
di dalam mobil ghea terus menangis melihat keadaan bryan, ia mengusap wajah bryan yang penuh luka pukulan, air mata nya terus menetes hingga mengenai wajah bryan yang sedang pingsan di dalam pangkuan'nya.
setelah menempuh perjalanan sekita sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah sakit cukup besar dan yang terdekat.
dengan segera para perawat memindahkan tubuh bryan ke dalam brankar yang sudah di bawanya, mereka pun membawanya ke ruang igd.
" tolong tunggu di luar bu! kami akan memeriksa keadaan pasien.! ucap perawat yang sudah memegang banyak peralatan ke dalam ruang igd.
" tapi suami saya sus.! lirih ghea menatap sendu ke dalam ruangan igd.
" kami akan berusaha! jadi mohon ibu tunggu di luar.! pinta suster yang kemudian memasuki ruang igd dengan baju khusus.
ghea yang bingung harus melakukan apa, ia terpikir untuk segera menghubungi daddy rizal dan doni asisten suaminya.
dengan meminjam ponsel orang yang mengantarkan'nya tadi, ghea segera menghubungi daddy nya untuk memberitahukan keadaan suaminya setelah selesai memberitahu daddy nya ghea segera menghubungi asisten suaminya.
Setelah menunggu, akhirnya daddy rizal datang bersama daniel di susul doni dan maya yang datang tak berselang lama.
rizal langsung memeluk erat ghea.
__ADS_1
" tidak apa-apa sayang! tidak akan terjadi sesuatu pada suami mu.! ucap rizal yang berusaha menenangkan kekhawatiran putrinya.
ghea terus menangis di pelukan daddy'nya, menyandarkan tubuhnya di dada pria yang sangat di sayanginya, pria yang selalu ada untuk menjaga dan menghilangkan semua duka dan kesulitan putri sulungnya. saat ini ghea belum bisa menceritakan semua yang sedang terjadi padanya, ketakutan masih menyelimutinya.
Rizal terus mengusap dan mencium kepala ghea agar anaknya mendapatkan kehangatan dengan ciuman'nya itu.
" uncle saya akan membelikan minuman dan makanan untuk kak ghea.! ucap daniel. melihat ghea yang tampak lelah.
rizal hanya menganggukan kepala.
" bagaimana keadaan bryan.! ucap seseorang yang tak kalah khawatir dengan kondisi suaminya itu.
ghea yang masih dalam keadaan panik tidak menyahuti perkataan maya, ia masih tenggelam di pelukan sang daddy.
" aku bertanya padamu.! teriak maya dengan raut wajah kesal karna ghea hanya menangis dan tidak menyahuti pertanyaan'nya.
rizal yang melihat anaknya di teriaki langsung menatap tajam maya, anak sambung yang sudah berani merusak kehidupan anak perempuan'nya.
jika saja ghea tidak sedang memeluknya pasti rizal sudah menampar maya yang sudah berani meneriaki anaknya.
__ADS_1
" ckk.. yang satu menangis dan yang satunya malah menatap tajam.! Celoteh maya.
" nyonya tolong tenang! kita sedang berada di rumah sakit.! ucap doni. berusaha menenangkan maya yang terus saja menyudutkan ghea.
" diam kau.! bentak maya yang kemudian berjalan ke arah kursi yang kosong lebih tepatnya bersebrangan dengan tempat duduk yang di duduki ghea dan daddy nya.
maya menatap sinis ghea dan daddy nya yang masih saja berpelukan.
" dasar serakah! semua orang sudah menyayangimu tapi kau masih ingin merebut cinta bryan, pria yang paling aku sayangi dan cintai? aku tidak akan terus membiarkan kau dekat dengan suami ku? sudah cukup tidak lagi.! Celoteh maya dalam hati.
€
€
3 hari kemudian.
Mansion Richards
" ayo sayang! makanlah sarapan'nya.! ucap rizal. menatap ghea yang sedari tadi memainkan sendok.
__ADS_1
" aku tidak berselera makan daddy.! lirih ghea.