
tak menyerah, ghea mencoba menelepon daniel untuk menanyakan keadaan terbaru maya padanya karna rasa khawatirnya pada maya tidak bisa di tunda lagi.
" daniel.! ucapnya setelah sambungan telepon di angkat.
ucapan ghea membuat bryan menghentikan kembali pekerjaan nya, ia beralih menatap tajam ghea yang asik berbicara dengan daniel.
bryan yang cemburu melihat ghea dan daniel asik berbincang, membuat bryan berdehem dengan tujuan agar ghea mematik kan telepon nya tapi usaha bryan sia si karna ghea tidak memperdulikan nya, ia masih asik berbincang hangat dengan daniel.
bryan berdecak kesal melihat ghea yang masih tidak menyadari arti deheman nya.
kali ini bryan berdehem sangat keras hingga membuat ghea memalingkan wajahnya menatap bryan. tapi tatapan ghea hanya sebentar karna ia kembali fokus berbicara dengan daniel.
bryan yang sudah sangat kesal, berjalan mendekati ghea lalu mengambil paksa ponsel miliknya.
" bryan aku belum selesai bicara dengan daniel.! serunya. ghea berusaha merebut kembali ponsel miliknya yang di sembuyikan bryan.
" sudah cukup bicara nya! sekarang ambilkan aku minum.! titah bryan seraya berjalan ke arah sofa, ghea mengikuti langkah bryan di belakangnya.
" apa! kenapa tidak meminta pada pelayan saja? Sahutnya.
" aku ingin kau yang mengambilkan nya istriku.!
" aku ambilkan! tapi kmbalikan dulu ponsel ku.! ketusnya. dengan tangan yang sudah menadah meminta ponselnya kembali.
__ADS_1
bryan menyingkirkan tangan ghea.
" ambilkan dulu minum nya! baru aku kembalikan ponsel mu.! ucapnya tanpa menatap ghea. perhatian nya fokus pada laptop miliknya.
ghea yang sangat kesal, tangan nya sudah terkepal kuat ingin segera memukul pria di hadapan nya tapi apalah daya pukulan nya itu hanya bisa ia lakukan dalam khayalan tidak bisa di lampiaskan secara nyata.
" gunakan lift.! Titahnya.
" tidak perlu! aku masih bisa berjalan.! sahut ghea seraya berjalan menuju dapur.
ghea yang sudah menuangkan air dan hendak membawa nya ke kamar, langkahnya terhenti saat tanpa sengaja mendengar percakapan dua pelayan yang sedang memasak.
" untung saja tuan bryan dan nyonya ghea sudah pulang jika tidak nyonya maya pasti akan tambah marah besar pada mereka.! ucap salah satu pelayan.
ghea berdehem membuat kedua pelayan itu berbalik bersamaan ke arah suara.
" apa yang terjadi saat aku dan tuan bryan pergi.! tanya ghea.
" tidak nyonya! tidak terjadi apa-apa.! elaknya.
ghea menatap kedua pelayan itu, menelisik wajah mereka untuk memastikan ucapan mereka.
" ayolah bi, beritahu aku.! pinta ghea dengan tangan yang saling bertautan tak lupa ia juga memasang wajah melasnya.
__ADS_1
kedua pelayan itu saling melirik satu sama lain.
ghea memegang tangan salah satu pelayan itu.
" ayolah bi.! pintanya lagi.
salah satu pelayan mulai menceritakan semua nya secara detail pada ghea.
" really.! ghea tertegun mendengar cerita maya yang marah besar karna di bohongi bryan.
ghea menempelkan jari di pipi lalu memainkan jari nya.
" pantas saja bryan bertingkah aneh! jadi dia juga sama takut nya dengan amarah kak maya.! imbuhnya yang langsung di iringi tawa.
ghea senyum-senyum sendiri saat membayangkan jika bryan lah yang jadi sasaran empuk amarah maya.
di tengah khayalan nya, seseorang tiba-tiba memanggilnya sampai membuat khayalan nya buyar.
" maaf nyonya! makan siang sudah siap.! ucap pak eko, dengan badan yang sedikit membungkuk sebagai penghormatan.
ghea memalingkan wajah menatap pak eko yang berdiri di belakang nya.
" iya pak nanti saya akan menyusul.! sahutnya.
__ADS_1