
" sayang kamu tau kemarin hampir saja aku membuat kesalahan, aku teledor dalam menjaga putra kita! kemarin hampir saja salah satu putra kita memakan remahan makanan yang jatuh dilantai tapi itu tidak terjadi karna aku segera menyelamatkannya! mulai sekarang aku akan lebih siaga dalam menjaga mereka aku janji padamu hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.! imbuhnya dengan suara lirih menatap lekat wajah istrinya yang tak kunjung membuka matanya.
" ckkk..dasar payah menjaga bayi saja tidak bisa! jika tidak sanggup berikan saja mereka padaku biarkan aku yang merawatnya daripada terjadi kesalahan yang sama karna keteledoran dan ketidakbecusan mu dalam mengurus mereka.! ujarnya dengan ketus. entah sejak kapan rizal berdiri dibelakangnya dan menguping pembicaraan bryan dan ghea. semenjak kejadian itu rizal menjadi semakin ketus padanya entahlah mungkin masih sangat marah padanya tapi itu semua tidak sepenuhnya salahnya kan tapi bryan tidak ingin terus membela diri jadi ia membiarkan saja mertuanya itu menyalahkan dirinya sepenuhnya daripada harus berdebat dengan mertuanya lebih baik ia mendapatkan kalimat ketus dan pedas darinya.
rizal memang ketus pada bryan tapi itu bukan berarti ia membencinya hanya saja rasa kesal dan amarahnya masih tersimpan dihatinya membuat rizal menjadi sensitif pada mantunya.
bryan menarik napas panjang tidak mengendahkan ucapan ketus mertuanya.
rizal mendengus kesal dengan ekspresi biasa bryan, sepertinya sindiran demi sindiran yang diberikannya tak membuat bryan marah padanya, entah mungkin karna takut ia akan memaksanya untuk menceraikan ghea atau memang bryan tidak membalasnya karna menghormati dirinya sebagai mertua meskipun mertua yang menyebalkan bagi bryan.
__ADS_1
bryan beranjak dari duduknya hendak pergi meninggalkan ruangan ini jika ia terus berlama-lama disini bisa hancur mood paginya, moodnya harus bagus pagi ini karna ada meeting penting dengan sahabat sekaligus rekan bisnisnya.
" mau kemana.!
bryan menghentikan langkah kakinya menatap pria disampingnya.
" ada meeting penting yang harus aku selesaikan.! sahutnya dengan datar.
bryan menarik napas panjang.
__ADS_1
" aku tidak mengabaikan ghea! setiap hari aku mendatanginya apa itu disebut mengabaikan.! sahutnya penuh penekanan. rasanya kesabaran bryan benar-benar sudah habis untuk menghadapi kesinisan mertuanya entah sampai kapan ia akan bersikap seperti itu padanya.
" dan soal hanya memberikan sedikit waktu! aku rasa itu wajar dan harus dimaklumi mengingat sekarang bukan hanya ghea yang membutuhkan ku tapi kedua putra kami juga sangat membutuhkan ku dimasa pertumbuhan mereka! disini peranku tidak hanya sebagai ayah tapi juga sekaligus sebagai ibu bagi mereka.! sahut bryan dengan sedikit ketus.
mereka berdua saling melemparkan tatapan tajam.
" kalian bertengkar lagi.! ucap seorang wanita dengan nada lirih. suara yang begitu dikenali, suara yang sudah lama mereka rindukan. kedua pria itu menoleh keranjang ghea memastikkan jika suara yang didengar mereka benar-benar nyata bukan halusinasi saja.
dan benar saja saat mereka menoleh, melihat pemandangan yang begitu membahagiakan bagi mereka, wanita yang sudah lama mereka tunggu akhirnya tersadar dari koma, begitu lama mereka menantikannya dan saatnya penantian itu berakhir.
__ADS_1
" ghea.! pekik kedua pria itu yang langsung mendekati ghea memberikannya pelukan erat meskipun diringi pertengkaran kecil antara rizal dan bryan dalam memperebutkan tubuh ghea untuk mereka peluk.
" lepas-kan a-ku ti-dak bi-sa berna-pas.! ucap ghea dengan terbata menahan napasnya karna pelukan kedua pria itu yang begitu kuat hingga membuatnya sedikit kesulitan untuk bernapas.