Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 42


__ADS_3

Rizal memegang tangan ghea.


" kamu harus makan! kasihan baby twins jika tidak ada asupan makanan.! bujuk rizal.


" aku merindukan bryan.! lirih ghea. menatap sendu kursi yang sering ia duduki.


" sudah ada daniel yang menjaga bryan jadi kamu jangan khawatir ya! lagipun daniel akan segera memberitahu kita kalo ada kabar mengenai keadaan bryan.! ucap rizal penuh kelembutan. sudah tiga hari rizal tinggal di mansion richard untuk menemani putrinya, karna jujur saja ia tidak percaya meninggalkan ghea hanya berdua dengan maya tanpa adanya pengawasan bryan ataupun dirinya.


" aku akan pergi kesana untuk menjenguk'nya.! ucap ghea seraya berdiri dari duduknya.


" daddy akan menemani'mu! tapi sebelum itu kamu harus sarapan terlebih dahulu.! ucap rizal seraya menatap makanan yang belum disentuh sama sekali.


Ghea menggelengkan kepala.

__ADS_1


" aku tidak mau makan.! lirih ghea.


" setidaknya makanlah roti .! ucap rizal seraya menyiapkan sepotong roti untuk ghea


ghea dan rizal langsung pergi ke rumah sakit karna tadi daniel mengabari jika kemungkinan bryan akan segera sadar dari koma'nya.


setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah sakit dengan segera mereka berjalan menghampiri ruangan bryan yang sudah di pindahkan ke ruang rawat vvip.


kini mereka ber empat sedang menunggu kabar dokter mengenai keadaan bryan.


dokter menatap keluarga pasien kemudian menghela napas.


" kondisi tuan bryan sudah membaik! dan dalam waktu beberapa menit pasien akan segera sadar! pasien juga sudah bisa di jenguk tapi harus bergiliran karna pasien masih memerlukan banyak istirahat yang cukup.! jelas dokter. setelah menjelaskan keadaan bryan, dokter pamit untuk memeriksa kondisi pasien lain.

__ADS_1


setelah mendengar penjelasan dokter, ghea dan maya segera mendekat ke pintu ruangan rawat, mereka memegang kenok pintu secara bersamaan, membuat mereka saling menatap dengan tangan yang masih memegang kenok pintu.


" aku adalah istri pertama'nya jadi aku yang berhak untuk masuk terlebih dahulu.! ketusnya seraya membuka pintu dan kemudian menutup'nya dengan sedikit kasar.


" tidak masalah! aku akan mengalah.! lirih ghea menatap pintu ruangan bryan yang sudah tertutup.


ghea memilih mengalah karna ia tidak ingin bertengkar dengan maya lagipun ia bisa melihat bryan melalui kaca sembari menunggu giliran'nya untuk masuk.


bryan mulai sadar dari koma, jarinya mulai bergerak perlahan, matanya juga mulai terbuka. maya segera mendekati bryan, duduk di sampingnya dan terus menciumi tangan'nya.


" ghe..ghea.! lirih bryan yang masih dalam kondisi setengah sadar, matanya belum sepenuhnya terbuka. bahkan ia belum menyadari jika maya ada di sampingnya.


Degg..

__ADS_1


" sudah sejauh itukah perasaan mu padanya! sampai-sampai dalam kondisi seperti ini saja kau terus memanggilnya.! guman maya. hatinya begitu hancur dan rapuh, buliran air matanya mulai menetes membasahi pipinya, baru saja kering air matanya karna melihat suaminya sudah sadarkan diri tapi ia kembali menangis. menyadari jika bryan memang sudah tidak memiliki perasaan padanya, tempat dihatinya sudah di gantikan oleh ghea.


ghea dan rizal yang sedari tadi melihat dari kaca, mulai tersenyum bahagia melihat bryan yang sudah mulai sadarkan diri. namun ada rasa cemburu di hati ghea saat melihat besarnya cinta dan kepedulian maya untuk bryan. maya yang notabane'nya adalah istri pertama sekaligus wanita yang di cintai bryan.


__ADS_2