Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 66


__ADS_3

Mansion adhitama.


rizal tengah duduk di tepi ranjang menatap penuh arti wanita di sampingnya, menanti maya terbangun dari pingsan dengan harapan bisa segera memberitahu sesuatu yang sudah sejak lama ingin ia beritahu padanya.


rizal memegang tangan maya, menciumi telapak tangan nya tak terasa air mata nya menetes mengingat kesalahan nya di masa lalu.


" maaf! aku harus melanggar janji padamu, ini harus aku lakukan agar maya bisa melupakan dendam nya pada ku dan ghea.! lirih rizal, merapikan rambut maya yang menitupi wajahnya.


ada penyesalan di hatinya karna tidak memberitahu nya sejak lama, jika bukan karna janji ia sudah memberitahu sejak awal pada maya agar dia mengetahui kebenaran nya.


" bunda.! ngingau maya.


" apa kau sangat merindukan nya.! ucap rizal.


perlahan maya membuka matanya, meskipun masih merasakan pusing karna terlalu banyak minum tapi ia masih bisa melihat dengan jelas pria yang sedang duduk di sampingnya.


maya langsung duduk menatap tajam pria di hadapan nya.

__ADS_1


" kau! kenapa kau disini.! maya menatap sinis rizal.


" pergilah! aku tidak ingin melihat wajah mu.! bentak maya sembari memegang kepala nya yang masih terasa pusing.


" tenanglah.! rizal memegang kedua bahu maya. " kepala mu masih sakit.! ucapnya.


maya menatap sinis tangan rizal, melihat tatapan tidak suka dari maya rizal menyingkirkan tangan nya, berjalan mundur sedikit ke belakang memberikan ruang untuk maya.


maya menatap sekeliling ruangan, tidak ada perubahan di kamarnya, tidak ada yang berubah semuanya masih sama seperti dua puluh tahun lalu, di pojok ruangan masih terpajang jelas foto dirinya bersama alm bunda.


sebenarnya maya ingin sekali keluar dari kamar itu tapi kepalanya yang masih terasa pusing membuatnya mengurungkan niatnya karna pikirnya percuma memaksakan bangun jika ujung-ujungnya ia akan pingsan kembali.


rizal menghela napas, ia memberikan sebuah buku kecil yang terdapat fotonya dan bunda saat sedang mengandung gaby.


maya menatap buku itu, tatapan nya beralih menatap rizal yang memberinya kode untuk mau menerima buku ini.


maya menerima buku itu, menatap sendu foto yang di tempel di sampul buku diary milik bunda nya.

__ADS_1


rizal memutuskan untuk keluar dari kamar, memberikan ruang untuk maya agar bisa menerima semua kenyataan yang ada.


maya mulai membuka perlahan buku diary yang di berikan rizal.


di halaman pertama sampai lima, terdapat foto-foto kebersamaan nya bersama bunda saat masih mengandung gaby, tak terasa air matanya menetes saat mengingat kembali kenangan nya dulu saat ibunya masih ada di dunia, senyum bahagia dan air mata mengiringi nya saat membuka setiap halaman buku diary.


" bunda.! maya mengusap foto ibunya yang tersenyum lebar setelah berhasil melahirkan gaby dengan selamat.


raut wajah maya berubah sedih saat membaca beberapa tulisan mendiang bunda nya.


..." hari itu saat aku melarikan diri dari kejaran mantan suami ku, tanpa sengaja aku menabrak seorang wanita yang tengah hamil. ...


...kecelakaan itu membuat ku sangat merasa bersalah padanya dan keluarga nya. tapi aku benar-benar tidak sengaja menabraknya, itu semua murni karna kecerobohan ku. " giselle " ...


..." hari ini untuk pertama kalinya seorang pria berani melindungi ku dari dekapan mantan suami yang terus mengincar ku. " rizal adhitama " ...


..." aku menabrkanya, membuatnya sampai mengalami koma yang membuat keluarga kecilnya mengalami kesedihan.''...

__ADS_1


..." aku harus melakukan nya demi menebus kesalahan ku." ...


__ADS_2