
maya memeluk erat ghea seraya terus menangis di pelukan adiknya itu, menyesali semua yang pernah ia lakukan.
ghea melepaskan pelukan nya, menyeka air mata maya yang terus saja keluar.
" jangan menangis kak! kita lupakan saja semuanya, kita buka lembaran hidup baru dengan keluarga yang utuh dan harmonis.! ucapnya seraya menyeka kembali air mata maya.
" ghea maafkan aku ya! karna dendam aku sudah menjebak mu seperti ini.! lirih maya.
" aku dan daddy sudah memaafkan mu kak.!
maya menyeka sempurna air matanya.
" aku ingin bicara dengan bryan.! pinta maya.
kini maya dan bryan tengah duduk saling berhadapan di ruang kerjanya, bryan terus menatap maya yang sejak tadi menuduk'kan kepala nya, bryan tidak menanyakan apapun ia masih sabar menunggu kesiapan maya untuk memulai pembicaraan nya.
maya mengambil amplop coklat lalu memberikan nya pada pria di depan nya, bryan melirik amplop coklatnya lalu ia mengambil dan mulai membaca isi amplop coklatnya.
maya masih menunduk'kan kepalanya tangan nya *******-***** ujung bajunya menantikan reaksi yang akan di berikan bryan padanya.
bryan menatap maya dengan tatapan berkaca-kaca karna bahagia.
" apa kau sudah yakin dengan keputusan ini.! tanya bryan.
maya mengangguk lalu melemparkan senyuman.
__ADS_1
" aku sangat yakin dengan keputusan ku! karna aku tahu kalo kamu sudah tidak mencintaiku dan aku tidak ingin memaksakan ini.! ucapnya.
bryan yang sangat bahagia sontak membuatnya berdiri dan langsung memeluk maya dengan pancaran penuh kebahagiaan.
" terima kasih may.! seru bryan yang masih memeluk erat maya sebagai ungkapan rasa bahagianya.
maya mengusap punggung bryan, ia sangat bahagia melihat kebahagiaan di mata suaminya itu, membuat air mata maya kembali menetes saat bisa merelakan bryan untuk ghea meskipun hatinya belum sepenuhnya ikhlas tapi ia akan terus berusaha dan mencoba mengikhlaskan semuanya.
" bryan lepaskan pelukan mu! aku takut berubah pikiran karna pelukan ini.! goda maya.
mendengar ucapan maya membuat bryan langsung melepaskan pelukan nya.
maya memegang tangan bryan.
bryan mengaruk lehernya yang tidak gatal.
" itu..itu aku tidak tahu.!
maya mengerucutkan keningnya
" apa? kenapa tidak tahu.! tanya maya dengan tatapan heran karna melihat bryan yang gugup saat memintanya untuk menyatakan cinta nya pada ghea.
" bryan kamu harus cepat katakan padanya sebelum kamu menyesal saat melihat ghea di ambil alih oleh orang lain.! goda maya yang di iringi senyuman mengejek saat melihat ekspresi wajah bryan.
" tidak! aku tidak akan membiarkan itu.! sahut bryan dengan cepat.
__ADS_1
maya tersenyum bahagia
" sebelum menanda tangani surat perpisahan! aku ingin meminta sesuatu padamu.! Pinta maya dengan wajah melasnya.
" apa.!
.
.
" kenapa lama sekali, sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan.! tnya ghea pada diri sendiri.
" sabarlah ghea! mereka itu suami istri jadi wajar jika pembicaraan nya lama.! sahut rizal tanpa menatap ghea yang duduk di sampingnya, rizal fokus menganti-ganti channel tv.
" aku hanya takut.! ucapnya dengan ragu-ragu, sejak tadi ghea terus memainkan jari jemari nya menunggu selesainya pembicaraan mereka.
rizal menoleh ke samping, tersenyum meledek melihat ekspresi ghea yang sepertinya merasa cemburu.
rizal mencubit dan memainkan pipi ghea dengan gemas.
" apa putri ku sedang cemburu.! ejek rizal.
ghea mengusap pipinya yang terasa sakit karna cubitan daddy nya.
" daddy sakit.! ketus ghea menatap kesal kebiasaan daddy nya yang selalu saja mencubit pipinya.
__ADS_1