Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bonchap bastian dan gaby


__ADS_3

setelah puas berbincang kini saatnya maya kembali kedalam penjara karna waktunya kunjungan yang sudah habis, sebenarnya ghea ingin membawa baby twins masuk agar maya bisa melihatnya namun maya melarang keras ia tidak ingin ada ingatan penjara didalam pikiran mereka yang masih kecil. ghea melihat kekecewaan dimata maya karna saat ini dirinya tidak bisa melihat kedua anaknya untuk menghilangkan sedikit rasa sedih dan kecewanya ia menunjukkan beberapa video lucu baby twins padanya, senyuman bahagia merekah diwajahnya tatkala akhirnya ia bisa melihat wajah baby twins meskipun hanya melalui video tapi itu sudah cukup baginya.


" aku bahagia karna kak maya tidak marah padaku.! ujar ghea saat mereka sudah sampai ditempat parkir.


" kenapa maya harus marah padamu, seharusnya ia bersyukur karna baby twins dilahirkan oleh wanita sepertimu.! pujinya sambil mencubit gemas pipi istrinya.


ghea tertunduk malu dengan pujian suaminya, saat ini kebahagiaan berlipat ganda tengah menghampirinya.


.


.


" apa kamu yakin kita ngga akan ketahuan sama mereka dengan penyamaran kaya gini.! ucap seorang pria sambil menatap dirinya dari atas sampai bawah dengan pakaian sarung dan baju kemeja usang tak lupa memakai wig putih dan tongkat ciri khas kakek tua.


" tenang aja mereka ngga akan sadar sama penyamaran kita ini.! balas sang wanita penuh percaya diri sambil melirik kenanan kiri menelisik sekitarnya memastikkan jika kondisinya aman terkendali.

__ADS_1


" bagaimana kamu bisa seyakin ini.! telisiknya sambil menatap wanita disebelahnya, wanita muda dengan pakaian kebaya usang dengan perpaduan wig putih dan juga kacamata. mereka menyamar layaknya seorang pasangan kakek dan nenek.


" tentu saja karna aku ratunya penyamaran dan melarikan diri.! pujinya dengan bangga. penyamaran dan aksi melarikan dirinya hampir tujuh puluh lima persen selalu berhasil dan berjalan dengan sempurna walau masih tersisa dua puluh lima persen kegagalan aksinya.


" ratu penyamaran apanya! sebulan yang lalu aja kita gagal melarikan diri karna strategi penyamaran yang sia-sia.! sindir pria itu sambil menatap sinis wanita disampingnya. mengingatkan kembali akan aksi gagalnya sebulan lalu karna kekonyolannya.


wanita itu menatap sinis pria disampingnya saat diingatkan kembali pada kejadian sebulan lalu.


" sssttt.. jangan berisik kamu mau kita ketahuan.! wanita itu menempelkan jari dibibirnya memerintahkannyan untuk diam tidak membahas lagi masa lalu.


wanita itu menatap tembok yang begitu tinggi didepannya, bagaimana mereka bisa masuk kemansion melwati dinding tinggi seperti ini.


" kamu yakin kita manjat dinding.! tanya wanita itu tak percaya akan kemampuan mereka dalam memanjat dinding setinggi ini.


pria itu mengangguk santai tidak merasa takut sedikit pun karna dirinya memang terbiasa memanjat.

__ADS_1


" serius! tapi ini tinggi banget.! ucapnya ragu-ragu.


" tenang aja! kita pake bantuan lain.!


" bantuan lain.?


pria itu menoleh menunjuk sebuah pohon yang letaknya tak jauh dari dinding mansion.


" kita manjat pohon dulu baru kita bisa masuk kedalam.! jelasnya.


" lalu setelah kita masuk apa yang akan dilakukan! sembunyi tapi dimana? apa mereka itu bodoh sampai tidak akan menemukan kita.! cecar wanita itu mengingat betapa berkuasanya orang tua mereka, sudah pasti menemukan mereka sangatlah mudah bagi mereka.


" aku punya ruang rahasia dimansion ini! dan hanya aku saja yang mengetahuinya, kaka dan para pelayan disini tidak mengetahui ruang rahasia itu.! beritahunya sambil menaik turunkan kedua alisnya.


pria itu berjalan kearah pohon untuk memanjatnya namun langkahnya terhenti karna wanita itu mencegat tangannya.

__ADS_1


bagaimana kita memasuki ruang rahasia tanpa ketahuan! pasti banyak cctv yang terpasang dimana-mana mengintai aktivitas semua orang di mansion ini.! ucapnya saat teringat sesuatu hal yang penting.


__ADS_2