
ghea yang sudah mengambil ponselnya di buat terkejut dengan suaminya yang sedang memakan lahap kue yang di buat khusus untuk daniel.
" bryan.! ghea menarik nampan kue.
di lihatnya kondisi kue yang sudah berantakan, banyak bekas potongan pisau, kue yang tadinya berbentuk sempurna kini hanya tinggal setengah bagian yang tersisa.
" kue buatan mu enak juga.!
ghea mendengus kesal.
" kenapa memakan nya! kan sudah aku katakan kalo kue ini untuk daniel.! ketusnya. menatap sinis suaminya yang masih sibuk mengunyah sisi kue di mulutnya.
bryan berdiri dari duduknya, mengambil kembali kue di tangan ghea.
" aku tidak akan membiarkan pri lain memakan kue buatan mu tanpa seizin ku.! tegasnya. bryan membalas tatapan tajam ghea padanya.
ghea menghela napas kasarnya.
" daniel itu bukan pria lain, dia itu adik sepupu ku.! ketusnya.
__ADS_1
" aku tidak peduli.! bryan melenggang pergi dengan membawa sisa kue daniel.
" bryan kembalikan kue nya.! ghea berjalan di belakang bryan, menyusul suaminya untuk mengambil kembali sisa kue yang di buatnya.
" kembalikan.!
" buat saja yang baru.!
" tidak akan! bagaimana jika kau memakan kembali kue nya.!
" tentu saja! kue itu untuk di makan bukan di simpan.!
.
.
" ghea..bryan? awas kalian, akan aku hancurkan kebahagiaan kalian karna sudah membuat ku terus menangis sampai mataku lembab seperti ini.! rintih maya.
maya menjatuhkan tubuhnya di trotoar jalan, meratapi kehidupan yang hancur karna obsesinya sendiri, air matanya terus menetes saat melihat kehidupan bryan dan ghea yang bahagia di atas penderitaan nya.
__ADS_1
maya melempar botol minuman ke samping hingga mengenai tiga orang pria yang sedang duduk di jalanan karna sama-sama sedang mengalami mabuk.
maya menatap sekilas tiga pria tersebut, terlihat jelas jika maya tidak peduli dengan botol minuman nya yang mengenai kaki salah satu dari mereka.
tiga pria mabuk itu saling menatap lalu memancarkan senyuman dengan rencana licik yang ingin mereka lakukan pada maya.
Ketiga pria itu datang menghampiri maya yang masih tergeletak duduk di bawah.
" permisi nona! apa anda ingin kami temani.! ucap salah satu dari mereka.
maya mendongkakan kepala nya, menatap ketiga pria yang berdiri tidak sempurna di depan nya.
maya yang dalam keadaan mabuk berat, melihat wajah ketiga pria itu dengan samar-samar, beberapa kali ia mengedipkan matanya untuk melihat jelas wajah ketiga pria itu namun tetap saja yang maya lihat adalah wajah bryan pada ketiga pria itu
" bryan kau disini.! lirih maya.
maya mencoba bangun dan berdiri tegak dengan keadaan yang lemas, tersenyum meledek saat melihat wajah bryan yang ada tiga.
" dasar brengsek! berani sekali kau membuat ku menangis seperti ini, padahal aku sangat mencintai mu, kenapa? kenapa kau mengkhianati ku dan cintaku ini, mengingkari janji mu pada bunda untuk selalu menjaga dan melindungi ku.! imbuhnya seraya memukul-mukul dada bidang pria di hadapan nya.
__ADS_1