Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 133


__ADS_3

air mata kedua pria itu tumpah, rasa sedihnya sudah tidak bisa mereka sembunyikan lagi baru sedetik yang lalu mereka tersenyum bahagia namun senyuman itu tidak bisa bertahan sedikit lebih lama karna senyuman itu harus berganti jadi kesedihan.


bryan duduk dikursi samping ranjang, menatap sedih istrinya, tangannya memegang erat pergelangan tangan ghea lalu mulai menciumi punggung tangannya. sedangkan rizal ia masih terpaku menatap ghea, matanya berkaca-kaca menatap keadaan putrinya yang menurutnya lebih menyakitkan dari pada melihat kematiannya, hatinya memang sedih tapi logikanya menyimpan kemarahan yang begitu besar, ia meremas celana jeansya menahan semua gejolak kemarahan.


deruan napas memburu melengkapi suasana sedih didalam kamar ghea.


" ini semua gara-gara kamu sialan.! decak rizal sambil mencengkram keras kerah bryan, mendorong tubuhnya kebelakang hingga terbentur tembok.


kini tubuh bryan berada dikekangan rizal meskipun umurnya sudah tidak muda lagi tapi rasanya untuk memukul pria yang begitu dibencinya ia masih bertenaga, ia akan menghajar bryan sampai tergeletak pingsan, tidak-tidak bukan hanya pingsan tapi rizal ingin menghajar bryan hingga mengalami koma seperti yang sedang dialami putrinya.


rizal menatap tajam bryan sambil terus berdengus dengan napas yang memburu, sedangkan bryan yang tidak mengerti akan maksud dari mertuanya hanya menatap bingung sambil berusaha melepaskan kekangan rizal namun itu semua tidak bisa ia lakukan karna kekangan rizal semakin kuat menahannya.


" ada apa daddy.! ucapnya dengn lirih.

__ADS_1


bugh...


bukannya menjawab rizal malah memberikan sebuah bogeman mentah keras tepat diperut bryan membuatnya meringis keskitan saat merasakan perutnya yang begitu linu.


lagi-lagi rizal memberikan bogeman mentah pada perut bryan hingga tiga kali, ia juga memberikan satu pukulan keras tepat dipipi kirinya hingga membuat bibir bryan sedikit mengeluarkan darah karna terkena serpihan pukulan pipinya.


bryan yang sedang merasakan sakit tidak bisa menangkis semua pukulan mertuanya yang begitu mendadak hingga tidak membuatnya berjaga akan pukulan kembali rizal.


bryan terkapar dilantai dengan ringisan sakitnya, rizal yang tidak peduli membiarkan bryan dengan keadaannya yang seperti ini, ia tidak membantu ataupun mengobati luka yang ia berikan sendiri pada menantunya.


daniel yang baru saja masuk terkejut melihat keadaan bryan yang berbaring lemas disofa denggan wajah yang berdarah sambil memegangi perutnya, daniel menatap rizal yang tertidur pulas disamping ghea, sekelibat praduga muncul ia yakin jika rizal lah yang sudah menghajar bryan sampai keadaannya seperti ini.


" kali ini uncle benar-benar marah besar.! desis daniel menatap lekat pemandangan didepannya.

__ADS_1


dengan segera ia membawa bryan keluar untuk diobati luka-luka diwajahnya, ia meminta langsung doni untuk mengobati bryan karna dia sendiri tidak berani mengobati lukanya saat tau siapa yang memukulinya.


" tuan.! pekik doni yang langsung menghampiri daniel lalu membantunya membopong tubuh bryan untuk didudukan dibangku.


" pak doni tolong obati dia.! titah daniel.


" tuan bryan kenapa.? tanya doni yang dibuat bingung akan keadaan tuannya padahal ia baru dari ruangan istrinya tapi kenapa keadaannya seperti ini.


" tidak perlu banyak bertanya! bawa saja kak bryan segera agar lukanya cepat sembuh.! titah daniel dengan tegas sambil perlahan melepaskan bopongannya.


doni mengangguk kecil tanpa memalingkan tatapannya dari bryan. daniel kembali masuk ke kamar ghea untuk melihat kondisinya sekarang.


daniel menatap sendu kaka sepupunya, ia turut bersedih dengan keadaannya sekarang, ghea memang berhasil bertahan tapi ternyata semua itu membutuhkan lebih banyak peejuangan.

__ADS_1


" kak ghea apa kaka akan menyesali semuanya.! racau daniel.


" jujur aku sangat menyesali semuanya, jika pilihan itu tidak pernah kaka lakukan maka hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.! guman daniel namun masih bisa terdengar.


__ADS_2