
rizal membelakakan matanya saat mendapati menantunya yang sudah tidak ada, ia menoleh kearah tangga dan benar saja ia melihat pintu kamar ghea yang tertutup itu artinya bryan baru saja masuk kekamarnya.
" dasar menantu tidak sopan.! decak rizal dengan sinisan bibir yang ia eksprsikan untuk menantu pertamanya.
rizal menarik napas panjangnya lalu berjalan pergi menuju tangga namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba menyadari televisi yang belum dimatikan.
rizal membalikkan badannya berjalan kearah televisi dengan perasaan kesal lalu mematikkan televisinya, sorot matanya menatap tajam bekas bungkusan cemilan yang berserakan dimeja.
dengan cekat ia membereskan bekasnya lalu membuangnya ke tempat sampah.
setelah membuang sampah bekas bungkusan cemilan, rizal menatap meja yang sudah bersih kembali dengan seringai senyum kecil dibibirnya.
sudah memastikkan semuanya bersih rizal bergegas pergi menuju kamar ghea untuk memastikkan sesuatu yang sejak tadi menganggu pikiran dan hatinya dengan kebiasaan ghea yang sangat ia kenali.
Klek..
bryan yang sedang berbaring disamping ghea sambil menatapnya sontak saja melirik kearah pintu saat mendengar suara pintu terbuka, bryan melirik sekilas lalu memposisikan duduk tubuhnya sambil menatap bingung mertuanya yang tiba-tiba masuk.
__ADS_1
rizal berjalan mendekati ranjang mereka lalu menatap wajah putrinya yang sedang tidur pulas.
" ada apa dad.? tanya bryan yang dibuat bingung dengan tingkah rizal yang sepertinya sedang menelisik wajah ghea untuk memastikkan sesuatu.
rizal menarik napas panjang.
" tidak ada apa-apa! daddy hanya ingin melihat wajah ghea sebelum kembali tidur.! bohongnya lalu melenggang pergi dengan perasaan khawatir yang masih berkeliaran dipikirannya.
bryan mengeryitkan kening menatap bingung punggung mertuanya yang sudah menghilang dari balik pintu.
bryan mengaruk-garuk kepalanya karna bingung, tidak mau ambil pusing bryan kembali memposisikan tubuhnya kesemula lalu perlahan menutup matanya dan mulai tertidur.
.
.
ghea menarik napas panjang dengan ekspresi wajah sendu.
__ADS_1
" secangkir coklat panas cocok untuk menemani kesejukan dipagi hari.! ujarnya sambil menyodorkan cangkir kecil yang berisi coklat panas kehadapan putrinya.
ghea menoleh kesamping, tersenyum tipis lalu mengambil cangkir coklat.
" terima kasih.! ghea mulai menyeruput coklat panas spesial buatan daddynya dengan penuh kenikmatan.
rizal yang mendapatkan respon baik langsung mengambil posisi duduk disamping putrinya sambil menatapnya dengan segala harapan semua unek-unek putri sulungnya akan ia ceritakan padanya dengan segala kemungkinan mendapat sedikit kelegaan setelah bercerita.
" jadi apa masalahnya.? telisik rizal.
ghea yang sedang menyeruput coklat panasnya langsung mengerutkan kening dengan pertanyaan tiba-tiba daddynya.
" cerita padaku! kali ini pria yang duduk disamping kamu bukanlah seorang ayah melainkan sahabat yang akan selalu memberikan semangat untuk sahabat lainnya.! jelasnya mencoba menyamakan posisinya agar ghea bisa lebih leluasa bercerita padanya.
" jangan pernah melakukan kesalahan yang sama seperti kemarin dengan tidak menceritakan rencanamu padaku.! ujarnya mengingatkan kembali ghea pada rencananya yang tidak memberitahu siapapun kecuali daniel. melakukan keputusan besar tanpa meminta persetujuan dari seseorang yang memiliki andil besar dalam keputusan dalam hidupnya.
ghea mengingat kembali kejadian beberapa bulan lalu, ia menudukkan kepala sembari memainkan jari-jemari. teringat kembali betapa marahnya sang daddy dengan rencana konyol dirinya.
__ADS_1
rizal menatap gerak-gerik ghea, ia berdiri dari duduknya lalu mendekati ghea dan tentu saja ghea langsung memeluk erat tubuh pria yang begitu berarti dalam hidupnya.