
" udah sana pulang.! ketus ghea yang sejak tadi dibuat kesal dengan suaminya yang tidak juga pulang, bryan terus menatap ghea seolah tidak ingin meninggalkan ghea meskipun ia tahu istrinya hanya menginap selama dua malam dimansion daddynya.
" kamu mengusir suamimu sendiri.! lirihnya sambil memanyukan bibirnya.
ghea mendengus kesal lalu berjalan mendekati suaminya.
" bukan seperti itu tapi kan tadi kamu bilang ada urusan penting! jadi cepat pergi selesaikan semua pekerjaan secepatnya.! jelasnya.
bryan menarik napas sekarang lalu mengeleng-gelengkan kepala.
ghea menarik napas panjang lalu menempelkan kedua telapak tangan dipunggung suaminya mendorongnya untuk pulang.
" jangan khawatir aku hanya menginap dua malam.! katanya sembari mendorong suaminya untuk segera pergi.
bryan menahan kakinya dengan kuat membuat dorongan ghea tidak kuat mendorong tubuhnya.
ia membalikkan badannya, memegang kedua bahu istrinya dengan tatapan penuh arti.
" tidak perlu jadi menginap deh.! pintanya dengan wajah melas mencoba membujuk istrinya untuk membatalkan niatannya.
belum sempat ghea menjawab, rizal sudah menyela terlebih dahulu.
" tidak bisa! bukankah tadi kamu sudah setuju dengan permintaanku.! kata rizal dengan datar lalu melingkarkan tangannya dipinggang ghea.
" bukankah begitu sayang.! sambung rizal sambil melirik kearah ghea.
__ADS_1
ghea tersenyum lalu menganggukkan kepala.
bryan mencodongkan wajahnya menempelkan bibirnya ditelinga ghea lalu membisikkan nya sesuatu.
ghea mengerutkan kening mendengar apa yang dikatakan suaminya.
" kamu serius.?
bryan mengangguk dengan wajah melasnya lalu melirik kearah perut, menatap dengan sendu seolah membenarkan apa yang baru dibisikkannya.
" ayo masuk kita makan malam bersama.! ajak ghea sembari menarik tangan suaminya memasuki pintu mansion.
rizal mengerutkan kening dengan sikap ghea, berjalan mengikuti mereka sambil bertanya-tanya apa yang dibisikkan bryan padanya.
" ghea.!
" mau pake ikannya.?
" boleh.!
" tapi ghea.!
" daddy memang apa salahnya suamiku ikut makan malam bersama lagipula setelah makan malam dia akan kembali ke mansion.! ujarnya.
rizal menarik napas panjang, ia tidak bisa memaksa ghea untuk segera menyuruh suaminya pulang, niat rizal untuk memisahkan sementara ghea dan bryan harus gagal karna ada saja akal bulus menantunya itu.
__ADS_1
" kenapa tidak makan.? tanya ghea menatap bingung suaminya yang sejak tadi hanya terus menatap dirinya tanpa menyentuh sedikit pun makanan yang sudah ia siapkan.
" tidak.! jawab singkatnya sambil mengeleng-gelengkan kepala.
" kenapa? bukankah tadi kamu mengatakan belum makan sejak pagi.!
" ehmmmm itu.! kata bryan dengan ragu-ragu sambil terus memandangi makanan didepannya.
" bagaimana aku makan semua ini! perutku saja masih kenyang.! batin bryan sambil mengaruk-garuk tengku lehernya yang tidak gatal.
" apa makanannya tidak enak.? tebak ghea saat melihat ekspresi tidak mengenakan suaminya.
bryan reflek mengeleng-gelengkan kepala menepis tebakan tidak benar istrinya.
" bukan.!
ghea mengambil sesendok makanan dari piring bryan lalu mencicipinya.
" enak kok masakannya.! ujarnya sambil mengunyah.
rizal menyeringai, ia tahu jika bryan sedang menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya dia sudah makan perkataannya tadi hanyalah kebohongan agar tetap bisa disamping ghea.
dibalik senyuman puas rizal yang melihat ghea terus mencecar pertanyaan mengenai makanannya dan bryan yang terus menjelaskan jika ia akan makan setelah istrinya, sekelibat otak jahil munculnya dikepalanya untuk mengerjai menantunya.
" mungkin bryan pengen disuapin sama kamu sayang.! kata rizal dengan santai kembali menyuapkan sendokan terakhir makanannya.
__ADS_1
membuat mereka saling menatap, ghea yang menatap penuh senyuman malu sedangkan bryan mengeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi yang menolak.