Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 118


__ADS_3

bryan mengerutkan keningnya dengan ucapan mengantung ghea.


" sebelum apa.! ucapnya sambil menjentrikan jarinya saat melihat istrinya malah bengong.


ghea beranjak dari duduknya


" sayang aku harus ke toilet.! ghea berjalan terburu-buru menuju arah toilet dengan meninggalkan segudang penasaran bagi bryan.


bryan menatap bingung ghea sambil mengaruk-garuk kepala.


bryan yang tengah menatap kearah toilet menunggu istrinya selesai, tiba-tiba saja suara mengelegar terdengar dari arah tv membuatnya tersontak kaget dan beralih menatap televisi ternyata film barat yang tengah ditonton mereka sedang menampilkan adegan saling menembak antar penjahat.


" wahhh seru nih.! ujarnya sambil mengambil cemilan diatas meja lalu memakannya dengan lahap.


" adegan kaya gini nih yang paling ditunggu-tunggu! menegangkan woww.! ujar bryan sambil terus memakan cemilan tanpa henti. sepertinya menemani istrinya menonton sampai larut malam membuat bryan merasakan keroncongan kembali dalam perutnya.


saking asyiknya menonton sampai membuat bryan tidak menyadari seseorang yang tengah menatap tajam dirinya dari arah belakang dan juga istrinya yang belum kembali dari toilet.

__ADS_1


pria itu berdehem pelan namun tidak mendapat respon apapun dari pria yang tengah ditatap tajam olehnya, untuk kedua kalinya pria itu berdehem dengan suara sedikit keras meskipun mendapat respon berbeda tapi tetap saja bryan hanya diam sejenak berpikir darimana suara samar-samar yang didengarnya lalu melirik kearah kiri dan kanan namun ia tidak melihat siapa pun.


" ihsss.! desis bryan dengan tubuh bergidik saat merasakan suhu tubuhnya yang berubah menjadi sangat dingin.


bryan yang bukan tipikel orang penakut tidak memperdulikan gidikan tubuhnya bersikap acuh sudah tentu menjadi pilihan bryan ditengan tontonan, ia masih melanjutkan tontonan filmnya sambil mengemil dengan antusias sampai-sampai melupakan istrinya yang entah pergi ketoilet mana sampai lama sekali.


pria itu berdehem dengan suara sedikit keras membuat bryan kembali terdiam sembari memutar bola matanya mencari kearah sumber suara.


bryan melirik kenanan dan kiri namun tidak menemukan siapa pun membuat bryan diam sejenak dengan suara yang sudah beberapa kali ia dengar meskipun samar-samar.


bryan mengigit bibirnya


" daddy mertua.! lirih bryan sambil mengaruk-garuk kepala.


" sedang apa ditengah malam.? tanya rizal dengan suara dingin sambil menelisik beberapa bungkus bekas cemilan yang berserakan dimeja.


rizal mengeleng-gelengkan kepala.

__ADS_1


" bukannya menemani ghea dikamar malah asyik menonton film ditengah malam! ganggu istirahat orang aja.! ujar rizal dengan sedikit ketus. niatnya yang pergi kedapur hanya untuk mengambil minum lalu tidur kembali harus kandas karna saat didapur mendengar suara mengelegar yang cukup keras dari arah ruang tamu.


" tidak daddy mertua! aku justru sedang menemani ghea.! jawab jujur bryan sambil menoleh kearah samping dengan jari yang menunjuk.


rizal melirik kearah yang ditunjuk bryan tapi ia tidak melihat siapapun hanya ada bryan dengan beberapa cemilan.


bryan sontak terdiam saat menyadari istrinya belum juga kembali dari toilet.


" menemani ghea ditengah malam seperti ini.! telisik rizal dengan praduga dalam pikirannya dengan kebiasaan putrinya yang sangat dikenali.


bryan tidak menyahuti rizal, ia hanya cengar-cengir tak jelas sambil mengaruk-garuk kepala.


rizal terdiam dengan segala pemikiran diotaknya.


disaat rizal sedang berpikir, bryan diam-diam pergi meninggalkan ruang tamu ia sengaja memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri dari amarah ayah mertuanya karna membiarkan istrinya yang sedang hamil menonton film sampai larut malam seperti ini.


" bryan sejak kapan ghea menonton.! tanya tiba-tiba rizal saat tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


__ADS_2