
setelah menetap divilla selama tiga hari akhirnya bryan dan ghea memutuskan kembali pulang ke jakarta setelah kondisi ghea membaik, mengingat banyak sekali pekerjaan yang menumpuk membuat bryan harus segera kembali kejakarta.
satu bulan sudah berlalu dari mediasi pertama bryan dan maya kini usia kandungan ghea sudah menginjak enam bulan dan sebentar lagi memasuki waktu tujuh bulan, sudah satu bulan juga bryan dan maya resmi berpisah secara agama dan negara persidangan perceraian mereka berjalan lancar dan cepat karna memang tidak ada tuntutan ataupun gugatan yang diajukan maya dan bryan karna perceraian mereka yang dilakukan dengan damai dan atas persetujuan kedua belah pihak.
perusahaan Richard.
jam menunjukkan pukul 12:00 siang itu artinya sudah masuk jam makan siang seluruh karyawan sudah berpecah belah meninggalkan perusahaan pergi keluar mencari makanan untuk mengisi perut mereka yang sejak tadi terus bernyanyi meminta diisi lemak, berbeda dengan bryan dan doni yang masih berkutak-katik didalam ruang kerja menyelesaikan pekerjaan bryan yang tertunda selama tiga hari begitu banyak berkas yang harus ditanda tangani bryan padahal ia hanya pergi tiga hari tapi pekerjaannya sudah berjibun membuat bryan harus menyelesaikan semuanya hari ini dan tentu saja untuk menghilangkan kesepiannya didalam ruang kerja dengan gundukan berkas penting bryan mengorbankan waktu makan siang doni agar asisten pribadinya itu mau menemaninya menyelesaikan semua pekerjaan hari ini.
klek..
__ADS_1
" don bareng ngga makan siangnya.! ajak maya saat sudah masuk ke dalam ruang kerja bryan.
belum sempat doni menjawab bryan sudah mendahuluinya bicara.
" duluan saja! doni akan makan siang bersamaku nanti karna kami masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.! sahut bryan tanpa menatap maya mata dan tangannya masih fokus dengan tumpukan berkas diatas meja.
doni mendengus kesal dengan sahutan bosnya.
maya menatap doni menunggu jawaban dari orang yang ditanyanya, doni mengelengkan kepala dengan wajah melasnya memberikan jawaban jika ia tidak bisa makan siang bersama karna menjadi tahanan bosnya.
__ADS_1
maya mengangguk kepala mengerti dengan keadaan doni sekarang, memberikan senyuman tipis lalu memberikan ungkapan tangan terkepal keatas sebagai dukungan semangat untuk doni. mendapatkan dukungan semangat tentu saja membuat doni bahagia wajah melas dan piasnya sudah berubah jadi bahagia.
setelah memberikan semangat untuk doni maya pun pergi untuk mencari makanan mengisi perutnya. melihat dambaan hatinya pergi membuat doni kembali tidak bersemangat rasanya ia ingin pingsan saja agar tuannya menunda niatnya menyelesaikan semua pekerjaan hari ini tapi rencana itu tidak mungkin ia lakukan mengingat bosnya ini bukanlah orang yang bisa dibohongi apalagi dibodohi.
doni menarik napas kasarnya menatap kasihan perutnya sembari mengusap-usap perutnya seolah memberikan kode untuk para cacing disana agar mau bersabar sampai ia bisa mengisi perutnya dengan lemak.
" tuan apa berkasnya masih banyak.! tanya doni dengan wajah melas ia benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa lapar.
bryan menarik napas kasar lalu menatap doni yang sejak tadi memasang wajah melas.
__ADS_1
" pesan makanan online saja.! saran bryan yang tidak tega melihat wajah melas doni. sebenarnya bryan juga sudah sangat lapar tapi ia tidak bisa meninggalkan semua berkas-berkas yang hanya bisa ditanda tangani oleh dirinya sebagai pemilik sekaligus ceo diperusahaannya sendiri.
doni mengerucutkan bibirnya, ia hanya ingin makan siang langsung dengan pergi ke restoran selain bisa mengisi perutnya ia juga bisa sambil bicara bebas dengan maya tanpa mengaitkan urusan pekerjaan.