
mengingat keadaannya yang sedang menjadi tahanan membuat doni tidak memiliki pilihan lain selain delivery makanan karna jujur perutnya sudah sangat lapar ia tidak bisa menahan lama mengingat dirinya sama sekali tidak pernah telat makan siang.
saat doni hendak memesan makanan melalui ponselnya, banyak pesan masuk ke dalam ponselnya tentu saja doni merasa heran kenapa banyak sekali pesan masuk dari istri tuannya. ada apa sampai-sampai istri tuannya mengiriminya banyak pesan dan panggilan masuk yang tidak terjawab.
sebelum doni membaca pesan masuk dari istri bosnya, ia menatap bryan yang masih sibuk menanda tangani berkas.
" apa mereka bertengkar.? batin doni hatinya bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
" tuan.!
" hmmm.!
" apakah terjadi sesuatu antara anda dan nona ghea.?
bryan menghentikan pekerjaannya, menatap bingung pertanyaan yang dilontarkan doni.
__ADS_1
" apa maksudmu.?
" sejak tadi nona ghea terus menelepon ku dan mengirimi banyak pesan tapi saya belum membuka satu pun pesannya.! jawab doni yang begitu penasaran.
bryan memutar bola matanya berpikir kenapa ghea beberapa kali menelepon doni bukannya dia sebagai suaminya. bryan segera mengambil ponsel yang ia letakkan dilaci dengan suara ponsel yang sengaja ia disailent sehingga saat ghea menelepon tidak terdengar apapun, bryan membuka pesan yang begitu banyak dan betapa kagetnya bryan saat membaca pesan yang ghea kirimkan padanya.
" ya tuhan.! pekik bryan saat membuka pesan dari ghea. ia baru mengingat jika siang ini harus mengantar istrinya pergi mengecek kandungan karna terlalu sibuk mengerjakan semua pekerjaan ia sampai lupa dengan janjinya pada ghea.
" ada apa tuan.? tanya doni yang khawatir saat melihat raut wajah panik tuannya setelah membaca pesan dari istrinya.
" aku harus segera pergi mengantar ghea mengecek kandungannya.! jawab bryan sembari memakai jas kerjanya dengan terburu-buru.
" cepat ikut denganku.! seru bryan sembari melenggang pergi meninggalkan ruang kerjanya.
doni menarik napas pelan, ia pasrah dengan semuanya disaat perutnya yang kosong ia harus kembali bekerja mengemudikan mobil.
__ADS_1
mau tidak mau doni mengikuti perintah bryan karna memang sudah tugasnya menuruti semua perintah atasannya. doni mengekor dibelakang mengikuti langkah bryan yang begitu cepat.
" cepat sedikit jika kita sampai telat ghea akan marah padaku.! ujar bryan sembari berusaha menelepon ghea namun telepon darinya selalu saja ditolak ghea.
" baik tuan.!
" kenapa ghea menolak semua teleponku? apa dia marah.? batin bryan yang sejak tadi sudah berusaha menelepon tapi istrinya itu selalu saja menolak panggilan telepon darinya.
saat sudah sampai diparkiran bryan berhenti sejenak sebelum memasuki mobil ia menatap doni yang terlihat lemas tidak bersemangat.
" pergilah! aku akan berangkat sendiri.! seru bryan sembari berjalan ke arah pintu kemudi dimana doni sedang berdiri yang juga menatap dirinya.
raut wajah doni berubah sumringah karna tuannya tidak jadi mengikut sertakan dirinya dalam kemarahan istri tuannya. ya doni sudah bisa menebak jika ghea pasti akan marah besar karna suaminya itu lupa akan janjinya.
" baik tuan.! sahut doni dengan penuh semangat empat lima.
__ADS_1
doni menyerahkan kunci mobil pada tuannya, setelah menerima kuncinya bryan segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi sembari terus berusaha menelepon ghea untuk menjelaskan kepadanya jika ia benar-benar lupa akan janjinya tidak bermaksud untuk mengingkari.
" hati-hati tuan jangan terlalu mengngebut.! teriak doni memberi peringatan pada tuannya saat melihat mobil bryan sudah mulai menghilang dari pandangannya.