Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 128


__ADS_3

kini mereka bertiga sedang berada didalam bioskop menanti dimulainya film dadakan yang ghea pilih.


seharusnya sekarang mereka sedang menonton film nuansa romantis diruangan bioskop yang sudah sengaja ia booking untuk hari ini tapi kejutan romantisnya harus gagal karna mertuanya berhasil membujuk ghea agar mau menonton film komedi pilihannya.


suara tawa dari para penonton terdengar jelas saat film yang diputar terus menampilkan adegan kocak yang mengocok perut mereka semua tak terkecuali ghea dan rizal berbeda dengan bryan yang menampilkan ekspresi datarnya bagaimana ia bisa tertawa jika perasaannya masih dibuat kesal oleh istri dan mertuanya.


Drt..drt..


ditengah kefokusan mereka semua pada film, ponsel bryan terus berdering menampilkan sebuah nama yang tidak penting terus memanggilnya membuat kejengkelan bryan bertambah.


bryan mengeser tombol merah menolak panggilan itu namun orang diujung sana kembali meneleponnya membuat bryan dengan terpaksa mengangkatnya


" sudah aku katakan rencananya gagal.! ucap bryan dengan sedikit berteriak membuat orang-orang didekatnya menatap tajam kearahnya. bryan yang tidak peduli mengacuhkan tatapan mereka ia kembali memasang wajah kesal.

__ADS_1


" sayang ada apa.? tanya ghea sambil memasukkan beberapa potong popcorn ke dalam mulutnya.


melihat itu membuat bryan menarik napas panjangnya.


" tidak ada.! sahut bryan dengan ketus


" ohhh.! ghea kembali fokus menonton film yang masih satu setengah jam durasi.


ghea menyenderkan kepala dibahu bryan sambil terus memakan popcorn ditangannya. bryan yang mengerti langsung merangkul ghea sambil menepuk-nepuk punggungnya.


ditengah keputusasaan bryan, ia mendengar suara yang begitu dekat dari ditelinganya, ia melirik kesamping dilihatnya ghea tengah menyingsingkan ingus dibajunya membuat bryan semakin dibuat murka.


" ghea.! pekik bryan sambil menjauhkan tubuh ghea dari bahunya.

__ADS_1


ia melihat dengan pasrah bajunya lalu menciumnya, tercium aroma yang begitu menyengat dari bajunya, mendapati hal itu membuat bryan menatap tajam istrinya dengan napas memburu sedangkan yang ditatap malah cengar-cengir sambil menggigit bibir bawahnya.


bryan mengacak-acak rambutnya, sungguh ia benar-benar tidak bisa menahan diri lagi untuk segera keluar dari dalam ruangan ini.


" kenapa kamu menatap ghea seperti itu.! ucap rizal dengan tegas memancarkan tatapan tajam saat mendapati putrinya yang mendapati perlakuan berlebihan.


riza tidak terima dengan perlakuan bryan yang mendorong tubuh putrinya meskipun hanya dorongan kecil tetap saja membuat rizal selaku daddynya marah atas sikap kasar bryan.


rizal beranjak dari duduknya menghampiri bryan dengan penuh kemarahan tangannya sudah mengepal keras ingin menghajar pria yang sudah berani berlaku kasar pada tuan putrinya apalagi bryan melakukan itu dihadapannya.


rizal mencengkram keras baju bryan sembari menatap tajam dirinya sedangkan bryan tidak meladeni sikap sok jagoan mertuanya ia berusaha menjelaskan kepada rizal bahwa aksinya tadi hanya gerakan reflek ia benar-benar tidak bermaksud bersikap seperti itu pada istrinya namun rizal yang sudah terbawa emosi tidak peduli dengan penjelasan bryan ia masih mencengkram keras baju menantunya.


" daddy sudah jangan berlebihan seperti ini.! ucap ghea berusaha melerai pertikaian antara mereka. ghea tidak ingin terjadi pertengkaran didalam bioskop hanya karna masalah kecil yang tanpa sengaja.

__ADS_1


rizal tak mengendahkan ucapan putrinya ia semakin mencengkram keras baju bryan tanpa mau melepaskannya.


__ADS_2