
" apa maksudmu.! lirih maya yang terkejut dengan perkataan bryan.
bryan mengenggam erat tangan maya.
" awww..sakit! sayang apa yang kau lakukan.! maya berusaha melepaskan tangan'nya dari genggaman bryan.
" tidak perlu berbohong! apa kau pikir aku bodoh tidak mengetahui apapun.! ketus bryan yang langsung menghempaskan tangan maya.
" aku minta maaf padamu soal kondisi rahimku! Tapi, aku melakukan itu semua agar balas dendam ku berjalan sesuai rencana.! maya memegang tangan bryan, menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya.
" ckk..kenapa hanya balas dendam yang kau pikirkan! kau tahu saat aku mengetahui kebohongan mu, rasanya hatiku hancur.! Lirih bryan. tangan mencoba menjauhkan maya dari tubuhnya.
" aku mengerti! maka dari itu aku meminta maaf padamu.! Ucapnya seraya mendekati kembali bryan.
bryan menatap tajam maya dengan tangan yang memberinya kode untuk tidak mendekatinya.
" aku ada meeting! sebaiknya kau pulang ke mansion.! ketusnya.
" kenapa kau tidak mau menceraikan ghea! apa karna kau sudah jatuh cinta padanya? kenapa? bukankah kau sangat mencintai ku! aku sangat mencintaimu sayang.! lirih maya seraya menatap sendu bryan yang enggan menatapnya.
__ADS_1
" saat kau lebih mementingkan balas dendam mu daripada mengandung bayiku, apa kau masih berpikir aku mencintamu.! ucap bryan penuh penekanan di setiap katanya.
Deg..
perkataan bryan membuat hatinya hancur, ia tidak menyangka jika pria yang sangat di cintainya itu akan mengatakan hal yang menyakiti hatinya, air mata maya mulai menetes membasahi pipinya, ia tidak pernah menyangka jika balas dendam'nya akan merebut cinta dan menghancurkan kehidupan rumah tangga'nya.
maya menjatuhkan dirinya ke lantai, duduk dengan kepala tertunduk.
kakinya sangat lemas setelah mendengar perkataan bryan.
" aku menyesal! aku sangat menyesal sudah membawa wanita lain kedalam rumah tangga kita.! maya menangis tersedu-sedu
maya mengangkat wajahnya, menatap sinis bryan yang sangat mudah mengatakan sesuatu.
" apa kau pikir melupakan sesuatu itu akan mudah.! bentak maya seraya menatap sendu bryan yang memilih pergi
Mansion Richard.
ghea tengah duduk termenung di pinggir kolam ikan, bosan mungkin itu kata yang tepat untuk ghea yang merasa bosan karna seharian penuh harus di dalam rumah tanpa bisa pergi kemana pun.
__ADS_1
" maaf nyonya! sepertinya sudah cukup untuk memberi makan ikan.! ucap pak eko yang sedari tadi menemani ghea.
ghea menghela napas, ia sangat kesal dengan pak eko yang sedari tadi terus mengawasi dirinya padahal yang ghea lakukan hanya memberi makan ikan itupun masih di dalam mansion tapi tetap saja ia di awasi oleh pelayan dan dua pengawal.
" pak sebaiknya kau masuk saja! selesaikan pekerjaan mu, biarkan aku disini sendiri.!
" maaf nyonya! tuan bryan menyuruhku untuk terus menemani dan mengawasi nyonya.! ucapnya.
ghea menghela napasnya berkali-kali seraya terus melemparkan pangan ikan ke dalam kolam.
" ya ampun! aku tidak pergi kemana-mana, hanya memberi makan ikan? apa itu juga perlu di awasi.! keluh ghea dengan nada kesal.
" hidupku sangat membosankan, dari kecil selalu saja di kawal! dan sekarang saat sudah menikah pun masih saja di kawal, hidupku tidak ada kebebasan sama sekali.! celoteh ghea dengan raut wajah yang kesal.
" kau ingin pergi keluar untuk jalan-jalan.! ucap bryan dari arah belakang seraya berjalan mendekati ghea.
" iya.! sahut ghea dengan ketus.
bryan yang mengetahui jika ghea marah padanya, segera mengambil posisi duduk di sebelahnya.
__ADS_1
" mari kita pergi jalan-jalan ke tempat yang kau inginkan.! ucap bryan dengan serius.