
Ghea yang sudah lama menunggu membuatnya mengantuk dan tertidur di sofa.
bryan melirik ke arah ghea, di lihatnya wanitanya sedang tertidur pulas. bryan mendekati ghea lalu memindahkan'nya ke kasur.
setelah memindahkan ghea ke kasur, bryan ikut tidur di samping ghea, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, lalu ia mulai mencium kening, bibir dan perutnya secara bergiliran seraya terus memandangi ghea yang tertidur pulas, tapi, tatapan'nya berhenti karna mendengar suara dering ponsel.
ia memalingkan wajahnya menatap nama yang tertera di ponsel dan segera mengangkat telepon'nya.
" berikan langsung padaku.! titahnya setelah telepon tersambung.
" temui saya di ruang kerja.! bryan menyeka selimutnya, kemudian melenggang pergi ke ruang kerja.
" ini berkas yang tuan minta.! ucap doni seraya memberikan amplop coklat.
" kau yakin ini sudah sempurna! karna saya tidak ingin ada kesalahan.! tegasnya seraya menerima amplop coklat tersebut.
doni mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
bryan yang tidak sabar, ia segera membuka amplop berisi dokumen yang akan membawa kehidupan awal barunya. bryan memancarkan senyum bahagia setelah melihat dokemen yang di mintanya.
" maaf tuan! apa anda yakin nyonya maya mau menanda tangani'nya.! tanya doni. melihat bryan yang mulai memeriksa berkas yang di bawanya.
" saya tidak yakin! tapi, akan saya coba sampai dia mau menanda tangani'nya! ucapnya penuh keyakinan.
" kemarin dia mengatakan tidak bisa melakukan'nya! tapi sekarang dia memaksa melakukan'nya.! guman doni seraya menatap tuan'nya yang fokus memeriksa berkasnya.
" ini harus berhasil! jika tidak bisa dengan kelembutan maka aku akan sedikit memaksa nya.! tegas bryan seraya memasuk'kan berkas ke dalam amplop.
setelah doni berpamitan pulang, bryan merenung sejenak di ruang kerjanya, ia masih sedikit ragu dengan keputusan yang akan di ambilnya, mengingat sifat maya yang keras kepala dengan keputusan dan keinginan'nya.
bryan menghela napas sebelum mengatakan semuanya.
" maya.! panggil bryan seraya mengetuk pintu kamar maya.
Klek..
__ADS_1
maya menatap sendu pria yang tengah berdiri di depan'nya, pria yang sudah membuatnya terus menangis. tapi, pria yang di tangisinya itu bahkan tidak menemui nya hanya untuk sekedar meminta maaf.
" apa aku di izinkan masuk.! ucap bryan yang masih merasa bersalah dengan sikapnya tadi pagi.
maya tidak menjawab apapun, ia memilih masuk dan membuka pintunya sedikit lebar agar bryan bisa masuk.
sebenarnya di balik tatapan sendu maya pada bryan, terdapat rasa bahagia di hatinya karna suaminya menemui nya di kamar yang pernah mereka tempati bersama meskipun mereka tinggal di mansion yang sama tapi lantai kamar mereka berbeda dengan ghea, sudah cukup lama bryan tidak mengunjungi kamarnya saat ghea dan bryan semakin menjadi dekat.
kini mereka berdua tengah duduk bersebelahan di sofa,
tanpa bicara bryan menyodorkan amplop coklat.
" apa ini.! maya menatap bingung amplop coklat, lalu ia membuka dan membaca sekilas surat perceraian.
" kamu setuju untuk menceraikan ghea.! tanya'nya dengan mata yang berbinar-binar, maya sangat bahagia karna bryan lebih memilih dirinya di banding ghea.
" itu surat perceraian kita! aku akan bercerai tapi bukan dengan ghea.! ucap bryan dengan hati-hati.
__ADS_1
deg.
mendengar jawaban bryan sontak membuat maya menatap tajam dirinya, air matanya kembali menetes, amarahnya membuat dirinya meremuk kertas yang di genggam'nya.