Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 126


__ADS_3

" udah siap.! tanya bryan pada ghea yang masih berkaca didepan cermin sambil menempel-tempelkan bedak merona dipipinya.


" belum.! sahutnya tanpa menoleh kebelakang tangannya masih disibukkan berdandan.


bryan mendengus kesal sudah sejak tadi ia menunggu istrinya bersiap tapi istrinya itu tak kunjung selesai, membuat bryan rasanya lelah terus menunggu ingin rasanya ia menerkam ghea sejak tadi jika tahu waktu beriasnya yang begitu memakan waktu lama.


" berapa menit lagi.?


" lima menit.!


bryan menarik napas panjang dengan jawaban ghea.


" lima menit apanya! lima jam kali.! batin bryan sambil memanyun-manyunkan bibirnya.


bryan yang tidak ingin menunggu lebih lama berjalan mendekatinya untuk menghentikan aktivitas dandan ghea yang begitu lama dan membosankan.


" sayang mau sampai kapan kamu dandan! nanti kita bisa terlambat.! ucap bryan sambil berjalan mendekati ghea.


bryan membelakakan matanya saat melihat lebih dekat wajah istrinya dari balik cermin.


" hapus riasannya sekarang.! titah bryan dengan tegas. ia begitu terkejut saat melihat ghea yang begitu cantik dengan bantuan riasan make up belum lagi penampilannya yang begitu memukau dengan gaun putih yang dipakainya sekarang.


ghea mendongkak menatap bingung suaminya.


" kenapa memangnya.?

__ADS_1


bryan benar-benar tidak suka jika istrinya itu berdandan terlalu cantik dan memukau bisa-bisa mata semua pria menatapnya jika melihat kecantikan wajah ghea, jika itu sampai terjadi bisa terbakar hatinya menahan cembburu dengan tatapan pria-pria hidung belang.


" hapus! kenapa sih harus dandan kaya gini mending ngga jadi pergi kalo kamu berias berlebihan seperti ini.! ketusnya sambil melepaskan jas yang sudah terpasang sejak tadi lalu melemparkan ke sembarang tempat.


sontak ghea beranjak dari duduknya berjalan mendekati bryan yang membelakangi tubuhnya dengan deruan napas yang begitu mencekam.


ghea memeluk bryan dari arah belakang mencoba meredamkan amarah bryan padanya.


" sayang jangan marah! aku minta maaf.! lirih ghea


permintaan ghea tidak dihiraukan bryan, sepertinya suaminya itu benar-benar marah padanya.


ghea melepaskan pelukannya lalu berjalan dan berdiri tepat dihadapan bryan dengan memasang wajah sendunya.


" sayany jangan marah donk aku minta maaf kalo udah bikin kamu kesel.! pinta ghea dengan tangan yang bertaut sambil menaik turunkan alisnya menanti diterimanya kata maaf darinya.


mendapati hanya reaksi anggukan membuat ghea bingung.


" jadi dimaafin ngga.! tanya ghea dengan polosnya.


bryan menarik tangan ghea menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan erat.


" iya aku maafin.! bisiknya.


ghea senang bukan kepalang saat suaminya berkata jika sudah memaafkan dirinya.

__ADS_1


" makasih ya sayang love you.! ujar ghea sambil memperarat balasan pelukannya.


sepasang suami itu semakin tenggelam dalam suasana saling berpelukan.


" sayang.! ucapnya sambil melepaskan pelukan.


" kenapa dilepas pelukannya.!


" nonton bioskopnya jadi kan.!


" hmmmm.! jawab mengantung bryan membuat ghea semakin dibuat penasaran akan rencananya yang sempat terhenti karna acara ngambek-ngambekkan.


" jadi ya please..aku pengen banget nonton bioskop! jangan dibatalin ya please..please.! pinta ghea dengan tangan tertaut tak lupa ia memasang wajah melasnya.


" okk..kita jadi pergi tapi kamu harus ganti pakaian dan hapus riasannya.! titah bryan dengan kuat kali ini perintahnya tidak boleh dipertanyakan lagi.


" siap.! sahut ghe dengan cepat sambil memberi hormat.


ghea menarik napas panjang menatap penampilan culun dirinya melalui cermin.


" sayang aku ngga mau pakai kacamata.! ketus ghea menatap kesal suaminya yang sepertinya sengaja memintanya untuk memakai kacamata.


" tadi katanya siap.!


" siap sih siap tapi ngga harus pakai beginian juga.! keluh ghea memonyongkan bibirnya menolak keras permintaan suaminya yang membuat penampilan ghea seperti cewe culun.

__ADS_1


bryan tak menyahuti keluhan istrinya itu, ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil setelan baju santai yang cocok untuknya


__ADS_2