
" ghea apa kamu punya usulan lain! misalnya sesuatu hal yang bisa membuat gaby merubah sikapnya, semisal keinginan besarnya yang tidak bisa ia gapai sendiri.! ujar rizal secara tiba-tiba. entah kenapa pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutnya.
" mmmm.! desis ghea sambil mengaruk-garuk lehernya. ia bingung apakah harus mengatakan pada daddynya mengenai ucapan gaby beberapa tahun lalu padanya. ungkapan isi hati yang mengagetkan ghea ia bahkan sampai berpikir jika ungkapannya hanyalah celoteh belaka sebagai candaan namun melihat betapa seriusnya ekspresi gaby saat mengucapkannya membuat ghea bingung sendiri harus memberikan saran apa pada adik kecilnya.
bingung tentu saja, adik kecilnya sudah berani mengungkapkan isi hati dan keinginannya pada dirinya yang sangat dipercayai gaby sebagai sandaran keluh kesahnya, isi hati yang diutarakan gaby saat masih duduk dibangku smp.
" ghea kok malah diem.! sahutnya sambil memegang bahu ghea menyadarkannya dari lamunan.
" aku tidak tahu! tapi bagaimana daddy bisa berpikiran seperti itu.! telisiknya.
" tidak apa-apa, daddy hanya iseng bertanya saja siapa tau kamu mengetahui keinginan besar gaby karna yang daddy tahu dia lebih percaya padamu untuk dijadikan tempat keluh kesahnya.!
ghea tersenyum tipis dengan praduga daddnya.
__ADS_1
" apa aku beritahu daddy saja.! batin ghea sambil menatap penuh arti rizal.
didalam perjalanan menuju mansion bryan dan rizal dibuat bingung karna sejak masuk mobil ghea hanya diam saja bahkan ia tidak mengeluarkan satu katapun tapi kedua pria itu menepis kebingungannya dengan berpikir jika ghea diam saja mungkin karna faktor dirinya yang baru saja bangun dari koma dan masih dalam keadaan lemah jadi mungkin saja tidak terlalu berselera untuk banyak bicara.
setelah sampai dimansion richard ghea terus menatap sekeliling sambil menghirup udara segar disekitar mansion yang dihiasi beberapa pohon kecil dan tanaman-tanaman indah yang begitu menyejukkan hati dan pikirannya.
rasanya ia sangat merindukan tempat ini, tempat yang sudah hampir satu tahun menjadi rumah baginya, suasana yang begitu ia rindukan setelah terbangun dari koma.
" selamat datang nyonya! kami senang nyonya kembali pulih dengan cepat.! sapa pak eko sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
" terima kasih.! jawab singkatnya sambil melepamparkan senyuman pada semua pelayan yang sedang berbaris menyambut kedatangannya
" dimana baby twins.? tanya ghea sambil menatap sekeliking mencari keberadaan kedua putranya
__ADS_1
" mereka sedang bermain dikamar.! jawab pak eko.
klek..
pintu kamar baby twins dibuka, dengan wajah berbinar ghea menatap kedua putranya yang sedang asyik bermain ditemani baby sister dan salah satu pelayan rumah.
baby sister dan pelayan itu langsung beranjak dari duduknya berdiri ditepi ranjang sambil memberi hormat. ghea mendekati baby twins lebih dekat ia masih tertegun dengan pemandangan yang dilihatnya, tidak percaya tentu saja ia masih takjub dan tidak percaya pada takdirnya yang masih memberikannya kesempatan untuk hidup kembali, tuhan sangat baik padanya memberikan kesempatan baginya untuk membesarkan kedua putranya.
bryan memberikan kode kepada mereka untuk segera pergi meninggalkan mereka, memahami kodenya pengasuh dan pelayan itu langsung minta izin untuk pergi sesuai perintah tuannya.
bryan menatap ranjang dilihatnya ghea sedang memeluk dan menciumi baby twins dengan penuh haru, senyum bahagia merekah diwajahnya tak hentinya ia mengucapkan syukur pada tuhan atas semua yang telah diberikan untuk keluarga kecilnya.
bryan yang tidak ingin kehilangan momen segera mendekati ranjang untuk ikut nimbrung bersama keluarga kecilnya, terlihat betapa manjanya baby twins pada ghea, tidak ingin melepaskan pelukan hangat wanita yang telah melahirkan mereka.
__ADS_1