
kini mereka bertiga tengah duduk diruang tunggu menanti kedatangan dokter yang akan menjelaskan sesuatu pada ghea.
ghea melirik secara bergantian ke samping, menatap bingung ekspresi kedua pria yang tengah duduk disampingnya dengan ekspresi cemas. sungguh ia tidak mengerti apa yang membuat daddy dan suaminya terlihat cemas padahal kedatangan mereka hanya untuk sekedar memeriksa keadaan ku.
" ada apa dengan kalian.? tanya ghea yang sejak tadi dibuang bingung dengan mereka.
suara ghea membuat kedua pria yang tengah tertunduk lesu mendongkak menatap kearahnya dengan tatapan yang masih sama.
" tidak ada apa-apa sayang.? ucap rizal sembari mengusap rambut ghea berusaha menyembunyikan sesuatu yang mendasari mereka bertiga datang kemari.
ghea melirik ke arah suaminya berharap akan mendapatkan jawaban yang benar namun bukannya mendapatkan jawaban justru suaminya itu hanya tersenyum tipis lalu menunduk kembali seperti ada beban yang sedang ia tanggung dikepala.
flashback on...
dengan langkah ragu-ragu bryan berjalan menghampiri mertuanya yang tengah duduk termenung menunggu kedatangannya dirinya dengan membawa sesuatu yang dimintanya.
__ADS_1
" daddy.! ucap bryan dengan lirih membuat rizal menoleh kebelakang.
bryan berdiri dengan kepala tertunduk dengan seberkas amplop yang dibawanya.
bryan memberikan amplop dengan ragu-ragu sedangkan rizal menerima amplop itu dengan sedikit kelegaan dalam hatinya. sebelum membuka amplopnya rizal menarik napas panjang beberapa kali dengan keyakinan kabar yang dibawa menantunya bisa sedikit menghilangkan kekhawatiran dalam hatinya.
ekspresi kecemasan rizal berubah menjadi senyuman tipis namun saat membaca lebih detail kertasnya membuat ekspersi cemasnya kembali terukir.
" operasi ini memiliki efek samping pada kesehatan ghea.! ucap rizal lirih sambil menatap bryan.
" operasi ini mungkin saja bisa menyelamatkan ghea tapi ada efek samping yang akan diterima tubuh ghea meskipun kemungkinannya kecil.! jelasnya dengan lirih.
rizal menarik napas panjang. semua pilihan yang ada membuat rizal terus khawatir, baginya tidak ada pilihan yang benar-benar tidak akan membahayakan bagi putrinya tapi tetap saja meski bagaimanapun rizal harus tetap memutuskan jalan apa yang akan diambilnya, keputusan yang hanya akan diputuskan oleh mereka berdua tanpa melibatkan ghea yang adalah tokoh penting dalam pilihan yang akan diputuskan.
" apa kita akan tetap melakukan operasi ini.! tanya bryan yang ragu-ragu.
__ADS_1
" kita akan tetap melakukan operasi ini! demi menyelamatkan ghea kita harus mengambil keputusan ini meskipun dengan resiko kecil.! ucapnya berusaha menyakinkan dirinya sendiri untuk tetap pada keputusan.
" bagaimana jika ghea menolaknya.! tanya bryan mencoba mengeluarkan keraguan dalam hatinya. ia ragu jika ghea akan mau dengan sengaja mengugurkan kandungannya demi menyelamatkan nyawa dirinya.
lagi-lagi rizal menarik napas panjang selain khawatir akan efek samping operasinya, ia juga bimbang jika ghea akan menolak melakukan operasi yang akan membuatnya kehilangan bayi kembar yang sudah dikandungnya.
" kita akan terus mencoba merayunya untuk mau melakukan operasi.! sergahnya dengan kekeh tetap pada keputusan yang akan dipilihnya.
rizal menatap wajah bryan terlihat jelas ekspresi sedih terpancar diwajahnya bagaimana ia tidak bersedih jika harus merelakan kehilangan calon anak-anaknya untuk yang kedua kali. rasanya sangat sakit kehidupan mewah yang ia miliki nyatanya tak menjamin kesempurnaan dalam kehidupannya.
terkadang rasanya ingin sekali ia menukar semua kemewahan dengan kebahagiaan kecil dengan diberikan kepercayaan menjadi orang tua namun apalah daya jika takdirnya memang sudah seperti ini.
rizal beranjak dari duduknya berjalan mendekati bryan lalu menepuk pelan pundaknya mencoba memberikan semangat dan keyakinan bahwa keputusan yang mereka ambil memanglah jalan terbaik.
" daddy tau ini sangat sulit bagimu! tapi keputusan ini adalah jalan terbaik bagi semuanya.! ucap rizal lirih mencoba mengerti perasaan yang sedang dirasakan menantunya, rasa sangat sulit untuk menerima pilihan yang begitu menyakitkan bagi kita semua.
__ADS_1