Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 139


__ADS_3

ghea menarik napas panjang saat dirinya sudah menduduki kursi roda.


bryan dan rizal sontak memegang kendali kursi rodanya secara bersamaan, saling menoleh memancarkan tatapan tajam.


" biar aku saja.! usulnya dengan ketus sambil memegang kuat kendali.


" tidak apa dad! biar aku saja yang mendorong.! bryan hendak mengambil kendali namun tangannya ditepis rizal.


lagi-lagi ghea menarik napas panjang.


" kalian ini terus saja berdebat! aku ingin secepatnya sampai rumah melihat baby twins jika kalian terus seperti ini lebih baik aku pulang bersama daniel saja.! ujarnya dengan ketus.

__ADS_1


" jangan.! sergah mereka berdua bersamaan membuat ghea menoleh kebelakang menatap keduanya.


pada akhirnya kedua pria itu saling diam tidak melanjutkan perdebatan mereka, mendorong bersama adalah pilihan terbaik agar tidak terjadi perebutan diantara keduanya.


mereka terus berjalan melewati lorong rumah sakit, kamar demi kamar telah mereka lewati untuk segera sampai dipintu utama, rizal dan bryan mendorong dengan memasang wajah datar mereka sedangkan ghea sejak tadi terus tersenyum tidak sabar bertemu dengan kedua putra kembarnya.


ditengah perjalanan mereka tiba-tiba ponsel bryan berdering, tertulis sebuah nama yang begitu penting baginya dengan segera ia mengangkat telepon setelah meminta izin pada rizal dan ghea.


" apa? bagaimana dia bisa kabur, apa kalian tidak mengawalnya dengan benar.! ucapnya dengan ketus pada seseorang disebrang sana.


bryan menarik napas panjang sambil mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


" anak itu benar-benar melewati batas! selalu saja bertindak sesuka hatinya membuatku stres memikirkannya.! decaknya dengan sewot. bryan benar-benar dibuat pusing dengan kenalakan adik satu-satunya, membuat onar dan bertindak sesuka hatinya membuat bryan sering kali kena imbas karna perbuatannya.


bryan menoleh dilihatnya punggung rizal yang sudah pergi jauh dari pandangannya, dengan segera ia menyusul mereka dengan berlari kecil.


" gaby..kaka sangat merindukanmu adik kecilku.! desisnya sambil tersenyum tipis. mengingat kembali kenangannya bersama gaby, adik kecil yang begitu dirindukannya.


rizal menarik napas panjang. ghea yang mendengar hembusan napas daddy mendongkak melihat wajah lesunya saat mendengar dirinya menyebutkan nama gaby.


" ada apa dad! apa gaby membuat masalah kembali disekolah barunya.! tanya ghea yang mengerti akan tarikan napas daddynya, ia pasti sangat stres memikirkan tingkah bar-bar gaby yang selalu melarikan diri dari sekolah. entah sudah berapa puluh sekolah dalam negeri yang mengeluarkan gaby karna kelakuannya itu.


" daddy bingung dengan tingkah dan sifat gaby, dia sangat sulit dikendalikan! entah dengan cara apalagi daddy bisa menghentikan tingkah konyolnya.! sahut rizal dengan lesu. ia sudah putus asa, bingung dan stres memikirkan tingkah putri bungsunya yang sulit dikendalikan.

__ADS_1


" kita harus lebih bersabar dalam menghadapi sikap gaby! karna kita tahu sikapnya itu terbangun karna trauma dirinya yang kehilangan ibu diusia belia.! ghea menyeka air matanya saat kenangan pahit itu kembali teringat, kenangan dimana ibunya meninggal dunia karna kecelakaan dan disaat itu usia gaby masih menginjak 4 tahun. bagaimana gaby tidak trauma saat di usinya masih kecil harus melihat langsung kejadian yang menimpa ibunya. sosok ibu dan kasih sayangnya begitu gaby inginkan.


hal itu membuat rizal harus mengambil posisi keduanya, ia harus berperan sebagai ayah sekaligus ibu dari kedua putrinya, tapi sekeras apapun usahanya tetap saja dirinya tidak bisa mengantikan tempat ibu dihati kedua putrinya, sekeras apapun usahanya mengosongkan kerinduan mereka tetap saja sosok wanita hebat akan selalu memenuhi kenangan dan hati mereka.


__ADS_2