaja itu menoleh kearah yang benar.
" boleh saya minta barang-barangnya.! ucap doni dengan sangat sopan sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" hahhh.! sahut remaja itu yang tidak mengerti akan maksud dari pria tampan didepannya. ia malah mengaruk-garuk kepala karna tidak mengerti.
doni menarik napas panjangnya, kesal tentu saja kenapa ia harus berurusan dengan remaja sedikit tulalit.