Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 127


__ADS_3

ghea dan bryan yang hendak memasuki mobil, perhatian mereka teralihkan saat mendengar suara tak asing yang memanggil namanya.


" ghea.! panggil rizal yang tengah berdiri cool didekat pintu mobilnya dengan kacamata hitam yang menambah pesonanya.


" daddy.! ghea langsung menghampiri rizal untuk menyapa sekaligus bertanya.


ghea memeluk erat daddynya, ia sangat merindukan pria itu meskipun baru tiga hari yang lalu mereka bertemu tapi rasa rindunya begitu dalam.


bryan mendengus kesal dengan kedatangan mertuanya yang sudah kesekian kalinya, semenjak kejadian ghea yang hampir tertabrak mertuanya itu jadi lebih sering datang menganggu mereka, hampir setiap hari rizal mendatangi mansionnya tapi seminggu terakhir ini rizal jarang menghampiri mereka membuat kehidupannya lebih tenang sedikit tapi ketenangan itu harus musnah dengan kedatangan tiba-tiba rizal.


bryan berjalan menghampiri mereka untuk mencegah istrinya agar tidak mengatakan rencana siang mereka kepada daddynya.


" ayo daddy.! ajak ghea sambil menuntun rizal untuk ikut masuk kemobilnya.


" kemana.? tanya bryan yang langsung menghentikan langkah ghea.


" daddy akan ikut nonton bersama.! sahutnya sambil mengedipkan satu matanya sebagai permintaan izin keikut sertaan daddynya dalam acara nonton mereka.

__ADS_1


bryan mengaruk-garuk kepala baru saja ia ingin memberikan wejangan pada istrinya tapi


" ghea.! teriak bryan tapi dalam hati tangannya mengepal gemas dengan ketidak pekaan istrinya. niatnya ingin berduaan kini harus pupus dengan kehadiran orang ketiga diantara mereka.


bryan memegang kuat pintu mobil menghalangi rizal yang hendak memasuki mobilnya membuat mereka kini saling melemparkan tatapan tajam dengan suasana yang mencekam seperti dua ekor harimau yang sedang saling bertatap menunggu waktu saling menerkam.


ghea menarik napas panjang dengan pertengkaran suami dan daddynya.


" awas.! ucapnya dengan tegas. sambil memegang bahu bryan memberikan cengkraman kecil untuknya.


" aku daddynya jadi aku yang lebih berhak duduk disampingnya.! sergah rizal tak ingin kalah. tujuannya datang kemari adalah untuk menghabiskan waktu bersama ghea disisa umurnya.


kedua pria itu tidak ada yang mau mengalah sedikit pun, membuat ghea pusing sendiri menghadapi daddy dan suami dengan sifat keras kepala akut mereka.


tibang perkara duduk aja harus diperdebatkan padahal kedua pria itu bisa duduk dibelakang bertiga dengannya.


ghea berdehem keras membuat kedua pria itu menoleh kedalam mobil.

__ADS_1


" lebih baik kita batalkan acara nonton bersamanya.! gertak ghea dengan sedikit ketus. sedikit gertakan sangat diperlukan untuk menghentikan perdebatan mereka yang bisa panjang sepanjang lintasan kereta api.


rizal menjentrik keras tangan bryan membuatnya dengan terpaksa melepaskan pegangan tangannya karna merasakan sakit dikulit punggung tangan.


setelah bryan melepaskan tangannya, rizal mendorong sedikit tubuh bryan lalu dengan cepat masuk kedalam mobil dengan mengambil posisi duduk sedekat-dekatnya dengan ghea.


kekalahan ini membuat bryan berdecak kesal dalam hatinya tapi sesaat kemudian ia menyeringai licik saat mendapatkan sesuatu hal yang sejak tadi tidak terpikirkan olehnya. jika saja ia terpikirkan sejak tadi untuk apa ia harus repot-repot berdebat dengan mertuanya hanya karna rebutan tempat duduk.


seringai bryn membuat ghea dan rizal menatap bingung kearahnya, bryan menutup pintu mobil dengan cukup keras lalu ia berjalan kearah sebrang pintu lainnya.


" bisa tolong bergeser sedikit.! pinta pada ghea dengan sangat lembut.


ghea meminta kepada daddynya untuk sedikit bergeser agar memberikan sedikit ruang untuk tempat duduk suaminya.


ghea mengaruk-garuk kepala sambil menatap secara bergantian kedua pria yang sama-sama sedang duduk disampingnya.


didalam hati rizal ia terus mendengus sambil berumpat pada kebodohannya dengan kejadian tidak berpaedah tadi antara dirinya dengan menantu.

__ADS_1


__ADS_2