
" om.! sapa nya sambil melemparkan senyuman, rizal yang masih sakit tidak membalas sapaan ataupun senyuman yang di lontarkan ryan.
" dasar sombong.! batin ryan seraya berumpat kesal pada pria yang hampir saja menjadi mertua nya.
ryan sesekali mencuri pandang pada wanita yang ada di sebelah rizal dengan tangan yang di gandeng olehnya.
" siapa wanita itu? apa dia pacar om rizal? ckk.. dasar udah tua juga masih aja demen sama daun muda.! celanya tapi hanya dalam hati karna mana mungkin ia berani mengejek langsung, bisa-bisa habis di pukul dia oleh para pengawal nya.
ryan menatap maya dan memberikan senyuman tapi itu tidak berlangsung lama karna ryan langsung menunduk kan kepalanya saat mendapatkan tatapan tajam dari rizal karna sudah berani menatap putrinya.
doni yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan gerak-gerik pria yang sudah ia kenal bagaimana tidak mengenalnya jika bryan sendirilah yang menyuruhnya untuk mencari informasi mengenai tunangan ghea.
setelah sampai di lantai apartement yang mereka tuju, satu persatu mereka keluar dari lift, ryan mempersilahkan rizal dan dua orang yang bersama nya untuk keluar terlebih dahulu.
ryan terus menatap wanita yang berjalan di sebelah rizal, dalam hati ia terus bertanya-tanya siapa wanita yang di bawa rizal ke sebuah kamar apartement yang tepat bersebelahan dengan nya, karna fokus menatap mereka membuat ryan lupa untuk ikut keluar sampai ia tidak menyadari jika pintu lift kembali tertutup dengan cepat ryan menekan tombol agar pintu lift kembali terbuka.
maya menyiapkan minuman yang akan di sajikan untuk kedua pria yang sudah membantu nya sedangkan doni dan rizal sedang sibuk berbincang entah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya pembicaraan mereka cukup intens.
" ini kopi dan susu nya.! ucap maya seraya meletak'kan cangkir kopi dan teh di meja ruang tengah.
" terima kasih nyonya maya.! sahut doni seraya mengambil cangkir kopi nya.
__ADS_1
" panggil saja maya tidak perlu pakai nyonya karna posisi kita sudah sama.! jelasnya seraya ikut duduk dan nimbrung pembicaraan daddy dan doni.
doni mengangguk masih dengan menyesap kopi nya. maya melemparkan senyuman manis pada doni hingga membuatnya tersedak kopi yang sedang di minum nya.
" ada apa.! tanya rizal
" apa kopi nya terlalu panas.?
doni mengelengkan kepala lalu meletak kan cangkir kopi.
" tidak.! jawab singkat doni.
" mau aku buatkan yang baru.! tawarnya.
" mungkin dia lapar.! ucap asal rizal.
maya menepuk kening nya.
" ya ampun aku lupa menghidangkan cemilan! kalo begitu aku akan pergi keluar untuk mencari makanan.! ujarnya seraya mengambil tas di dalam kamarnya.
maya berpamitan pada rizal untuk keluar membeli bahan makanan untuk isi lemari es nya masih kosong karna sudah lama apartement nya tidak di tempati.
__ADS_1
doni reflek berdiri saat melihat maya sudah siap pergi.
" aku akan mengantar.!
" tidak perlu.! tolaknya dengan lembut.
" tapi ini perintah dari tuan bryan.! bohong nya.
maya menghela napas.
" come on doni, kamu itu tidak sedang bersama bryan jadi tidak perlu menuruti perintah nya.! ketusnya.
" biarkan saja doni ikut! mungkin dia bosan mengobrol dengan daddy.! ucapnya yang langsung di iringi tawa rizal.
" ya.! jawab spontan doni yang langsung menutup mulutnya karna sudah keceplosan.
" tidak bukan seperti itu.! elaknya.
rizal tertawa terbahak-bahak sedangkan maya hanya melemparkan senyum tipisnya melihat tingkah konyol doni.
" apa tidak masalah aku tinggalkan daddy sendiri di sini.! cemasnya.
__ADS_1
" tidak masalah daddy sudah biasa sendirian dan kesepian.! curhat rizal, raut wajahnya berubah sendu mengingat nasib nya yang masih sendiri setelah kepergian istrinya.