Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 110


__ADS_3

setelah sampai rumah sakit bryan jalan dengan gusar keruang rawat dimana istrinya sedang dirawat sekarang, pikirannya yang kacau membuatnya tidak memperhatikan sekitarnya fokusnya sekarang hanya pada keadaan ghea.


bryan yang jalan dengan sangat terburu-buru sampai tidak memperhatikan sekitar membuatnya menabrak bahu seseorang yang kebetulan berjalan kearah berlawanan dengan jarak mereka yang cukup dekat.


setelah tanpa sengaja menabrak bahu seseorang bryan langsung melirik sekilas lalu menyelonong pergi begitu saja tanpa meminta maaf. ia tidak ingin membuang-buang waktunya karna istrinya saat ini sedang membutuhkan dirinya toh benturan bahu itu tidak terlalu kuat jadi tidak terasa sakit apapun.


" dasar sombong! dia bahkan tidak meminta maaf padahal dia yang salah.! cibir ryan dengan tersungut-sungut. menatap kesal punggung pria yang sangat dikenalinya itu.


ryan memandang bahunya lalu membersihkan sedikit noda pada jasnya, saat melangkah kembali tan sengaja ia bertatapan dengan doni dengan raut wajah yang sinis seperti tidak menyukai dirinya.


ryan menatap punggung doni dengan keheranan. tatapan tidak suka doni membuat ryan bingung seolah-olah dia sudah melakuan kesalahan padanya. melakukan kesalahan apa bahkan kenal saja tidak dengannya.


" sudahlah.! dengus ryan kembali melangkahkan kakinya keluar rumah sakit. ia tidak mau ambil pusing dengan rentetan kejadian tadi saat dirinya berdebat kecil dengan mantan calon mertua.


bryan dan doni berlari kecil menghampiri sebuah kamar vvip dimana ghea sedang dirawat disana, kamar yang dijaga ketat oleh daniel dan beberapa bodyguard membuat bryan menatap bingung bertanya-tanya apa yang terjadi hingga kamar ghea dijaga begitu ketat.

__ADS_1


melihat bryan mendekat, dengan cepat daniel mengambil gerakan dengan menghampiri bryan beserta doni terlebih dahulu dengan ditemani tiga bodyguard.


daniel memberikan kode telapak tangan yang ditunjukkan untuk bryan agar berhenti. bryan mengerutkan kening melihat daniel menghadang dirinya ditemani dengan tiga pengawal.


" maaf tuan richard anda tidak izinkan masuk.! beritahunya mengatakan maksud dan tujuannya menghalangi bryan.


lagi lagi bryan mengerutkan kening.


" memangnya ada apa? kenapa aku dilarang masuk ke kamar ghea.? bryan dibuat semakin bingung dengan perkataan daniel rasa cemasnya semakin menjadi, pikiran negatifnya semakin memuncak dengan secara tiba-tiba daniel melarang dirinya menjenguk istrinya sendiri.


disinilah mereka berdua sekarang, disebuah kafe dimeja privat.


rizal memandang tajam bryan penuh intimidasi ingin rasanya ia menghajar bryan dengan apa yang sudah terjadi pada putrinya sekarang tanpa sepengetahuan dirinya sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepala dengan perasaan bingung.


bryan mengatur normal napasnya lalu mengangkat kepalanya menatap lurus pria didepannya.

__ADS_1


" ada apa daddy mertua kenapa-.! bryan tidak melanjutkan ucapannya saat mata rizal menatap lebih tajam dirinya. jika tidak melonggarkan sedikit tatapannya mungkin saat ini kedua bola mata rizal sudah keluar.


" kenapa tidak memberitahuku permasalahan sepenting ini.? tanya rizal dengan datar sembari mengeluarkan sebuah amplop dari kantong jasnya.


bryan melirik dengan teliti amplop itu menelisik lebih dalam, saat melihat logo dengan tulisan nama rumah sakit yang tak asing diingatan bryan.


bryan menelan ludahnya berusaha menetralkan napasnya untuk menjelaskan lebih detail.


" daddy sebenarnya aku.!


" ceraikan ghea sekarang.! katanya to the point membuat bryan membelakan matanya dengan ucapan tiba-tiba rizal tanpa memberikan aba-aba apapun.


Deg..


bryan diam mematung, ia masih belum memberikan reaksi apapun hanya tatapan bingung yang ia pancarkan dengan permintaan yang tidak mungkin ia lakukan.

__ADS_1


" kenapa aku harus menceraikan ghea.!


__ADS_2