Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 72


__ADS_3

rizal melepaskan tangan'nya matanya kembali fokus menonton tv dengan santai ghea yang sejak tadi ikut menonton tv kepala nya menjadi pusing melihat tingkah daddy nya yang terus menganti-ganti channel tv


" daddy berhentilah menganti-ganti siaran tv.! ketus ghea.


" kenapa.? jawab cueknya seraya terus mengonta-ganti channel tv.


" karna kepala ku pusing melihat daddy yang terus mengonta-ganti siaran tv nya.!


rizal memalingkan wajahnya menatap ghea lalu mencubit pipinya lagi.


" jika merasa pusing maka jangan menonton nya.! jawab rizal tak kalah ketusnya.


ghea mendengus kesal lalu ia merebut paksa remot dari daddy rizal.


" ghea kembalikan remotnya.!


" tidak akan.! ucapnya sembari menjulurkan lidah meledek.


" ghea setidaknya biarkan daddy menonton tv untuk menghilangkan bosan.! pinta nya dengan wajah memelas.


" memangnya film apa yang ingin daddy tonton.!


" kartun.!

__ADS_1


" apa? kartun.!


rizal mengangguk kecil.


" tidak-tidak lebih baik kita menonton balap motor daripada kartun.! ucapnya sambil menganti channel tv yang menayangkan pertandingan ulang balap motor.


rizal merebut kembali remot tv


" lebih baik kita menonton kartun daripada balap motor lagipula kamu itu perempuan masa iya mau menonton balap motor apa kata dunia nanti.! seloroh rizal di iringin tawa meledek pada putrinya.


ghea mendengus kesal, memicingkan bibirnya karna kesal pada daddy yang tidak mau mengalah pada putri nya.


" memangnya apa salahnya jika perempuan menyukai balapan motor.!


ghea yang kesal karna selalu saja kalah saat berdebat dengan daddy nya memilih untuk menonton siara ulang balap motor di ponsel daripada harus terus berdebat memperebutkan remot tv.


membahas balapan motor membuat rizal menjadi mengingat hal penting yang sudah lama ingin ia tanyakan pada ghea tapi karna faktor usia membuatnya selalu melupakan hal yang ingin ia tanyakan.


" ngomong-ngomong soal balap motor! apa kamu sudah keluar dari geng motor daddy.! tanya rizal secara tiba-tiba hingga membuat ghea diam mematung karna bingung harus menjawab apa.


rizal menatap intimidasi ghea agar putrinya itu berkata jujur padanya.


ghea memutar bola matanya menatap sekeliling ia nampak berpikir harus menjawab apa pertanyaan yang di lontarkan daddy nya.

__ADS_1


" hmm.. itu...! ucapnya dengan gugup seraya menggaruk-garuk tengku lehernya yang tidak gatal.


rizal semakin menatap tajam ghea saat melihat reaksi putrinya yang terlihat jelas jika dia belum menjalankan perintah nya selama ini.


" jangan bilang kamu belum keluar dari geng motor strangers.! tanyanya dengan tegas


" tapi daddy.! ucap ghea yang terhenti karna melihat daddy nya tiba-tiba berdiri menatap ke arah tangga, ghea yang kepo ikut melihat ke arah yang di tatap daddy nya


" daddy mari kita pergi.! ucap maya yang sudah siap pergi dengan membawa satu koper barang miliknya.


ghea menatap bingung maya.


" pergi kemana.!


" aku harus pergi dari mansion ini karna kami sudah berpisah secara agama.! lirih maya.


ghea berjalan mendekati maya lalu memegang tangan nya.


" tidak perlu pergi kak! tinggal saja disini bersama kami, aku akan sendirian jika kaka pergi.! pinta ghea dengan memohon, karna ghea akan merasa sedih jika maya pergi setelah permusuhan dan kesalahan mereka berakhir.


maya memegang pipi ghea mencoba menjelaskan padanya.


" tidak! aku tidak ingin menganggu hubungan awal rumah tangga kalian jadi biarkan kaka pergi.! pinta maya.

__ADS_1


ghea mengelengkan kepala sebagai penolakan keputusan maya.


__ADS_2