Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 65


__ADS_3

setelah bicara banyak maya jatuh pingsan di pelukan salah satu ketiga pria itu, melihat adanya kesempatan ketiga pria itu langsung mengendong dan membawanya pergi menjauh dari sekitaran club yang cukup ramai.


namun aksi mereka di hadang empat pria berjas hitam berbadan kekar dengan raut wajah yang seram.


" berikan wanita itu padaku.! ucap seseorang, ia adalah pemimpin ke empat bodyguard itu.


" tidak! kami yang bekerja keras untuk mendapatkan nya jadi lebih baik kalian cari wanita cantik yang lain saja karna kami tidak akan melepaskan nya.! Ucap salah satu pria brengsek itu.


Bugh.


mendengar ucapan rendah pria itu membuat daniel langsung memukul keras wajahnya, tidak terima dengan pukulan daniel pria itu hendak memukul daniel namun pukulan nya langsung di tepis salah satu bodyguard nya.


kedua bodyguard itu menarik paksa kerah baju kedua pria brengsek itu ke tempat yang sedikit jauh dari pemimpin nya, kedua bodyguard langsung menghajar habis-habisan kedua pria yang sedang mabuk berat.


dengan mudah para bodyguard itu menghajar mereka, mengingat kondisi mereka yang tidak bisa membalas pukulan mereka, jangankan memukul bahkan untuk berdiri saja tidak bisa mereka lakukan dengan benar.

__ADS_1


salah satu pria yang mengendong maya langsung memberikan maya pada pria itu saat melihat kedua teman nya yang sudah tergeletak di jalan karna pukulan dari mereka.


pria itu langsung kabur, meninggalkan kedua teman nya di jalan, ia sama sekali tidak memperdulikan nasib teman nya itu karna yang terpenting baginya adalah menyelamatkan hidupnya.


daniel di bantu para bodyguard langsung mengendong maya dan membawanya masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya sejak tadi.


" maya.! ucap rizal. terlihat jelas wajahnya khawatir melihat kondisi anak sambungnya yang terlihat lemas karna terlalu banyak minum.


untung saja saat mereka memasuki mobil setelah melakukan meeting di salah satu cafe yang letaknya tak jauh, daniel tidak sengaja melihat wanita yang mirip dengan maya sedang di hadang pria hidung belang, saat mendekat untuk mencari tau akhirnya daniel mengetahui jika wanita yang di kiranya maya memang benar dia.


" kita bawa dia ke rumah sakit.! ucap rizal, mengusap penuh kasih sayang kepala maya.


" tidak perlu uncle! kak maya hanya pingsan, kita panggil saja dokter ke mansion untuk memeriksa keadaan nya.! saran daniel.


Rizal mengangguk menyetujui saran daniel.

__ADS_1


di sepanjang perjalanan ke mansion, maya terus mengingau perkataan yang membuat rizal ingin meluapkan amarahnya karna ucapan yang di lontarkan maya tapi ia juga tidak bisa menyalahkan maya karna ia ikut bertanggung jawab dengan apa yang di rasakan maya sekarang.


" daniel bilang pada ghea dan bryan jika maya akan tinggal selama beberapa hari di mansion adhitama.! lirih rizal. menatap sendu keadaan maya yang mengingatkan nya pada ibu nya saat mereka berpisah untuk saling menepati kesepakatan mereka.


Flashback on..


" tuan! saya mohon jangan penjarakan saya, maafkan kesalahan saya kasihanilah aku dan putriku! bagaimana nasibnya nanti saat aku di dalam penjara.! Pintanya dengan memohon pada rizal.


" apa kau pikir aku akan memaafkan mu setelah apa yang kau lakukan pada istriku yang sedang mengandung.! bentaknya. menatap istrinya yang terbaring koma di rumah sakit karna kecerobohan wanita itu.


" saya tau tuan, tapi saya benar-benar tidak sengaja melakukan itu! semuanya hanya kecelakaan yang tidak saya sengaja.! jelasnya. matanya berkaca-kaca meminta permohonan maaf pada pria di depan nya.


" aku tidak peduli dengan semua penjelasan mu! hanya satu yang aku inginkan yaitu memenjarakan mu atas kesalahan yang kau lakukan.! tegas rizal.


wanita itu menangis tersedu-sedu, menatap wajah putri kecilnya membayangkan masa depan putrinya yang akan hancur jika ia masuk penjara.

__ADS_1


" sayang bagaimana nanti dengan mu jika ibu harus pergi untuk menebus segala kesalahan yang ibu lakukan! siapa yang akan merawat dan menjagamu.! lirihnya. menatap sendu wajah cantik putri kesayangan nya.


rizal yang sejak tadi menunggu dokter keluar dari ruangan untuk memberikan penjelasan mengenai keadaan istrinya sekarang, tapi harapan nya itu sia-sia saat dokter menjelaskan keadaan istrinya sekarang.


__ADS_2