
" kenapa kau sangat membenci keluarga ku! apa kesalahan putri ku sampai-sampai kau sengaja menjebaknya lalu menghancurkan kehidupan'nya.! ucap rizal dengan nada sedikit tinggi.
" ckk..apa kau tidak malu menanyakan apa kesalahan yang sudah kalian lakukan.! ketusnya.
" okk! maafkan keluarga ku jika memang kami melakukan kesalahan! tapi saya mohon cobalah untuk memaafkan dan melupakan masa lalu.! ucap rizal. menatap sendu maya yang memalingkan wajahnya.
maya menghela napas.
" aku tidak akan pernah memaafkan keluarga mu.! lirih maya. yang kemudian melenggang pergi.
rizal menghela napas panjangnya seraya menatap punggung maya yang mulai menghilang.
satu minggu kemudian..
setelah bryan pulang dari rumah sakit, maya terus melihat keromantisan bryan dan ghea, sudah satu minggu ia menahan kesal karna terus melihat kedekatan mereka, setelah kejadian itu mereka semakin dekat dan maya justru jadi menjauh dari bryan karna mereka tidak pernah memberikan ruang untuk maya mendekati bryan.
" apa kau yakin akan pergi ke kantor hari ini.? tanya ghea yang tengah memakaikan dasi.
bryan mengangguk.
" tapi kau belum sembuh total.!
__ADS_1
" sudah satu minggu aku di rumah terus! rasanya bosan sekali tidak melakukan apa-apa.! keluh bryan memasang wajah melasnya.
" jadi kau bosan di rumah terus karna ada aku.! ketusnya.
" bukan begitu sayang.! bryan melingkarkan tangan'nya di pinggang ghea. " aku tidak pernah bosan melihat wajahmu tapi, aku kesal saja selama satu minggu kita tidak melakukan.! bryan mengedipkan matanya lalu tersenyum melihat ekspresi ghea.
ghea menggaruk kepalanya.
" hmmm..kamu mau aku buatin sarapan apa.? ghea sengaja mengalihkan topik pembicaraan.
bryan melepaskan tangan'nya lalu memegang pipi ghea.
ghea tersenyum, tangan'nya mengusap pelan kepala bryan.
setelah berpamitan bryan berjalan keluar meninggalkan kamar.
ghea menghela napas, menatap punggung bryan yang mulai menghilang.
" selamat ya! kamu sudah berhasil merebut bryan dariku.! ucap maya yang melangkah masuk ke kamar ghea.
kini maya tepat berdiri di depan ghea.
__ADS_1
maya tersenyum sinis.
" apa kau bahagia sudah memiliki bryan seutuhnya! apa kau senang sekarang sudah berhasil menjauhkan ku dengan bryan.! maya memegang erat tangan ghea, sedikit menekan'nya untuk menciptakan rasa sakit.
ghea berusaha melepaskan genggaman maya kemudian menghempasnya.
" apa maksud kak maya.? tanya ghea menatap wajah maya yang terlihat kesal.
" aku akan merebut kembali milik'ku! setelah kau melahirkan, aku yakin bryan akan kembali padaku karna.! maya menatap perut ghea. " bayi di perut mu itu adalah buah cinta aku dan bryan dan kau tidak mungkin bisa memiliki'nya hanya karna kau sudah meminjamkan rahim untuk anak'ku.! ketus maya seraya menatap sinis ghea.
" kak ay! apa kaka belum melupakan masa lalu.! lirih ghea menatap wajah maya yang terkejut dengan ucapan'nya.
maya tercengang, ia terkejut dengan ucapan ghea yang menunjuk'kan jika dia sudah mengetahui siapa dirinya.
" ohhh! jadi kau sudah tau.! ketus maya.
" aku sudah mengetahui semua'nya! bahkan aku sudah membantu'mu untuk menjalankan rencana mu tapi, kenapa? kau masih saja membenci diriku setelah dengan sukarela aku menerima rencana mu.! ghea memegang tangan maya. menatap sendu kaka yang di sayanginya, ia sangat berharap kaka'nya akan luluh setelah mengetahui jika ghea bersedia melakukan'nya meskipun sudah mengetahui alasan sebenarnya.
maya menghempaskan tangan ghea.
" ckk..apa kau pikir kebencian ku akan lenyap hanya karna kau meminjamkan rahim untuk anak'ku.! ketusnya seraya berjalan keluar kamar ghea.
__ADS_1