
" benarkah.!
bryan menganggukan kepala.
" kita pergi ke tempat yang aku inginkan.!
" iya.!
ghea yang sangat bahagia sontak membuatnya reflek memeluk bryan.
" terima kasih.! ucap ghea dengan tangan yang sudah memeluk bryan.
bryan tersenyum bahagia melihat sikap ghea padanya, ia pun tidak melewatkan kesempatan untuk menerima pelukan ghea.
" ayo kita berangkat sekarang.! ajak ghea.
bryan berdiri dari duduknya, kemudian ia menatap ghea dari atas sampai bawah.
" ganti pakaian mu! aku tidak ingin kita pergi dengan pakaian mu yang mini.! Ketusnya.
ghea mengerucutkan keningnya, kemudian ia melihat pakaian yang ia kenakan. memakai baju santai putih dengan rok mini di atas lutut membuat bryan enggan sekali membawa ghea dengan pakaian yang terlalu mini.
" aku malas untuk berganti pakaian.! ketusnya
" kalo begitu! aku juga malas mengajak mu pergi jalan-jalan.! sahut bryan tak kalah ketusnya.
__ADS_1
ghea berdecak kesal.
" tidak masalah! aku akan pergi jalan-jalan sendiri.! ucap ghea seraya berjalan pergi ke arah pintu mansion.
" kau tidak bisa pergi keluar jika tidak bersama ku.! teriak bryan seraya tersenyum tipis.
ghea menghentikan langkahnya, ia kemudian menghela napas secara kasar.
" aku akan berganti pakaian.! ucap ghea dengan suara sedikit tinggi.
" baiklah! aku akan menunggu disini.!
ghea tak menyahuti bryan, ia memilih kembali masuk ke mansion dengan terus berdecak kesal pada suaminya.
setelah menunggu sepuluh menit akhirnya ghea keluar dengan penampilan dan dandanan yang cantik dan memukau.
" bagaimana.! tanya ghea. yang membuat bryan sadar dari lamunan'nya.
bryan menarik pelan telinga ghea.
" aww.! pekik ghea seraya memegang telinganya yang sakit.
bryan menghela napas.
" aku meminta mu ganti pakaian dengan yang lebih tertutup bukan dengan pakaian yang sama.! tegas bryan. " dan ini! kenapa memakai make up setebal ini.! bryan memegang dagu ghea menatap lekat wajah dan bibir ghea yang tambah cantik dengan polesan makeup
__ADS_1
ghea menggaruk kepalanya, kemudian ia mengambil cermin yang ada pada bedaknya lalu berkaca
" aku hanya memakai makeup sedikit tidak banyak.! ghea melihat wajahnya di cermin makeup lalu ia melihat pakaian yang di pakainya " dan lagipun aku memakai pakaian yang biasa aku pakai! kenapa kau baru mempermasalahkan nya.!
bryan yang kesal dengan kepolosan ghea, membuatnya mengacak-acak rambutnya.
" kenapa dia tidak mengerti! aku cemburu jika ada pria lain yang menatapnya karna pakaian dan wajah cantiknya.! guman bryan dalam hati seraya menggaruk tengkunya.
bryan memegang tangan ghea
" aku akan memilihkan pakaian yang akan dipakai hari ini.! ucapnya seraya berjalan menuju kamar.
sudah setengah jam mereka di dalam kamar, tapi bryan belum juga selesai memilihkan pakaian yang cocok untuk di kenakan ghea.
ghea menghela napas, ia menatap bingung. kenapa bryan harus kerepotan sendiri hanya karna pakaian, padahal biasanya bryan tidak terlalu memperdulikan pakaian apa yang di kenakan'nya.
" sampai kapan kau akan mengacak-acak pakaian ku.! ketusnya.
" sampai aku menemukan pakaian yang cocok untukmu.! sahut bryan yang fokus mengacak-acak isi lemari ghea.
bryan menatap dua setelan pakaian ghea, kemudian ia telisik pakaian tersebut dan menempelkan'nya dari jarak jauh untuk memastik'kan kecocokan'nya.
" tidak! yang ini bagian ketiaknya terlalu besar.! keluhnya seraya melempar baju yang tadi di pilihnya.
ghea yang pasrah hanya bisa menghela napasnya berulang kali di iringi decakan kesal dengan sikap aneh bryan padanya.
__ADS_1
bryan kemudian memilih setelan pilihan keduanya, ia melakukan hal yang sama, setelah memastik'kan kesesuain, ia melempar kembali pakaian'nya jika di rasa pakaian'nya terlalu ketat, kurang bahan atau juga terlalu mini