
" apa yang sedang di pikirkannya! kenapa dia terus menatap ku seperti seseorang yang ingin memangsa.! Batin kembali ghea seraya merapikan syal yang sengaja di sangkutkan di lehernya.
" ckk..kenapa dia menutupnya? memangnya dengan kau menutupnya seperti itu kau bisa menghapus kejadian tadi dari pikiranmu.! Guman kembali bryan yang kembali menyesap kopinya.
bryan dan ghea yang masih saling menatap dan terus berguman, menghela napas secara bersamaan dengan dengusan kesal mereka.
" pagi ghea, pagi sayang.! Sapa maya yang tengah berjalan ke arah mereka.
maya mendekati bryan lalu mencium bibirnya kemudian menggeser kursi duduk tepat di sebelahnya.
Bryan yang mendapatkan ciuman hanya diam tidak membalasnya.
Menyaksikan maya mencium bibir bryan tepat di hadapannya entah kenapa membuat ghea merasa sedih, ada rasa sedih dan kecewa di benak ghea saat melihat kemesraan mereka berdua.
maya yang melihat situasi yang begitu hening sontak membuatnya tertawa kecil.
" ada apa ini? Kenapa situasi disini sangat canggung.! Seloroh maya dengan raut wajah yang menyelidik.
__ADS_1
Ghea mengangguk kecil sedangkan bryan tidak merespon apapun, ia masih fokus menyesap secangkir kopi dengan wajah dinginnya.
" apakah semalam terjadi sesuatu! Hmmm..maksud ku apa kau tidur dengan nyaman karna bagaimana pun ini adalah tempat dan suasana baru.! Ucap maya.
" belum! tapi Aku akan berusaha menyesuaikan diri dengan tempat dan suasana baru ini.! Jawab ghea.
" aku dan bryan akan membantumu untuk beradaptasi disini.! Maya berkata penuh percaya diri seraya menatap leher jenjang ghea yang di tutupi kain. " tapi ghea, kenapa kamu pakai syal di musim panas seperti ini.?" Maya menatap bingung ghea
" aku hanya sedang ingin memakainya.! ghea berkata bohong.
bryan bangkit dari duduknya, memasukkan satu tangannya ke kantong celana.
Maya menatap sekilas punggung suaminya yang mulai menghilang.
" ayo ghea! Sebaiknya kita cepat bersiap karna bryan itu tidak suka menunggu.! maya berdiri dari duduknya kemudian melangkah pergi menuju kamarnya.
Ghea menatap punggung maya yang mulai menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
bryan yang sudah menunggu di dalam mobil terus mendengus kesal karna sudah setengah jam ia menunggu tapi kedua istrinya tak kunjung selesai bersiap.
" ckk..mereka itu sedang bersiap atau tertidur! kenapa lama sekali.! cibir bryan penuh emosi seraya memukul kesal kendali setir.
bryan yang sudah sangat kesal menunggu kemudian memilih untuk menelepon maya untuk segera turun.
" kalian butuh waktu berapa lama lagi! Kenapa lama sekali kita ini hanya pergi ke rumah sakit bukan untuk bertemu presiden.! Cibir bryan setelah sambungan teleponnya tersambung.
" iya sayang! Jawab maya yang langsung menutup telepon dan berjalan ke kamar ghea.
maya membuka pintu dan melihat ghea yang tengah duduk di meja rias dengan raut wajah yang bingung.
Ghea terlihat bingung, ia sangat ingin mengepang rambutnya tapi ia tidak bisa mengepang rambutnya sendiri tanpa bantuan seseorang.
" apa kau sudah siap.? maya berjalan ke arah ghea untuk sedikit membantunya.
" belum kak, aku sangat ingin mengepang rambutku tapi aku tidak bisa melakukannya sendiri.! Keluh ghea memasang wajah sendu.
__ADS_1
" aku akan membantumu.! Maya tersenyum lalu mulai menyisir dan mengepang rambut ghea.
" terima kasih kak.! Ucap ghea yang menatap pantulan wajah maya dicermin.