Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 107


__ADS_3

flashbacok on..


" saya minta maaf pada bapa tapi saya rasa harus mengatakan ini demi keselamatan semuanya.! ucap dokter nadia.


bryan mengerutkan kening, dia terus menatap tanpa mengatakan apapun menunggu penjelasan lebih jelas dari dokter nadia.


dokter nadia kembali menarik napas pelan.


" ada masalah pada kehamilan bu ghea, terjadi kesalahan besar saat bu ghea melakukan proses IVF waktu itu dan kesalahan yang dilakukan cukup besar hingga sewaktu-waktu bisa mengancam nyawa bu ghea jika proses mengandung dengan surrogate mother masih dilakukan.! jelasnya dokter nadia dengan suara lirih.


" apa maksud dokter.?


" pada saat proses IVF dilakukan kesehatan bu ghea sedang tidak baik ditambah pada saat proses IVF dokter yang melakukan operasi membuat kesalahan yang fatal yang mengakibatkan infeksi pada rahim bu ghea.!


bryan menatap sendu dokter nadia, menelaah maksud dari penjelasan dokter.


" tapi dok bagaimana bisa? saya sering melakukan pemeriksaan kandungan dan selama ini dokter yang selalu memeriksa kandungan ghea tidak pernah mengatakan ada masalah malah mereka selalu mengatakan jika kehamilan istriku baik-baik saja.!


" iya pak itu memang benar karna saat awal-awal infeksi ini belum terdeteksi karna belum memberikan pengaruh apapun tapi semakin membesarnya kandungan maka infeksi itu mulai terlihat dan terdeteksi.!


mendengar penjelasan dokter sontak membuat bryan terdiam mematung dengan tatapan kosong tidak memberikan reaksi apapun.


" pak bryan harus membicarakan ini dengan istrimu, agar dia bisa menentukan pilihan yang akan diputuskannya! hanya satu pilihan menyelamatkan ibu atau bayi kembar yang ada didalam perutnya.!

__ADS_1


bryan mengangkat tubuh ghea yang terlelap tidur dipelukannya, membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan perlahan agar tidak menganggu kenyeyakan tidurnya.


setelah membaringkan tubuh istrinya bryan ikut berbaring disamping istrinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


bryan memiringkan tubuhnya menatap wajah ghea lalu mengusap pelan wajahnya.


" bagaimana aku mengatakan kejujuran ini padamu.! keluh bryan dengan suara lirih.


.


.


keesokan paginya.


ghea yang hendak pergi kekamar mandi langkahnya terhenti saat sorot matanya tertuju pada sebuah nampan diatas meja sofa. ghea mendekati arah sofa dilihatnya dengan jelas sarapan pagi dengan roti selai dan susu segar terselip sebuah kertas kecil dari bryan suaminya.


" maaf ya pagi-pagi sudah pergi! aku sedang ada urusan penting yang tidak bisa diwakili jadi jangan bersedih karna terlalu merindukanku♡


oh ya aku sudah buatkan sarapan spesial buatanku sendiri jadi jangan lupa dimakan sarapan spesialnya "


ghea tersenyum bahagia, ia mengambil posisi duduk lalu mulai memakan sarapan spesial buatan suaminya.


saat sedang asik menikmati sarapan spesial, tiba-tiba ponsel ghea berbunyi ada beberapa pesan suara yang masuk dari suaminya.

__ADS_1


mendapat notifikasi dari ponselnya, ghea langsung membuka satu persatu pesan suara yang dikirimkan suaminya.


'' maaf ya pagi-pagi udah pergi ninggalin kamu "


ghea tersenyum lalu menganggukan kepala.


" sepertinya aku sudah dimaafkan "


ghea mengeryitkan keningnya dengan pesan suara kedua suaminya.


" bagaimana sarapan buatanku lezat bukan jangan lupa dimakan eitss jangan dibuang "


ghea tersenyum lalu menganggukan kembali kepalanya.


" udah cuci mulut belum sebelum sarapan"


ghea tersenyum tapi sedetik kemudian ia terdiam saat menyadari belum menyikat gigi ataupun berkumur-kumur sebelum memakan sarapannya.


ghea yang hendak beranjak dari duduknya tiba-tiba berhenti saat sambungan pesan suara suaminya.


" udah tidak usah lagipun sarapannya sudah habis "


ghea menatap piring sarapannya lalu tersenyum malu.

__ADS_1


__ADS_2