
" berhenti tertawa kau membuat kami takut dengan tingkah mu.! ketus rizal mengambil cangkir kopi lalu menyesap nya dengan pelan sambil menikmati setiap tegukan.
" memangnya kenapa dengan ku.?
" anda seperti orang gila tuan.! sahut spontan doni yang langsung mendapat tatapan tajam dari bryan.
doni menutup mulutnya karna sudah keceplosan mengatakan gila pada atasan nya.
" maaf tuan aku tidak bermaksud mengatakan anda gila.! ucap doni yang tertunduk.
bryan menatap tajam doni yang sudah lancang mengatainya gila.
" aku akan memotong gajimu don.! ucap bryan dengan ekspresi wajah yang devil.
doni menggaruk kepala tersenyum pasrah.
rizal tersenyum menertawai ketakutan doni akan ancaman gajinya yang dipotong.
rizal mengeluarkan sebuah kartu nama lalu memberikan nya pada doni dan doni pun menerima dengan pikiran yang bingung.
" datanglah ke kantorku jika kamu sudah tidak betah bekerja dengan bryan.! ujarnya di iringi senyuman penuh arti sambil menatap ke arah bryan.
" tuan rizal mengundangku langsung untuk bekerja di perusahaan anda.! tanya doni tak percaya dengan tawaran yang diberikan rizal padanya.
__ADS_1
rizal mengangguk lalu berdehem
" jika kau bekerja pada perusahaan ku tidak ada yang namanya potong gaji malah aku akan membayar gajimu dua kali lipat dari yang diberikan perusahaan bryan padamu.! rizal menaik turunkan alisnya menanti jawaban dari asisten pribadi menantu nya.
doni tertegun.
" wahhh aku beruntung sekali belum dipecat saja sudah mendapat tawaran kerja dari perusahaan besar lain'nya.! imbuhnya dengan senyuman bahagia karna keberuntungan berpihak padanya.
bryan menatap kesal doni rasanya ingin sekali ia memukul doni jika tidak ada orang di sekitarnya.
maya dan daniel hanya melemlarkan senyuman dan mengelengkan kepala melihat interaksi mereka.
" doni tidak akan bekerja di perusahaan manapun karna aku tidak akan memecatnya dan satu lagi aku tidak akan memotong gajimu don.! ucap bryan dengan suara datar.
" hmmm.! guman'nya sambil menganggukan kepala.
" maaf tuan rizal aku ingin mengembalikan ini padamu.! lirih doni sembari menyerahkan kembali kartu nama rizal yang tadi sempat di berikan kepadanya.
" simpan saja siapa tau kamu akan membutuhkan'nya nanti.! sindir rizal.
doni menyimpan kembali kartu nama rizal dikantong celananya.
bryan beranjak dari duduknya sambil merapikan jas bagian tangan nya.
__ADS_1
" doni ayo kita pulang.!
" baik tuan.! jawab singkat doni yang langsung menyiapkan kunci mobilnya.
" ada apa? kenapa terburu-buru untuk kembali.! tanya rizal dengan nada mengejek.
" tidak apa-apa ayah mertua aku hanya ingin istirahat dan mengumpulkan tenaga karna besok aku akan menghadapi musuh.! ucapnya dengan sombong sambil berkacak pinggang membuat rizal yang melihatnya mendengus kesal.
rizal, daniel dan maya menatap bingung punggung bryan dan doni yang mulai menghilang, ada rasa penasaran dalam diri daniel karna tidak seperti biasanya entah kenapa hari ini seperti ada yang kurang, daniel merasa bryan tidak menanyakan sesuatu hal yang sering ia tanyakan dua minggu terakhir ini.
" ada apa.? tanya maya saat melihat raut wajah bingung daniel.
" tidak ada apa-apa kak.?
" mana video ghea aku ingin melihat videonya sekarang sudah lama aku tidak melihatnya! aku sangat merindukan ghea.! ujar maya menyadarkan kembali daniel yng terlihat seperti orang bingung.
" iya kak bentar ya.! sahutnya sambil membuka kembali laptop mengecek file video cctv ghea.
terus mengecek satu persatu file video dalam laptopnya tapi ia tak kunjung juga menemukan satu pun video cctv yang menampilkan aktivitas ghea selama di tempat tersembunyi.
" ada apa? kenapa wajahmu jadi cemas seperti itu.? tanya maya saat melihat ekspresi daniel yang cemas.
" ada apa niel.! tanya rizal tak kalah khawatir dengan ekpresi wajah daniel.
__ADS_1