Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 27


__ADS_3

Ghea yang sudah selesai memeriksakan kandungan, membuka pintu ruang pemeriksaan dengan raut wajah yang cemberut bagaimana ia tidak kesal saat dokter sedang menjelaskan di pertengahan bryan pergi keluar meninggalkannya tanpa mengatakan apapun dan sampai sekarang ia belum kembali.


Ghea yang merasa sedikit lelah, mendudukan bokongnya di kursi seraya menunggu bryan, entah kemana dia pergi sampai belum kembali juga.


tak berselang lama menunggu, bryan akhirnya datang dengan membawa sebuah kursi roda milik rumah sakit. entah apa yang sedang di lakukannya.


" duduklah.! Titah bryan seraya menyodorkan kursi roda lebih dekat padanya.


" aku tidak membutuhkannya, karna aku masih bisa berjalan sendiri.! Ghea berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan bryan bersama kursi roda yang ia bawa.


Namun baru beberapa langkah ia berjalan, langkahnya sudah terhenti karna bryan memegang erat tangannya untuk mencegahnya pergi.

__ADS_1


ia menarik pelan tangan ghea menuju kursi roda yang berjarak hanya beberapa langkah.


bryan memegang kedua bahu ghea dan sedikit memaksanya untuk menduduki kursi rodanya.


" duduk! Turuti saja perintah ku jangan mendebat.! Bryan berkata dengan tegas karna ia tidak mau harus berdebat hanya karna hal kecil, baginya untuk apa berdebat karna sesuatu yang ia lakukan justru baik untuk menjaga semuanya.


bryan yang sudah berhasil membuat ghea duduk di kursi roda, dengan perlahan mulai mendorong kursi rodanya menuju lift dasar yang akan membawanya ke parkiran mobil.


" aku pergi keluar bukan karna tidak peduli hanya saja ada urusan penting yang harus di selesaikan.! bryan yang masih mendorong kursi roda sedikit kesal dengan sikap sok tau ghea tentang dirinya.


" ok baiklah! Tapi aku yakin kau pasti penasaran dengan lanjutan apa yang dikatakan dokter padaku? ehh tapi tunggu dulu, untuk apa kau penasaran dengan percakapan aku dan dokter tadi.! Seloroh ghea yang di iringi tawa meledek pada bryan.

__ADS_1


" kau tidak perlu mengkhawatirkannya, karna aku tahu apa yang dikatakan dokter nadia padamu tentang keadaan bayi kita.! bryan menyahut dengan suara datarnya.


" ya aku mengerti sekarang, kau pasti sudah melakukan sesuatu agar tetap bisa mengetahuinya.! Ghea memanyunkan bibirnya. ia tidak berpikir jika yang dikerjainya itu adalah si jenius bryan dan bryan bukanlah adiknya yang mudah di tipu.


" aku tahu aku ini memang jenius.! Puji bryan pada dirinya sendiri.


bryan menghentikan langkahnya mendorong kursi roda kemudian berjalan mendekat ghea, menekuk kedua lututnya agar bisa jongkok di hadapan ghea.


brayn memegang kedua tangan ghea lalu menciumn punggung tangan'nya, kemudian meletakkannya kedua tangannya di perut buncit ghea.


" kenapa bisa kau menyangka aku tidak peduli padamu dan calon anakku! aku sangat peduli dan mengkhawatirkan kalian.! Ucap bryan seraya mengusap perut buncit ghea penuh kasih sayang. bryan sangat bahagia karna akhirnya ia akan memiliki anak meskipun ada sedikit rasa takut jika kejadian dua tahun lalu akan kembali menimpanya.

__ADS_1


keguguran yang di alami maya dua tahun lalu membuat bryan menjadi overprotektif ketika mengetahui jika maya kembali hamil meskipun harus menggunakan ibu pengganti karna rahimnya yang mengalami masalah.


__ADS_2