Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 115


__ADS_3

klek...


dokter datang bersama dengan seorang suster untuk memeriksakan kondisi ghea.


" bagaimana bu ghea apa sudah merasa lebih baik.! sapanya dengan sopan sembari memeriksa keadaan ghea.


ghea mengangguk tak lupa ia memberikan senyuman tipis.


" kondisi bu ghea sudah membaik! jadi sepertinya sore ini juga sudah diizinkan untuk pulang.! jelasnya sembari menuliskan sebuah resep vitamin.


setelah berbincang-bincang dengan dokter, rizal memutuskan untuk segera membawa pulang ghea mengingat kondisinya yang sudah cukup baik.


.


.


ditempat lain yang berbeda maya sedang duduk tertunduk dihadapan polisi dengan tangan yang sudah diborgol, maya dipenjara atas tindak kriminal melakukan operasi ivf dengan keadaan ibu pengganti yang dalam kondisi buruk.

__ADS_1


tidak ada kata sepatah pun yang keluar dari mulut maya, hanya rasa amarah pada dirinya sendiri dan tentu saja pada ghea juga, maya masih merasa sangat marah dengan ucapan ghea yang mengatakan tidak akan menyerahkan kedua bayinya.


" apakah ada keluarga yang bisa kami hubungi.! tanya polisi saat melihat maya hanya diam tertunduk tidak mengatakan apapun untuk menjamin kebebasan dirinya melalui pengacara.


maya mengeleng-gelengkan kepala.


mendapati jawaban gelengkan kepala polisi segera membawa maya untuk memasuki sel yang akan ditempati olehnya.


saat maya berjalan kearah selnya dengan tatapan kosong, seorang pria memanggil-manggil nama maya beberapa kali hingga membuat maya tersadar dari lamunannya menoleh kearah sumber suara.


tomy tersenyum licik saat maya menatap kearahnya.


maya hanya menatap tomy, berpikir sejenak apakah ia harus menurutinya atau pergi saja mengacuhkan panggilan temannya.


maya setuju untuk menemui tomy, ia meminta izin pada polisi untuk berbicara sebentar dengan temannya dan tentu saja polisi mengizinkannya.


" hai maya apa kabar.? sapaan tomy membuat maya jengkel dengan basa-basinya yang menurutnya tidak perlu.

__ADS_1


maya mendengus kesal sambil menatap sinis tomy.


" jika saja bryan tidak egois dengan memaksa ku mengatakan semua tindakan kriminal yang kita lakukan pada polisi maka kita tidak akan berakhir dikantor polisi seperti ini.! katanya dengan menambahkan-nambahkan ucapan provokator untuk menghasut maya.


maya tertegun menyimak semua perkataan tomy.


" ya benar! bryan bersikeras memenjarakan ku padahal aku sudah mengatakan padanya jika aku masuk penjara maka maya pun akan ikut terseret tapi bryan tidak memperdulikan perkataan ku? apa kamu tau yang dikatakan bryan saat aku sudah menyebutkan namamu-.! jelas tomy yang menggantung membuat maya penasaran diliputi rasa amarah.


maya menatap tajam tomy yang tidak melanjutkan ucapannya.


mendapat tatapan tajam membuat tomy tersenyum licik rencananya untuk memprovikasi maya berhasil.


" bryan mengatakan jika dia tidak peduli denganmu! mau kamu dipenjara atau tidak baginya sudah tidak penting karna cinta dan hidup pentingnya sekarang ada pada ghea.! ucapnya sambil memancarkan senyum licik.


maya tidak menyahuti tomy, kepalanya tertunduk dengan semua amarah dan rasa kecewa yang memuncak dihatinya, kepalan tangan yang mengeras, ia tidak menyangka jika bryan tega melakukan itu padanya, ia sudah melupakan semua kenangan mereka padahal selama ini maya yang sudah menemani bryan saat titik terendah tapi dengan mudahnya bryan melupakan segalanya, padahal maya sudah meminta maaf dan mengikhlaskan bryan agar hidup bahagia dengan ghea tapi apa balasannya? bryan yang masih tetap memenjarakan dirinya meskipun semua penyesalan dalam dirinya.


" mari kita pergi.! ucap polisi membuyarkan lamunan maya.

__ADS_1


tomy tersenyum licik, bahagia karna sudah berhasil membuat perpecahan sampai kapanpun tomy tidak akan menerima semua yang terjadi padanya sekarang, keluarga, karir dan kehidupannya hancur setelah ia masuk penjara.


" apa bryan tega melakukan ini padaku? kenapa dia bisa setega ini? tidak-tidak aku yakin bukan bryan yang melakukan ini? ghea..aku yakin ini semua pasti karna hasutan wanita itu sampai membuat bryan tega seperti ini padaku.! maya terus bermonolog sambil terus berjalan kearah selnya.


__ADS_2