Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 85


__ADS_3

di dalam mansion ghea terus mendengus kesal pada bryan yang tak kunjung mengangkat telepon darinya.


ghea yang hendak kembali ke kamar dengan gumpalan kekesalan di dada langkahnya harus terhenti karna tiba-tiba seluruh ruangan gelap tidak ada cahaya sedikit pun saat hendak menyalakan senter ponsel tiba-tiba seseorang membekap mulutnya mengendong tubuhnya lalu membawa dirinya pergi dengan keadaan yang gelap gulita karna lampu listrik mati sedangkan para pengawal rumah sibuk mencari dan mencoba membetulkan sekler listrik yang tiba-tiba saja error yang mengakibatkan seluruh lampu mati.


" nona ghea.! pekik doni segera menyalakan senter ponselnya memastikan keberadaan ghea.


" dimana nona ghea.! ujar doni sembari berjalan menuju kamarnya memastik kan jika istri tuan nya itu sedang berada di kamar.


doni memeriksa setiap kamar mansion hanya dengan bantuan senter ponselnya tapi ghea tak kunjung ia temukan di kamar manapun, ia terus mencari tapi usaha nya itu sia-sia karna ghea tidak berada di manapun sedetik kemudian doni menyadari keanehan dimana listrik mansion tiba-tiba mati dan tidak ada satupun lampu emergency yang menyala padahal seluruh mansion gelap gulita tidak ada sedikit pun penerangan kecuali dari senter ponselnya.


setelah listrik mansion berhasil diperbaiki doni di bantu para pengawal terus mencari keberadaan ghea di mansion maupun di luar tapi yang di carinya tak kunjung di temukan membuat doni dan para pengawal menjadi takut pada kemarahan tuan bryan dengan kecerobohan dan kegagalan mereka dalam menjaga kemanan ghea dari ancaman musuh.


kini mereka semua tengah duduk tertunduk malu berhadapan dengan tuan bryan yang terlihat jelas sedang murka pada mereka.

__ADS_1


" maafkan kami tuan.! ucap doni.


" diam, kalian bodoh sekali bagaimana bisa mereka menyusup masuk ke mansion dengan penjagaan yang ketat.! bentak bryan dengan suara yang sangat keras merutuki kebodohan nya dan para pengawal yang gagal menjaga keamanan ghea hati bryan sangat hancur bercampur khawatir dengan keadaan ghea yang menjadi tahanan musuh.


" maafkan kegagagalan kami tuan tapi tolong beri kami kesempatan untuk mencari keberadaan nona ghea.! ucap doni memberanikan diri bicara untuk menenangkan sahabat sekaligus atasan nya itu.


bryan menarik napas kasarnya ia memilih pergi menuju kamarnya daripada terus berada di tempatnya sekarang yang malah akan menambah amarahnya karna ketidak becusan para pengawal.


maya memegang bahu doni berusaha menenangkan doni dengan sentuhan dan senyuman tipisnya.


" yang sabar ya! bryan hanya sedang emosi jadi jangan sakit hati dengan ucapan nya.! ucap maya dengan lembut berusaha menghilangkan sedikit rasa bersalah doni pada bryan.


doni tersenyum sebagai ungkapan rasa terima kasih atas dukungan maya padanya.

__ADS_1


setelah bicara dengan doni maya memutuskan untuk ke kamar bryan berusaha menenangkan dan menghibur bryan.


maya berjalan menaiki tangga menuju kamar bryan dengan tersenyum yang sulit diartikan.


maya membuka kamar bryan terlihat pria yang akan menjadi mantan suaminya itu duduk tertunduk dengan suara yang sesegukan air mata kesedihan yang sengaja ia tutupi.


maya mendekati bryan duduk di tepi ranjang samping bryan menatap sendu pria yang duduk di sebelahnya.


maya memegang tangan bryan lalu mengusap punggung tangan nya.


" kamu sabar ya! kita akan mencari ghea lalu menemukan dan segera membawanya kembali.! lirih maya


bryan tidak menyahuti maya ia masih tertunduk meratapi kegagalan usaha nya dalam menjaga istri beserta anaknya.

__ADS_1


__ADS_2