Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bonchap perdamaian dua wanita


__ADS_3

" sayang aku gugup! bagaimana jika kak maya menolak kedatanganku.! ucapnya mengungkapkan kecemasannya sejak tadi. hari ini ghea dan bryan memutuskan ke penjara untuk menjenguk maya, sebenarnya saat baru terbangun dari koma ghea ingin langsung menjenguknya namun bryan melarangnya ia mengatakan kita akan pergi menemuinya setelah keadaanku kembali pulih dan sudah satu bulan lamanya bryan terus menundanya hingga hari ini waktu yang tepat untuk menemuinya bersama baby twins.


ghea menoleh ke kursi belakang, menatap kedua putra kembarnya yang sedang tertidur pulas dipangkuan babysister.


bryan memegang tangan istrinya memberikan keyakinan padanya untuk tidak mengkhawatirkan hal yang tidak akan ia biarkan terjadi.


" aku ada disini bersamamu.! ujarnya tersenyum tipis.


sebelum turun dari mobil ghea menarik napas panjang berulang kali, berusaha menghilangkan kecemasannya.


" aku harus siap dengan semuanya! karna aku yang memaksa untuk datang kemari.! ucapnya sambil mengepal keras tangannya memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


ghea dan bryan mulai memasuki penjara tanpa membawa twins A, mereka akan membawanya jika suasana tidak menegang.

__ADS_1


ghea menunggu dengan cemas, jarinya terus bermain diatas meja kebiasaan dirinya jika sedang merasa khawatir berlebihan. bryan yang melihat kecemasan istrinya berusaha menenangkan dengan mengenggam erat tangannya.


" ghea.! lirih maya matanya berkaca-kaca melihat kedatangan ghea.


maya langsung berlari kecil menghampiri ghea lalu memeluk erat tubuhnya. melepaskan semua kerinduan dalam dirinya, kini yang ada dalam dirinya bukanlah kebencian dan dendam namun rasa bersalah yang begitu besar pada sosok wanita yang ia peluk.


maya merasa dirinya sangat kotor mengingat betapa besarnya kebencian dalam dirinya pada ghea hingga membuatnya nekat melakukan hal yang melanggar HAM.


" ghea maafkan aku.! ucapnya dengan sungguh-sungguh dengan kepala tertunduk merasa sangat malu pada dirinya sendir.


maya mendongkak lalu mengeleng-gelengkan kepala, bukan ghea yang harus meminta maaf tapi dirinya lah yang harus meminta maaf karna semua kesalahan yang sudah dilakukannya.


maya memegang tangan ghea dengan tatapan sendu.

__ADS_1


" setelah kaka keluar dari penjara aku akan memberikan baby twins padamu! karna bagaimana pun kaka lah yang berhak atas mereka.! ucapnya dengan lirih dengan jantung yang berdegup kencang, tangannya bergetar saat mengatakan hal yang begitu menyakiti. sungguh perkataannya tidak sepeuhnya dari hati masih ada ketidak relaaan dalam dirinya namun ia tidak mau kembali melakukan kesalahan dengan bertindak egois


" aku tidak akan membiarkan mu mengembalikan baby twins padaku.! ucapnya dengan serius.


Deg..


mendengar pernyataan itu membuat ghea mendongkak menatap wanita didepannya ia masih tidak percaya dengan ucapan yang baru saja dikatakan kakanya.


" ya aku tidak akan membiarkan mu menyerahkan mereka padaku! mereka adalah milikmu aku tidak mempunyai hak apapun untuk mereka.! ucapnya dengan jujur meski berat diucapkan dengan sekuat tenaga ia mengatakannya membuang semua keraguan dalam dirinya. mengingat besarnya pengorbanan ghea demi bisa melahirkan kedua anaknya ia bahkan rela menukar nyawanya demi kelahiran mereka, jika dia ada diposisi ghea tentu saja dirinya akan lebih memilih nyawanya ketibang menyelamatkan darah dagingnya, pergorbanan ghea sungguh berarti baginya dia adalah sosok ibu yang sebenarnya untuk kedua putranya. meski tidak memiliki hubungan darah tapi dengan keyakinan penuh ghea berani melakukannya tanpa berpikir panjang dengan segala resiko yang akan didapatnya.


" apa kaka serius.! tanyanya dengan gagu. ia ingin memastikkan kembali semuanya.


maya mengangguk kecil lalu tersenyum pada ghea.

__ADS_1


perkataan maya membuat ghea bahagia bukan kepalang, ia tidak menyangka jika kakanya akan mengatakan hal yang begitu membahagiakan, ia pikir maya akan marah padanya namun kejutan besar justru menghampirinya.


__ADS_2